<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078</id><updated>2012-01-26T23:56:38.088-08:00</updated><category term='daily life'/><category term='himas stan'/><category term='Tips n trik USM STAN'/><category term='keadaan kampus STAN. Tingkat 2 STAN'/><category term='try out Usm Stan'/><category term='Islamic Nashed'/><category term='sabar'/><category term='syukur'/><category term='kampus STAN'/><category term='Taliban'/><category term='keadaan kampus stan'/><category term='telkom flexi'/><category term='Tips sholat subuh'/><category term='memilih istri'/><category term='Beautiful Nashed'/><category term='SUKSES UJIAN MASUK SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA'/><category term='jodoh'/><category term='LULUS USM STAN'/><category term='USM STAN'/><category term='Jihadi Nashed'/><category term='romadhon'/><category term='News Week'/><category term='Mahasiswa Stan'/><category term='sholat subuh'/><category term='bulan ramadhan'/><category term='bersabar dan bersyukur'/><category term='flexi'/><title type='text'>KARYA NYATAKU</title><subtitle type='html'>Blog ini adalah sedikit dari karya nyataku.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>93</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-4491779905668766803</id><published>2011-10-16T23:04:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T23:07:39.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telkom flexi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flexi'/><title type='text'>ngenet dengan telkom flexi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SjfmApUv_Po/TpvF2P715QI/AAAAAAAAAEY/hSMK7D79I8I/s1600/22.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-SjfmApUv_Po/TpvF2P715QI/AAAAAAAAAEY/hSMK7D79I8I/s400/22.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664338492129666306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Waw cepat nian bro kecepatannya gak gak kuat ini namanya hehe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;dengan harga yang muran Rp 50.000 perbulan mancap hehe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-4491779905668766803?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/4491779905668766803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/10/ngenet-dengan-telkom-flexi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4491779905668766803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4491779905668766803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/10/ngenet-dengan-telkom-flexi.html' title='ngenet dengan telkom flexi'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-SjfmApUv_Po/TpvF2P715QI/AAAAAAAAAEY/hSMK7D79I8I/s72-c/22.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-6615618562307517077</id><published>2011-10-10T22:02:00.000-07:00</published><updated>2011-10-10T22:03:02.120-07:00</updated><title type='text'>Warren Buffet</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" class="caption"&gt;WARREN BUFFETT ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak yang belum tahu tentang Warren buffett. W&lt;span class="text_exposed_show"&gt;arren  Edward Buffett adalah nama lengkapnya yang lahir di Omaha, Amerika  Serikat. Memiliki julukan Oracle of Omaha. Buffett telah mengumpulkan  kekayaan yang sangat besar dari kecerdikanya berinvestasi melalui  perusahaannya Berkshire Hathaway. Pada tahun 2010 sang bijak dari Omaha  ini berhasil mendepak Bill Gates dari peringkat orang terkaya di dunia,  yang sekarang di dudukinya.&lt;br /&gt;Wawancaranya dengan media CNBC mengungkapkan aspek menarik akan kehidupan Warren Buffett, simak fakta-faktamnya berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan sekarang dia menyesal bahwa ia terlalu telat memulainya.&lt;br /&gt;- Segalanya  sangat murah saat itu, ajak anak kamu untuk investasi riil sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dia beli ladang kecil pada umur 14 tahun dari tabungan kecilnya yang berasal dari hasil mengantar koran.&lt;br /&gt; -Sesungguhnya kita bisa membeli apa saja dari hasil tabungan yang  kecil, ajak anak kamu untuk memulai bisnis dan rajin menabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Sampai saat ini dia masih tinggal di rumah kecil dengan 3 kamar tidur  di Omaha, yang dibelinya setelah menikah 50 thn yang lalu. Dia bilang  sudah punya segalanya yang dia butuhkan dalam rumah itu. Rumah itu pun  tidak punya pagar.&lt;br /&gt;-Jangan beli sesuatu melebihi yang ‘sebenarnya  kita butuhkan’, dan ajak anak kamu untuk selalu berpikiran dan bertindak  seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dia menyetir mobilnya sendiri dan tidak punya supir ataupun petugas keamanan yang menyertainya.&lt;br /&gt;- Jadi dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dia tidak pernah pergi dengan pesawat jet pribadi walaupun ia mempunyai perusahaan pesawat jet pribadi terbesar di dunia!&lt;br /&gt;- Selalu berpikir bagaimana kamu dapat melakukan sesuatu secara ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, mempunyai 60 perusahaan. Buffet  menulis hanya 1 surat tiap tahun kepada para CEO perusahaan tersebut,  memberi mereka target tahun yang harus dicapai tahun itu. Dia juga tidak  pernah meeting ataupun menelepon mereka secara teratur.&lt;br /&gt;- Pekerjakan orang yang tepat di pekerjaan yang tepat.&lt;br /&gt;- Lakukan hal secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dia hanya memberi para CEO-nya 2 aturan&lt;br /&gt;Rule 1: Jangan hilangkan (merugikan) uang para shareholder kamu.&lt;br /&gt;Rule 2: Jangan lupa aturan nomor satu.&lt;br /&gt;-  Menentukan tujuan akan memastikan orang fokus akan tujuan tersebut.&lt;br /&gt;- Jaga kredibilitas perusahaan ialah prioritas utama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 8. Dia tidak bergaul dengan kalangan sosialita kelas atas. Yang  dilakukan setelah pulang ke rumahnya ialah membuat popcorn dan menonton  TV.&lt;br /&gt;-Jangan coba pamer, jadi diri sendiri!&lt;br /&gt;-Do what you enjoy doing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihatnya pada orang-orang muda :&lt;br /&gt;1) Money doesn’t create a man but it is the man who creates money. (Kita harus berusaha untuk mendapatkan uang)&lt;br /&gt;2)Live your life as simple as you are. (Hidup sederhana, jadi diri sendiri)&lt;br /&gt;3)Don’t do what others say, just listen them, but do what you feel good. (Percaya diri!)&lt;br /&gt;4)Don’t go on brand name; just wear those things in which you feel comfortable. (Jangan gila merek terkenal!)&lt;br /&gt; 5) Don’t waste your money on unnecessary things, just spend on them who  really in need rather. (Jangan boros! Mendingan uangnya untuk yang  lebih membutuhkan)&lt;br /&gt;6) After all, it’s your life then why give chances to others to rule on our life. (Buat keputusan untuk hidupmu sendiri)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-6615618562307517077?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/6615618562307517077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/10/warren-buffet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6615618562307517077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6615618562307517077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/10/warren-buffet.html' title='Warren Buffet'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-1337886762775158526</id><published>2011-02-23T02:16:00.000-08:00</published><updated>2011-02-23T02:17:38.790-08:00</updated><title type='text'>Blissfull Thinking</title><content type='html'>Opening your 10 years old boxes that’s been hidden way too deep in your closet will always makes you smile. The same thing happens every time I opened my iTunes. I don’t know why but I always feel overwhelmed that I need to cry it out loud. This urges that came from my deepest heart. My very first love, my  very first friends, those laughter, those capturing moments, those melodies that keeping me alive. Ooh all of those memories. Where’d it all go?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Running your old memories song feels like going on a field trip in your own video clip. Pieces through pieces, you will try stitch it out to make a very beautiful drama of your childhood stories.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And oh yes, this is my perfect moment. As I just accidentally played one of my precious hits, I found the real me coming back out of the black. And all of those pressures and tensions that I’ve been having for the past few days… will fade away just like that.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, a burst of bliss is what I sense right now. Just like what I’ve always had in about 10 years ago. No worries and no boundaries. No back stabbing and not even an overdosed whining. Hmmmphf… I don’t know why, but those last ones always slammed me back to the ground.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh well, don’t let that thing ruin my precious moment. I will just take a deep breath, close my eyes and pretend that I’m in my secret little heaven. Let me play in my own dream and let the reality slaps me back tomorrow. Tonight I just wanna have my own reunion and go finding my own nirvana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-1337886762775158526?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/1337886762775158526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/02/blissfull-thinking.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1337886762775158526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1337886762775158526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/02/blissfull-thinking.html' title='Blissfull Thinking'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-1621600833971324709</id><published>2011-02-10T04:13:00.000-08:00</published><updated>2011-02-10T04:15:06.847-08:00</updated><title type='text'>Sabar dan Syukur</title><content type='html'>Sabar dan Syukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman&lt;br /&gt;فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ كَلَّا&lt;br /&gt;“Adapun manusia, apabila Rabbnya menimpakan ujian kepadanya dengan memuliakan dan mencurahkan nikmat kepadanya maka dia mengatakan, ‘Rabbku telah memuliakanku’. Dan apabila Dia mengujinya dengan membatasi rezkinya niscaya dia akan mengatakan, ‘Rabbku telah menghinakanku’. Sekali-kali bukan demikian…” (QS. al-Fajr :15-17)&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan&lt;br /&gt;أي ليس كل من أكرمته في الدنيا ونعمته فيها فقد أنعمت عليه وإنما كان ذلك ابتلاء مني له واختبارا، ولا كل من قدرت عليه رزقه فجعلته بقدر حاجته من غير فضلة أكون قد أهنته، بل أبتلي عبدي بالنعم كما أبتليه بالمصائب.&lt;br /&gt;“Maknanya adalah: Tidaklah setiap orang yang Aku (Allah) berikan kemuliaan di dunia dan Kuberikan kenikmatan dunia kepadanya maka itu berarti Aku benar-benar mengaruniakan nikmat yang hakiki kepadanya. Karena sesungguhnya hal itu merupakan cobaan dari-Ku kepadanya sekaligus sebagai ujian untuknya. Dan tidak pula setiap orang yang Aku batasi rezkinya sehingga Aku jadikan rezkinya sebatas apa yang diperlukannya saja tanpa ada kelebihan maka itu artinya Aku sedang menghinakan dirinya. Namun, sesungguhnya Aku sedang menguji hamba-Ku dengan nikmat-nikmat sebagaimana halnya Aku ingin menguji dirinya dengan berbagai bentuk musibah.” (Ijtima’ al-Juyusy al-Islamiyah, hal. 8. Islamspirit.com)&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian, semoga Allah menganugerahkan kepada kita kesabaran ketika tertimpa musibah dan ketulusan dalam bersyukur ketika mendapat curahan nikmat. Inilah isi kehidupan dunia yang kita jalani sehari-hari… Sehat dan sakit, lapang dan sempit, mudah dan sulit, semuanya adalah cobaan dari Rabbul ‘alamin kepada hamba-hamba-Nya agar menjadi hamba yang sejati bagaimana pun keadaan yang dialaminya.&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam Madarij as-Salikin (hal. 152) menjelaskan bahwa iman itu terdiri dari dua bagian, satu bagian sabar dan satu bagian yang lain adalah syukur. Beliau juga mengatakan (hal 155) bahwa sabar bagi iman laksana kepala bagi tubuh seorang insan. Tidak ada iman pada diri orang yang tidak memiliki kesabaran, sebagaimana halnya tidak ada jasad yang berfungsi apabila tidak ada kepalanya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin al-Khatthab radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan, “Penghidupan yang terbaik itu sesungguhnya kami peroleh dengan modal kesabaran.”&lt;br /&gt;Demikian pula syukur, ia merupakan bukti keseriusan seorang hamba dalam mengabdi dan tunduk kepada Rabbnya. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ&lt;br /&gt;“Dan bersyukurlah kepada Allah jika kalian benar-benar beribadah hanya kepada-Nya.” (QS. al-Baqarah ; 172)&lt;br /&gt;Allah menciptakan pendengaran, penglihatan, dan hati adalah untuk kita syukuri. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ&lt;br /&gt;“Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian dalam keadaan kalian tidak mengetahui apa-apa, dan Allah menciptakan untuk kalian pendengaran, penglihatan, dan hati mudah-mudahan kalian bersyukur (kepada-Nya).” (QS. an-Nahl : 78).&lt;br /&gt;Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْدِيُّ وَشَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ جَمِيعًا عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ وَاللَّفْظُ لِشَيْبَانَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ&lt;br /&gt;Haddab bin Khalid al-Azdi dan Syaiban bin Farrukh menuturkan kepada kami, semuanya dari jalan Sulaiman bin al-Mughirah, sedangkan lafaznya adalah milik Syaiban. Mereka berkata: Sulaiman menuturkan kepada kami. Dia berkata: Tsabit menuturkan kepada kami dari Abdurrahman bin Abi Laila dari Shuhaib radhiyallahu’anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa kesusahan maka dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim dalam kitab az-Zuhd wa ar-Raqa’iq)&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian, untuk bisa menjadi hamba yang rajin bersyukur seorang hamba senantiasa membutuhkan taufik dan pertolongan Allah ta’ala. Demikian pula untuk menjadi seorang penyabar, maka Allah ta’ala adalah satu-satunya tempat kita bergantung dan mengharap pertolongan. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ&lt;br /&gt;“Bersabarlah, dan tidaklah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan dari Allah.” (QS. an-Nahl : 127)&lt;br /&gt;Imam Abu Dawud rahimahullah meriwayatkan di dalam Sunannya :&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ مَيْسَرَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ مُسْلِمٍ يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيُّ عَنْ الصُّنَابِحِيِّ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِهِ وَقَالَ يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ وَأَوْصَى بِذَلِكَ مُعَاذٌ الصُّنَابِحِيَّ وَأَوْصَى بِهِ الصُّنَابِحِيُّ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ&lt;br /&gt;‘Ubaidullah bin Umar bin Maisarah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdullah bin Yazid al-Muqri’ menuturkan kepada kami. Dia berkata; Haiwah bin Syuraih menuturkan kepada kami. Dia berkata; Aku mendengar ‘Uqbah bin Muslim mengatakan; Abu Abdirrahman al-Hubuli menuturkan kepadaku dari as-Shunabihi dari Mu’adz bin Jabal -radhiyallahu’anhu- bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang tangannya seraya mengucapkan, “Hai Mu’adz, demi Allah sesungguhnya aku benar-benar mencintaimu. Demi Allah, aku benar-benar mencintaimu.” Lalu beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepadamu hai Mu’adz, jangan kamu tinggalkan bacaan setiap kali di akhir sholat hendaknya kamu berdoa, ‘Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik’ (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu).” Maka Mu’adz pun juga mewasiatkan hal itu kepada as-Shunabihi. Demikian juga as-Shunabihi mewasiatkan hal serupa kepada Abu Abdirrahman (HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)&lt;br /&gt;Semoga Allah ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk sabar dan syukur. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.&lt;br /&gt;http://abumushlih.com/sabar-dan-syukur.html/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-1621600833971324709?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/1621600833971324709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/02/sabar-dan-syukur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1621600833971324709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1621600833971324709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/02/sabar-dan-syukur.html' title='Sabar dan Syukur'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-8114069356154968822</id><published>2011-02-10T03:03:00.000-08:00</published><updated>2011-02-10T03:05:57.110-08:00</updated><title type='text'>Senyumlah Agar Hidup Lebih Indah dan Bahagia</title><content type='html'>Senyumlah Agar Hidup Lebih Indah &amp; Bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum, membuat penerimanya lebih kaya, namun ajaibnya tidak akan memiskinkan pemberinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum, hanya terjadi dalam hitungan detik, namun akan selalu terkenang sepanjang masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum, Tidak akan ada orang didunia ini yang terlalu kaya sampai sampai dia tidak memerlukannya, dan tidak ada yang terlalu miskin sampai sampai dia tak dapat memberinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum adalah tempat peristirahatan bagi hati hati yang lelah mencari semangat diri, cahaya bagi kegelapan batin, kesukaan bagi yang bersedih, dan pencerah untuk mengatasi kesulitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum tulus tidak akan bisa dipinjam, dibeli, apalagi di curi. Karena ketulusan adalah datangnya dari kerelaan dari sebuah kebaikan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum, sumber kebahagiaan dimanapun kita berada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum, jembatan penyeberangan yang menghubungkan satu sisi dengan sisi lainnya dan pengikis semua perbedaan yang terkreasi oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum, sesuatu yang terindah bagi siapa saja yang mendapatkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum, ekspresi dari hati atas kesenangan atau kegembiraan yang dirasakan pemiliknya, dan yang akan menghangatkan kehidupan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum, adalah seni dari sebuah kedamaian jiwa manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang orang disekitar kita sudah lelah dengan segala kepenatan mereka dan berat untuk memberikan senyuman. maka tidak ada salahnya kalau kita yang tersenyum kepada mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum, Sangat dibutuhkan oleh orang yang tiada lagi mampu memberi. [syahidah]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-8114069356154968822?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/8114069356154968822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/02/senyumlah-agar-hidup-lebih-indah-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8114069356154968822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8114069356154968822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/02/senyumlah-agar-hidup-lebih-indah-dan.html' title='Senyumlah Agar Hidup Lebih Indah dan Bahagia'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-7687861683944431510</id><published>2011-01-04T23:52:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T23:59:58.482-08:00</updated><title type='text'>Resah</title><content type='html'>Ya Alloh im in middle of hardness life in many aspect help me help me help me&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-7687861683944431510?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/7687861683944431510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/01/resah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/7687861683944431510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/7687861683944431510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2011/01/resah.html' title='Resah'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-372923249254380028</id><published>2010-11-29T00:32:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T00:32:10.839-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memilih istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jodoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bersabar dan bersyukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily life'/><title type='text'>BILA CINTA TAK TERBALAS</title><content type='html'>"Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya drama kehidupan menuju mahligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bisa mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta - seandainya memang terasa getir - langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa’ (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan :Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayai qadla&lt;br /&gt;Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dan sebagainya. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: ‘tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya. (HR.Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita ‘Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah. Akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersiap untuk cinta dan bahagia&lt;br /&gt;"Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti," demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani’ menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, "berani-beraninya..." atau "apa yang kurang dari saya....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih ‘bunga’ yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Aib&lt;br /&gt;Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk ‘perjuangan’ menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan ‘sependeritaan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kita mungkin takkan Bahagia’&lt;br /&gt;Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar ‘perceraian’? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan (al hanaah) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu’alam bi ash shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik." (QS. Al-Baqarah [2] : 229).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain - bukan dengan si dia yang antum idamkan - niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Saya tak mungkin berbahagia tanpanya’&lt;br /&gt;Ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta membutuhkan waktu&lt;br /&gt;"Maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!" Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar - contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideal bagus, Tapi realistik adalah Sempurna&lt;br /&gt;"Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan." Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti. tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi "yang penting akhwat" atau "yang penting ikhwan". Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan - sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka doa kita kepada Allah bukanlah, "berikanlah padaku pasangan yang sempurna" tetapi "ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Ruhiyah&lt;br /&gt;Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da’wah lalu setiap akhwat mendambakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita "luar biasa" berjodoh dengan yang ‘biasa-biasa’. Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan ‘jangan ke-ge-er-an’ dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri cinta kesempatan (lagi)&lt;br /&gt;"... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf [12] : 87). Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, Insya Allah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. ‘love is knocking outside the door.’ Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata." (HR. Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu." (HR. Ahmad). Pacaran? Hm... Tunggu Dulu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kenal maka tak sayang! Itulah sebuah ungkapan yang telah populer di kehidupan kita. Bahkan, ungkapan itu memang berlaku umum, yaitu sejak seseorang mulai mengenal lingkungan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, istilah "tak kenal maka tak sayang" adalah awal dari terjalinnya hubungan saling mencintai. Apa lagi, di zaman sekarang ini hubungan seperti itu sudah umum terjadi di masyarakat. Yaitu, suatu hubungan yang tidak hanya sekadar kenal, tetapi sudah berhubungan erat dan saling menyayangi. Hubungan seperti ini oleh masyarakat dikenal dengan istilah "pacaran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah pacaran berasal dari kata dasar pacar yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Istilah pacaran dalam bahasa Arab disebut tahabbub. Pacaran berarti bercintaan; berkasih-kasihan, yaitu dari sebuah pasangan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama telah banyak membicarakan masalah ini, seperti misalnya yang terdapat dalam Fatwa Lajnah Daimah, sebuah kumpulan fatwa dari beberapa ulama. Sebelum sampai pada simpulan hukum pacaran, terlebih dahulu ditelusuri berbagai kemungkinan yang terjadi ketika sebuah pasangan muda-mudi yang bukan mahram menjalin hubungan secara intim. Dengan penelusuran seperti ini, suatu tindakan tertentu yang berkaitan dengan hubungan muda-mudi ini dapat dinilai dari sudut pandang syar'i. Dengan demikian, kita akan dengan mudah mengetahui suatu "hubungan" yang masih dapat ditoleransi oleh syariat dan yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dari sebuah hubungan antara seseorang dengan orang lain secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lima : perkenalan, hubungan sahabat, jatuh cinta, hubungan intim, dan hubungan suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan&lt;br /&gt;Islam tidak melarang seseorang untuk mengenal orang lain, termasuk lawan jenis yang bukan mahram. Bahkan, Islam menganjurkan kepada kita untuk bersatu, berjamaah. Karena, kekuatan Islam itu adalah di antaranya kejamaahan, bahkan Allah menciptakan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku itu untuk saling mengenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman yang artinya, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal." (QS. Al-Hujuraat : 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Sahabat&lt;br /&gt;Hubungan sahabat adalah hubungan sebagai kelanjutan dari sebuah hubungan yang saling mengenal. Setelah saling mengenal, seseorang berhubungan dengan orang lain bisa meningkat menjadi teman biasa atau teman dekat (sahabat). Hubungan sahabat dimulai dari saling mengenal. Hubungan saling mengenal ini jika berlangsung lama akan menciptakan sebuah hubungan yang tidak hanya saling mengenal, tetapi sudah ada rasa solidaritas yang lebih tinggi untuk saling menghormati dan bahkan saling bekerja sama. Contoh yang mungkin dapat diambil dalam hal ini adalah seperti hubungan antara Zainudin MZ dengan Lutfiah Sungkar, Neno Warisman dengan Hari Mukti, dan lain-lain. Mereka adalah pasangan lawan-lawan jenis yang saling mengenal, juga dalam diri mereka terjalin hubungan yang saling menghormati, bahkan mungkin bisa bekerja sama. Dalam Islam, hubungan semacam ini tidaklah dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS. Al-Maidah : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh Cinta&lt;br /&gt;Islam juga tidak melarang seseorang mencintai sesuatu, tetapi untuk tingkatan ini harus ada batasnya. Jika rasa cinta ini membawa seseorang kepada perbuatan yang melanggar syariat, berarti sudah terjerumus ke dalam larangan. Rasa cinta tadi bukan lagi dibolehkan, tetapi sudah dilarang. Perasaan cinta itu timbul karena memang dari segi zatnya atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Perasaan ini adalah perasaan normal, dan setiap manusia yang normal memiliki perasaan ini. Jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah. Imam Ibnu al-Jauzi berkata, "Untuk pemilihan hukum dalam bab ini, kita harus katakan bahwa sesungguhnya kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela. Terhadap cinta yang seperti ini orang tidak akan membuangnya, kecuali orang yang berkepribadian kolot. Sedangkan cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada perkara yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ketika melihat wanita yang bukan mahram, jika ia wanita yang cantik dan memang indah ketika secara tidak sengaja terlihat oleh seseorang, dalam hati orang tersebut kemungkinan besar akan terbesit penilaian suatu keindahan, kecantikan terhadap wanita itu. Rasa itulah yang disebut rasa cinta, atau mencintai. Tetapi, rasa mencintai atau jatuh cinta di sini tidak berarti harus diikuti rasa memiliki. Rasa cinta di sini adalah suatu rasa spontanitas naluri alamiah yang muncul dari seorang manusia yang memang merupakan anugerah Tuhan. Seorang laki-laki berkata kepada Umar bin Khattab ra, "Wahai Amirul Mukminin, aku telah melihat seorang gadis, kemudian aku jatuh cinta kepadanya." Umar berkata, "Itu adalah termasuk sesuatu yang tidak dapat dikendalikan." (HR. Ibnu Hazm). Dalam kitab Mauqiful Islam minal Hubb, Muhammad Ibrahim Mubarak menyimpulkan apa yang disebut cinta, "Cinta adalah perasaan di luar kehendak dengan daya tarik yang kuat pada seseorang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai batas ini, syariat Islam masih memberikan toleransi, asalkan dari pandangan mata pertama yang menimbulkan penilaian indah itu tidak berlanjut kepada pandangan mata kedua. Karena, jika rasa cinta ini kemudian berlanjut menjadi tidak terkendali, yaitu ingin memandang untuk yang kedua kali, hal ini sudah masuk ke wilayah larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman yang artinya, "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.' Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan merekaâ€¦" (QS. An-Nuur : 30 - 31). Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan yang terpelihara adalah apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat lagi kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, 'Palingkanlah pandanganmu itu'!" (HR. Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW berpesan kepada Ali ra yang artinya, "Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmizi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul Hawa menyebutkan bahwa dari Abu al-Hasan al-Wa'ifdz, dia berkata, "Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa'idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, 'Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?' Dia menjawab, 'Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, 'Wahai Habib?' Aku menjawab, 'Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.' Allah berfirman, 'Lewatlah Kamu di atas neraka'. Maka aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, 'Aduh (karena sakitnya)'. Maka Dia memanggilku, 'Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka)." Hal tersebut sebagai gambaran, bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Intim&lt;br /&gt;Jika rasa jatuh cinta ini berlanjut, yaitu menimbulkan langkah baru dan secara kebetulan pihak lawan jenis merespon dan menerima hubungan ini, terjadilah hubungan yang lebih jauh dan lebih tinggi levelnya, yaitu hubungan intim. Hubungan ini sudah tidak menghiraukan lagi rambu-rambu yang ketat, apalagi aturan. Dalam hubungan ini pasangan muda-mudi sudah bisa merasakan sebagian dari apa yang dialami pasangan suami istri. Pelaku hubungan pada tingkatan ini sudah lepas kendali. Perasan libido seksual sudah sangat mendominasi. Dorongan seksual inilah yang menjadi biang keladi hitam kelamnya hubungan tingkat ini. Bersalaman dan saling bergandeng tangan agaknya sudah menjadi pemandangan umum di kehidupan masyarakat kita, bahkan saling berciuman sudah menjadi tren pergaulan intim muda-mudi zaman sekarang. Inilah hubungan muda-mudi yang sekarang ini kita kenal dengan istilah "pacaran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam minggu adalah malam surga bagi pasangan muda-mudi yang menjalin hubungan pada tingkatan ini. Mereka telah memiliki istilah yang sudah terkenal: "apel". Sang kekasih datang ke rumah kekasihnya. Ada kalanya apel hanya dilaksanakan di rumah saja, ada kalanya berlanjut pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui lingkungan yang dikenalnya. Dengan begitu, mereka bebas melakukan apa saja atas dasar saling menyukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hakim meriwayatkan, "Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia berduaan dalam tempat sepi dengan seorang wanita, sedang dia dengan wanita tersebut tidak memiliki hubungan keluarga (mahram), karena yang ketiga dari mereka adalah setan." (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi SAW bersabda yang artinya, "Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita melainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul-Hawa menyebutkan bahwa Abu Hurairah ra dan Ibn Abbas ra keduanya berkata, Rasulullah SAW berkhotbah, "Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barangsiapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barangsiapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan di belenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan barangsiapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda dan bersetubuh dengannya, maka wanita itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan intim ini akan sampai pada puncaknya jika terjadi suatu hubungan sebagaimana layaknya yang dilakukan oleh suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Suami-Istri&lt;br /&gt;Agama Islam itu adalah agama yang tidak menentang fitrah manusia. Islam sangat sempurna di dalam memandang hal semacam ini. Manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki dorongan seks. Oleh karena itu, Islam menempatkan syariat pernikahan sebagai salah satu sunah nabi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan sepasang kekasih mencapai puncak kedekatan setelah menjalin hubungan suami-istri. Dengan pernikahan, seseorang sesungguhnya telah dihalalkan untuk berbuat sesukanya terhadap istri/suaminya (dalam hal mencari kepuasan libido seksualnya: hubungan badan), asalkan saja tidak melanggar larangan yang telah diundangkan oleh syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak menyangkal bahwa di dalam kenyataan sekarang ini meskipun sepasang kekasih belum melangsungkan pernikahan, tetapi tidak jarang mereka melakukan hubungan sebagaimana layaknya hubungan suami-istri. Oleh karena itu, kita sering mendengar seorang pemudi hamil tanpa diketahui dengan jelas siapa yang menghamilinya. Bahkan, banyak orang yang melakukan aborsi (pengguguran kandungan) karena tidak sanggup menahan malu memomong bayi dari hasil perbuatan zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu hubungan muda-mudi yang bukan mahram (belum menikah) sudah seperti hubungan suami istri, sudah tidak diragukan lagi bahwa hubungan ini sudah mencapai puncak kemaksiatan. Sampai hubungan pada tingkatan ini, yaitu perzinaan, banyak pihak yang dirugikan dan banyak hal telah hilang, yaitu ruginya lingkungan tempat mereka tinggal dan hilangnya harga diri dan agama bagi sepasang kekasih yang melakukan perzinaan. Selain itu, sistem nilai-nilai keagamaan di masyarakat juga ikut hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kitab Ibnu Majah diriwayatkan bahwa Ibnu Umar ra bertutur bahwa dirinya termasuk sepuluh orang sahabat Muhajirin yang duduk bersama Rasulullah SAW. Lalu, beliau mengarahkan wajahnya kepada kami dan bersabda, "Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung kepada Allah dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya. Pertama, tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga mereka melakukan terang-terangan, melainkan mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka. Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka akan tertimpa paceklik, masalah ekonomi, dan kedurjanaan penguasa. Ketiga, tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat, melainkan mereka akan meng alami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan. Keempat, tidaklah suatu kaum melakukan tipuan (ingkar janji), melainkan akan Allah utus kepada mereka musuh yang akan mengambil sebagian yang mereka miliki. Kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak mengamalkan Al-Qur'an), melainkan akan Allah jadikan permusuhan antar mereka." (HR. Ibnu Majah dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, 'Apa ini?' Kedua orang itu berkata, 'Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina'." (Isi hadits tersebut kami ringkas redaksinya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atha' al-Khurasaniy berkata, "Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas dan paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya." (Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui dampak negatif yang sangat besar ini, kita akan menyadari dan meyakini bahwa apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW itu ternyata memang benar. Apabila seorang pemuda sudah siap untuk menikah, segerakanlah menikah. Hal ini sangat baik untuk menghindari terjadinya perbutan maksiat. Tetapi, jika belum mampu untuk menikah, orang tersebut hendaknya berpuasa. Karena, puasa itu di antaranya dapat menahan hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai segenap pemuda, barang siapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah menikah. Sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tetapi barang siapa belum mampu, hendaklah dia berp uasa, karena puasa itu benteng (penjagaan) baginya." (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copy dari ratih1727.multiply.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-372923249254380028?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/372923249254380028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/11/bila-cinta-tak-terbalas.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/372923249254380028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/372923249254380028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/11/bila-cinta-tak-terbalas.html' title='BILA CINTA TAK TERBALAS'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-6217095879782319314</id><published>2010-11-24T01:14:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T01:20:26.435-08:00</updated><title type='text'>PENCINTA ALLAH S.W.T</title><content type='html'>CINTA yang tidak pernah berubah hingga ke akhir hayat adalah cita-cita setiap pasangan yang berkasih. Setiap ujian diharungi dengan kesabaran. Begitu juga pembuktian cinta kepada Allah SWT yang menagih keteguhan iman dan pengorbanan hamba-hambaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." Janji ini menjadi penawar di hati seorang hamba, redha menempuhi setiap ujian dalam kehidupan kerana kerinduan bertemu dengan Zat yang Maha Agung di akhirat kelak. Firman Allah SWT: "Katakanlah: Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; kalau itu lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya dan Allah tidak memberikan pimpinan kepada kaum yang jahat." (QS At-Taubah:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepadaNya tidak pernah luntur dalam setiap keadaan; susah atau senang, sihat atau sakit; sentiasa setia dengan janji yang diikrarkan hingga kembali kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita hayatilah doa berikut. Semoga kita semua dikurniakan cinta yang sejati kepada Allah SWT di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda: "Inilah antara doa yang biasa dipanjatkan oleh Nabi Daud AS: "Ya Allah, sesungguhnya saya memohon cintaMu dan cinta orang yang mencintaiMu serta cinta yang dapat mendekatkan saya kepada cintaMu. Ya Allah, apa saja yang Engkau anugerahkan kepadaku daripada apa yang saya cintai maka jadikanlah ia kekuatan untukku dalam mencintai apa yang Engkau cintai. Dan apa saja yang Engkau singkirkan daripada apa yang saya cintai maka jadikanlah ia keredhaan untukku dalam mencintai apa yang Engkau cintai. Ya Allah, jadikanlah cintaMu sesuatu yang paling kucintai daripada cintaku kepada keluargaku, hartaku dan air sejuk pada saat kehausan. Ya Allah, jadikan saya mencintaiMu, mencintai malaikatMu, rasulMu dan hambaMu yang soleh. Ya Allah, hidupkanlah hatiku dengan cintaMu dan jadikanlah saya bagiMu seperti apa yang Engkau cintai. Ya Allah, jadikanlah saya mencintaiMu dengan segenap cintaku dan seluruh usahaku demi keredhaanMu." (HR At-Tirmidzi dalam Jami' al-Sahih).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-6217095879782319314?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/6217095879782319314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/11/pencinta-allah-swt.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6217095879782319314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6217095879782319314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/11/pencinta-allah-swt.html' title='PENCINTA ALLAH S.W.T'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-5488088919516415580</id><published>2010-10-22T02:11:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T02:11:49.626-07:00</updated><title type='text'>99 Langkah menuju kesempurnaan iman</title><content type='html'>Dengarkan Al Quran online sambil menghayatai artikel ini&lt;br /&gt;01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;&lt;br /&gt;02. Sabar apabila mendapat kesulitan;&lt;br /&gt;03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;&lt;br /&gt;04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;&lt;br /&gt;05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;&lt;br /&gt;06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;&lt;br /&gt;07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;&lt;br /&gt;08. Jangan usil dengan kekayaan orang;&lt;br /&gt;09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;&lt;br /&gt;10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;&lt;br /&gt;11. Jangan tamak kepada harta;&lt;br /&gt;12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;&lt;br /&gt;13. Jangan hancur karena kezaliman;&lt;br /&gt;14. Jangan goyah karena fitnah;&lt;br /&gt;15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.&lt;br /&gt;16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Jangan sakiti ayah dan ibu;&lt;br /&gt;18. Jangan usir orang yang meminta-minta;&lt;br /&gt;19. Jangan sakiti anak yatim;&lt;br /&gt;20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;&lt;br /&gt;21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;&lt;br /&gt;22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);&lt;br /&gt;23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;&lt;br /&gt;24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;&lt;br /&gt;25. Biasakan shalat malam;&lt;br /&gt;26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;&lt;br /&gt;27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;&lt;br /&gt;28. Sayangi dan santuni fakir miskin;&lt;br /&gt;29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;&lt;br /&gt;30. Jangan marah berlebih-lebihan;&lt;br /&gt;31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;&lt;br /&gt;32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;&lt;br /&gt;33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;&lt;br /&gt;35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;&lt;br /&gt;36. Jangan percaya ramalan manusia;&lt;br /&gt;37. Jangan terlampau takut miskin;&lt;br /&gt;38. Hormatilah setiap orang;&lt;br /&gt;39. Jangan terlampau takut kepada manusia;&lt;br /&gt;40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;&lt;br /&gt;41. Berlakulah adil dalam segala urusan;&lt;br /&gt;42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;&lt;br /&gt;43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;&lt;br /&gt;44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;&lt;br /&gt;45. Perbanyak silaturrahim;&lt;br /&gt;46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;&lt;br /&gt;47. Bicaralah secukupnya;&lt;br /&gt;48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;&lt;br /&gt;49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;&lt;br /&gt;50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;&lt;br /&gt;51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;&lt;br /&gt;52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;&lt;br /&gt;53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;&lt;br /&gt;54. Hormatilah kepada guru dan ulama;&lt;br /&gt;55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;&lt;br /&gt;56. Cintai keluarga Nabi saw;&lt;br /&gt;57. Jangan terlalu banyak hutang;&lt;br /&gt;58. Jangan terlampau mudah berjanji;&lt;br /&gt;59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;&lt;br /&gt;60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;&lt;br /&gt;61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;&lt;br /&gt;62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;&lt;br /&gt;63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;&lt;br /&gt;64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;&lt;br /&gt;65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;&lt;br /&gt;66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;&lt;br /&gt;68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan&lt;br /&gt;69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.&lt;br /&gt;70. Jangan melukai hati orang lain;&lt;br /&gt;71. Jangan membiasakan berkata dusta;&lt;br /&gt;72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;&lt;br /&gt;73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;&lt;br /&gt;74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;&lt;br /&gt;75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita&lt;br /&gt;76. Jangan membuka aib orang lain;&lt;br /&gt;77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;&lt;br /&gt;78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;&lt;br /&gt;79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;&lt;br /&gt;80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;&lt;br /&gt;81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;&lt;br /&gt;82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;&lt;br /&gt;83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;&lt;br /&gt;84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;&lt;br /&gt;85. Hargai prestasi dan pemberian orang;&lt;br /&gt;86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;&lt;br /&gt;87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;&lt;br /&gt;89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;&lt;br /&gt;90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;&lt;br /&gt;92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;&lt;br /&gt;93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;&lt;br /&gt;94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;&lt;br /&gt;95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;&lt;br /&gt;96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;&lt;br /&gt;97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;&lt;br /&gt;98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan;&lt;br /&gt;99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang&lt;br /&gt;Amiiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-5488088919516415580?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/5488088919516415580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/99-langkah-menuju-kesempurnaan-iman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/5488088919516415580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/5488088919516415580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/99-langkah-menuju-kesempurnaan-iman.html' title='99 Langkah menuju kesempurnaan iman'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-8595467777611095025</id><published>2010-10-22T01:30:00.003-07:00</published><updated>2010-10-22T01:30:58.254-07:00</updated><title type='text'>15 Petunjuk Meneguhkan Iman</title><content type='html'>Saat ini kaum muslimin sedang dihadapkan pada persoalan besar, di antaranya syubhat, syahwat, penyimpangan faham keagamaan, perpecahan dan lain-lain. Cobaan-cobaan tersebut silih berganti menghempas, menggoyahkan dan menggerogoti iman. Tidak mustahil seorang muslim selanjutnya membelot, bahkan murtad dari keIslamannya. Berikut ini kami huraikan 15 petunjuk yang bersumber dari Al Qur'an dan Al Hadis yang dapat dijadikan sandaran dalam memelihara keteguhan iman kita. Bahagian pertama dari dua tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Akrab dengan Al Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an merupakan petunjuk utama untuk mencapai tsabat (keteguhan iman). Al Qur'an merupakan penghubung yang amat kukuh antara hamba dengan Rabbnya. Barangsiapa berpegang teguh dengan Al Qur'an, niscaya Allah akan memeliharanya, barangsiapa mengikuti Al Qur'an, niscaya Allah akan menyelamatkannya dan barangsiapa menyeru kepada Al Qur'an, nescaya Allah akan menunjukinya ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan bahawa diturunkannya Al Qur'an secara beransur-ansur adalah untuk meneguhkan hati para hamba-Nya, sebagaimana firman Allah tatkala membantah tuduhan kaum kuffar, "Orang-orang kafir berkata: Mengapa Al Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja? Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tertib." (Al Furqan : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara alasan mengapa Al Qur'an sebagai sumber utama untuk mencapai tsabat, kerana Al Qur'an menanamkan keimanan dan mensucikan jiwa seseorang, diturunkan untuk mententeramkan hati manusia dan sebagai benteng bagi orang mukmin dalam menghadapi hempasan fitnah. Al Qur'an juga membekali muslim dengan konsepsi serta nilai yang dijamin kebenarannya, sehingga dia mampu menilai sesuatu dan menimbang sesuatu secara proporsial dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Iltizam dengan Syari'at Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan nasehat yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih meneguhkan (hati mereka di atas kebenaran)." (An Nisa : 66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali, tidak mungkin kita mengharapkan orang-orang yang malas dan tidak melakukan amal shalih dapat memiliki keteguhan iman. Allah hanya akan menunjukkan kepada orang yang beriman dan mengamalkannya, jalan yang lurus. Oleh kerana itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para sahabat senantiasa melakukan amal salih dan menjaganya secara terus-menerus. Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa memelihara solat dua belas raka'at (sunat rawatib), niscaya ia di jamin masuk syurga." (At Tirmidzi 2/273)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mempelajari Kisah Para Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang pentingnya mempelajari kisah para Nabi, Allah berfirman, "Dan Kami ceritakan kepadamu cerita para Rasul agar dengannya Kami teguhkan hatimu." (Hud : 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan kisah Nabiyullah Ibrahim Alaihis Salam tatkala dilemparkan ke dalam api. Ibnu Abbas berkata: Ucapan terakhir Ibrahim ketika akan dilemparkan ke dalam api adalah, "Cukuplah Allah sebagai penolongku, Dia adalah sebaik-baik pelindung." (Al Fath : 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Anda merenungi firman Allah di atas, tidakkah Anda merasakan adanya tsabat yang meresap ke dalam jiwa Anda? Dalam kisa Musa Alaihis Salam, Allah berfirman: "Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah para pengikut Musa: Sesungguhnya kita akan benar-benar tersusul. Musa menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali tidak akan tersusul, sesungguhnya Rabbku bersama-ku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." (Asy Syu'ara : 61-62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda bayangkan bahawa kisah tersebut terjadi di hadapan Anda, tidakkah Anda merasakan tsabat di dalam hati Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sifat hamba-hamba Allah yang beriman adalah selalu memohon kepada-Nya agar diberi keteguhan iman, seperti doa yang tertulis dalam firman Allah: "Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami." (Ali Imran : 250)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar hati tetap teguh, maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam banyak memanjatkan doa berikut ini, "Wahai Dzat pembolak-balik hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu." (HR. At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berzikir kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zikir kepada Allah adalah amalan yang paling ampuh untuk mencapai tsabat. Kerana pentingnya zikir ini, Allah memadukan antara zikir dengan jihad sebagaimana dalam firman-Nya: "Hai orang-orang yang beriman, bila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan dzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya." (Al Anfal : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut Allah menjadikan zikrullah sebagai amalan yang baik untuk mencapai tsabat dalam jihad. Nabiyullah Yusuf Alaihis Salam pun memohon bantuan untuk mencapai tsabat dengan zikrullah saat dirayu oleh seorang perempuan cantik yang mempunyai kedudukan tinggi. Demikianlah pengaruh zikrullah dalam memberikan keteguhan iman kepada orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun bisa menjamin dirinya akan tetap terus berada dalam keimanan sehingga meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Untuk itu kita perlu merawat bahkan senantiasa berusaha menguatkan keimanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menempuh Jalan Lurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Dan bahawa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan jangan mengikuti jalan-jalan (lain) sehingga menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya." (Al An'am: 153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mensinyalir bahawa umatnya bakal terpecah-belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk Neraka kecuali hanya satu golongan yang selamat (HR. Ahmad, hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita mengetahui, tidak setiap orang yang mengaku muslim mesti berada di jalan yang benar. Rentang waktu 14 abad dari datangnya Islam cukup banyak membuat terkotak-kotaknya pemahaman keagamaan. Lalu, jalan manakah yang selamat dan benar itu? Dan, pemahaman siapakah yang mesti kita ikuti dalam praktik keagamaan kita? Berdasarkan banyak keterangan ayat dan hadis , jalan yang benar dan selamat itu adalah jalan Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan pemahaman agama yang autentik kebenarannya adalah pemahaman berdasarkan keterangan Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada para sahabatnya. (HR. Turmudzi, hasan). Itulah yang mesti kita ikuti, tidak penafsiran-penafsiran agama berdasarkan akal manusia yang tingkat ke dalaman dan kecerdasannya majmuk dan terbatas. Tradisi pemahaman itu selanjutnya dirawat oleh para tabi'in dan para imam salihin. Faham keagamaan inilah yang dalam terminologi (istilah) Islam selanjutnya dikenal dengan faham Ahli Sunnah wal Jamaah. Atau sebahagian menyebutnya&lt;br /&gt;dengan pemahaman para salafus shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang telah mengikuti faham Ahli Sunnah wal Jamaah akan tegar dalam menghadapi berbagai keanekaragaman faham, sebab mereka telah yakin akan kebenaran yang diikutinya. Berbeda dengan orang yang berada di luar Ahli Sunnah wal Jamaah, mereka akan senantiasa bingung dan ragu. Berpindah dari suatu lingkungan sesat ke lingkungan bid'ah, dari filsafat ke ilmu kalam, dari mu'tazilah ke ahli tahrif, dari ahli ta'wil ke murji'ah, dari thariqat yang satu ke tarikat yang lain dan seterusnya. Di sinilah pentingnya kita berpegang teguh dengan manhaj (jalan) yang benar sehingga iman kita akan tetap kuat dalam situasi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menjalani Tarbiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarbiyah (pendidikan) yang semestinya dilalui oleh setiap muslim cukup banyak. Paling tidak ada empat macam. Tarbiyah Imaniyah, yaitu pendidikan untuk menghidupkan hati agar memiliki rasa khauf (takut), raja' (pengharapan) dan mahabbah (kecin-taan) kepada Allah serta untuk menghilangkan kekeringan hati yang disebabkan oleh jauhnya dari Al Qur'an dan Sunnah. Tarbiyah Ilmiyah, iaitu pendidikan keilmuan berdasarkan dalil yang benar dan menghindari taqlid buta yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarbiyah Wa'iyah, iaitu pendidikan untuk mempelajari siasat orang-orang jahat, langkah dan strategi musuh Islam serta fakta dari berbagai peristiwa yang terjadi berdasarkan ilmu dan pemahaman yang benar. Tarbiyah Mutadarrijah, iaitu pendidikan bertahap, yang membimbing seorang muslim setingkat demi setingkat menuju kesempurnaannya, dengan program dan perencanaan yang matang. Bukan tarbiyah yang dilakukan dengan terburu-buru dan asal jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa tarbiyah yang diberikan Rasul kepada para sahabatnya. Berbagai tarbiyah itu menjadikan para sahabat memiliki iman baja, bahkan membentuk mereka menjadi generasi terbaik sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Meyakini Jalan yang Ditempuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dipungkiri bahawa seorang muslim yang bertambah keyakinannya terhadap jalan yang ditempuh iaitu Ahli Sunnah wal Jamaah maka ber-tambah pula tsabat (keteguhan iman) nya. Adapun di antara usaha yang dapat kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lakukan untuk mencapai keyakinan kukuh terhadap jalan hidup yang kita tempuh adalah: Pertama, kita harus yakin bahawa jalan lurus yang kita tempuh itu adalah jalan para nabi, shiddiqien, ulama, syuhada dan orang-orang salih. Kedua, kita harus merasa sebagai orang-orang terpilih kerana kebenaran yang kita pegang, sebagai-mana firman Allah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang Ia pilih." (QS. 27: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perasaan kita seandainya Allah menciptakan kita sebagai benda mati, binatang, orang kafir, penyeru bid'ah, orang fasik, orang Islam yang tidak mahu berdakwah atau da'i yang sesat? Mudah-mudahan kita berada dalam keyakinan yang benar yakni sebagai Ahli Sunnah wal Jamaah yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berdakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak digerakkan, jiwa seseorang tentu akan rosak. Untuk menggerakkan jiwa maka perlu dicari-kan medan yang tepat. Di antara medan pergerakan yang paling agung adalah berdakwah. Dan berdakwah merupakan tugas para rasul untuk membebaskan manusia dari azab Allah. Maka tidak benar jika dikatakan, fulan itu tidak ada perubahan. Jiwa manusia, bila tidak disibukkan oleh ketaatan maka dapat dipastikan akan disibukkan oleh kemaksiatan. Sebab, iman itu bisa bertambah dan berkurang. Jika seorang da'i menghadapi berbagai tentangan dari ahlul bathil dalam perjalanan dakwahnya, tetapi ia tetap terus berdakwah maka Allah akan semakin menambah dan mengukuhkan keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dekat dengan Ulama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Di antara manusia ada orang-orang yang menjadi kunci kebaikan dan penutup kejahatan." (HR. Ibnu Majah, no. 237, hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa bergaul dengan ulama akan semakin menguatkan iman seseorang. Tercatat dalam sejarah bahawa berbagai fitnah telah terjadi dan menimpa kaum muslimin, lalu Allah meneguhkan iman kaum muslimin melalui ulama. Di antaranya seperti diutarakan Ali bin Al Madini Rahima-hullah: "Di hari riddah (pemurtadan) Allah telah memuliakan din ini dengan Abu Bakar dan di hari mihnah (ujian) dengan Imam Ahmad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mengalami kegundahan dan problem yang dahsyat Ibnul Qayyim mendatangi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah untuk mendengarkan berbagai nasihatnya. Serta-merta kegundahannya pun hilang berganti dengan kelapangan dan keteguhan iman ( Al Wabilush Shaib, hal. 97).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Meyakini Pertolongan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pernah terjadi, seseorang tertimpa musibah dan meminta pertolongan Allah, tetapi pertolongan yang ditunggu-tunggu itu tidak kunjung datang, bahkan yang dialaminya hanya bencana dan ujian. Dalam keadaan seperti ini manusia banyak memerlukan tsabat agar tidak berputus asa. Allah berfirman: "Dan berapa banyak nabi yang berperang yang diikuti oleh sejumlah besar pengikutnya yang bertaqwa, mereka tidak menjadi lemah kerana bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu dan tidak pula menyerah (kepada musuh). Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada do'a mereka selain ucapan, Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami. Tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. Kerana itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. " (Ali Imran: 146-148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mengetahui Hakikat Kebatilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir yang bergerak dalam negeri ." (Ali Imran: 196) "Dan demikianlah Kami terang-kan ayat-ayat Al Qur'an (supaya jelas jalan orang-orang salih) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berbuat jahat (musuh-musuh Islam)." (Al An'am: 55) "Dan Katakanlah, yang benar telah datang dan yang bathil telah sirna, sesungguhnya yang bathil itu pastilah lenyap." (Al Isra': 81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai keterangan ayat di atas sungguh mententeramkan hati setiap orang beriman. Mengetahui bahawa kebatilan akan sirna dan kebenaran akan menang akan mengukuhkan seseorang untuk tetap teguh berada dalam keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Memiliki Akhlak Pendokong Tsabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak pendokong tsabat yang utama adalah sabar. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: "Tidak ada suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran." (HR. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kesabaran iman yang kita miliki akan mudah terombang-ambingkan oleh berbagai musibah dan ujian. Kerana itu, sabar termasuk senjata utama mencapai tsabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Nasihat Orang Salih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat para salihin sungguh amat penting ertinya bagi keteguhan iman. Kerana itu, dalam segala tindakan yang akan kita lakukan hendaklah kita sering-sering meminta nasihat mereka. Kita perlu meminta nasihat orang-orang salih saat mengalami berbagai ujian, saat diberi jabatan, saat mendapat rezeki yang banyak dan lain-lain. Bahkan seorang sekaliber Imam Ahmad pun, beliau masih perlu mendapat nasihat saat menghadapi ujian berat oleh intimidasi penguasa yang tiranik. Bagaimana pula halnya dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Merenungi Nikmatnya Syurga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan, kegembiraan dan sukacita. Ke sanalah tujuan pengembaraan kaum muslimin. Orang yang meyakini adanya pahala dan Syurga nescaya akan mudah menghadapi berbagai kesulitan. Mudah pula baginya untuk tetap tsabat dalam keteguhan dan kekuatan imannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam meneguhkan iman para sahabat, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sering mengingatkan mereka dengan kenikmatan Syurga. Ketika melewati Yasir, istri dan anaknya Ammar yang sedang disiksa oleh kaum musyrikin beliau mengatakan: "Bersabarlah wahai keluarga Yasir, tempat kalian nanti adalah Syurga." (HR. Al Hakim/III/383, hasan shahih) Mudah-mudahan kita bisa merawat dan terus-menerus meneguhkan keimanan kita sehingga Allah menjadikan kita khusnul khatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-8595467777611095025?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/8595467777611095025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/15-petunjuk-meneguhkan-iman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8595467777611095025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8595467777611095025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/15-petunjuk-meneguhkan-iman.html' title='15 Petunjuk Meneguhkan Iman'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-6589920442461621848</id><published>2010-10-22T01:27:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T01:27:41.257-07:00</updated><title type='text'>Aku Bangga Menjadi Seorang Muslim</title><content type='html'>1. Karena perintah Allah swt agar setiap Muslim menampakkan identitas keislamannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang MUSLIM (menyerah diri?") (QS. Fushshilat : 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karena Islam adalah nikmat Allah yang paling besar dan agama yang paling sempurna,&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu" (QS. Al Maidah : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karena hanya Islam satu-satunya agama yang diterima dan selainnya tertolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya." (QS. Ali Imran : 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Ali Imran: 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Karena dengan Islam mengangkat derajat manusia kepada puncak kehormatan dan menjunjung tinggi kemanusiaan adapun selainnya akan meruntuhkan nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (QS. Al Anfal : 55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS.Al A'raf : 179)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. Al Bayyinah:06)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Karena Islam sebagai jaminan dan kunci masuk syurga.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا أَبَا سَعِيدٍ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ فَعَجِبَ لَهَا أَبُو سَعِيدٍ فَقَالَ أَعِدْهَا عَلَيَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَفَعَلَ ثُمَّ قَالَ وَأُخْرَى يُرْفَعُ بِهَا الْعَبْدُ مِائَةَ دَرَجَةٍ فِي الْجَنَّةِ مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ قَالَ وَمَا هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang ridha Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, muhammad sebagai nabinya, maka wajib atasnya syurga. Maka Abu Said terkagum-kagum dengan ucapan tersebut kemudian berkata: Ulangi Wahai Rasulullah, kemudian Rasulullah mengulanginya dan berkata: "Dan selain daripada itu bahwa dengannya Allah swt mengangkat derajat seorang hamba disyurga sebanyak seratus derajat yang jarak antara satu tingkat dengan yang lainnya seperti langit dan bumi. Abu Said berkata: "Amalan apa itu wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Al Jihad fie sabilillah, Al Jihad fie Sabilillah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Islam memuliakan penganutnya dengan amalan yang paling mulia yaitu jihad dan mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki." (QS. Ali Imran:169)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ ؛ يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ ، وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَيَأْمَنُ مِنْ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ ، وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا ، وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنْ الْحُورِ الْعِينِ ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ .&lt;br /&gt;Bagi orang yang syahid terdapat 6 hal yang akan diterimanya, yaitu: Pertama, Allah memberi ampunan ketika pertama kali bergerak dan akan melihat tempatnya di Jannah. Kedua, selamat dari siksa kubur. Ketiga, selamat dari goncangan hari kiamat. Keempat, akan diberikan kepadanya mahkota kebesaran yang terbuat dari permata Yaqut sebagai tanda kehormatan yang jauh lebih mahal daripada dunia seisinya. Kelima, akan dikawinkan dengan 72 bidadari. Dan keenam, dapat memberi syafa’at kepada 70 keluarganya.” (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majjah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Karena Islam dan syariatnya membawa rahmat dan kedamaian bagi seluruh alam. Firman Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al Anbiya : 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Karena Al Islam diperuntukkan bagi seluruh manusia dan dengan syariatnya membawa kabar gembira dan kebahagiaan bagi penganutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS. Saba' : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Karena tidak ada paksaan dalam menganut agama Islam, dan setiap manusia memper-tanggungjawabkan atas kejahilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al Baqarah: 256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Karena Islam adalah dien yang paling tinggi dan paling mulia.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;الإِسْلاَمُ يَعْلُو وَلاَ يُعْلَى . ( رَوَاهُ الْبُخَارِي – وفي رِوَايَةِ الْمُسْلِم: الإِسْلاَمُ يَعْلُو وَلاَ يُعْلَى عَلَيْهِ )&lt;br /&gt;"Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi." (HR Bukhari, dan dalam riwayat yang lain: "Islam itu tinggi dan tidak ada yang melebihi atas ketinggiannya.")&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-6589920442461621848?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/6589920442461621848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/aku-bangga-menjadi-seorang-muslim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6589920442461621848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6589920442461621848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/aku-bangga-menjadi-seorang-muslim.html' title='Aku Bangga Menjadi Seorang Muslim'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-4460557275411589990</id><published>2010-10-22T01:25:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T01:25:54.373-07:00</updated><title type='text'>Al quran adalah CAHAYA DAN OBAT PENAWAR</title><content type='html'>Al Qur’an adalah obat yang berfungsi untuk mengobati hati manusia yang sedang sakit dan menghidupkan yang telah mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah ` bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةٌ إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ لَهَا سَائِرُ الْجَسَدِ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ لَهَا سَائِرُ الْجَسَدِ أََلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya di dalam tubuh badan ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruhnya, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruhnya. Ingatlah, bahwa segumpal daging itu ialah hati.” (Muttafaq ‘alaihi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata dalam kitabnya Ighatsatul Lahfaan fie Mashayidisy Syaithan: Hati manusia ada tiga; &lt;br /&gt;1. Hati yang selamat (qolbun saliim), -hatinya orang beriman- &lt;br /&gt;2. Hati yang sakit (qolbun mariidh), -hatinya orang munafik- &lt;br /&gt;3. Hati yang mati (qolbun mayyit). -hatinya orang kafir- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka al Qur’an akan menguatkan hati yang selamat, menyehatkan hati yang sakit dan menghidupkan hati yang telah mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS Yunus, 10: 56-58) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menam-bah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS al-Israa’, 17: 82) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah ia berkata, Rasulullah ` bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ مَأْدُبَةُ اللهِ ، فَتَعَلَّمُوا مِنْ مَأْدُبَتِهِ مَا اسْتَطَعْتُمْ . إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ حَبْلُ اللهِ وَالنُّورُ الْمُبِينُ وَالشِّفَاءُ النَّافِعُ ، عِصْمَةٌ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِهِ ، وَنَجَاةٌ لِمَنْ اتَّبَعَهُ ، لاَ يَزِيغُ فَيَسْتَعْتِبُ ، وَلاَ يَعْوَجُّ فَيُقَوَّمُ ، وَلاَ تَنْقَضِي عَجَائِبُهُ ، وَلاَ يَخْلَقُ عَنْ كَثْرَةِ الرَّدِّ . فَاتْلُوهُ فَإِنَّ اللهَ يَأْجُرُكُمْ عَلَى تِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ . أَمَا إِنِّي لاَ أَقُولُ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya al-Qur’an itu adalah hidangan Allah, oleh karena itu hendaklah kamu mengambilnya sekadar yang terdaya oleh kamu me-nyambutnya. Sesungguhnya al-Qur’an itu adalah tali Allah, cahaya yang terang benderang dan penawar yang berguna. Penjaga bagi siapa yang ber-pegang kepadanya, jaminan kejayaan bagi yang mengikutinya. Ia tidak salah menyebabkan ia tercela, ia tidak bengkok yang menyebabkan ia perlu diluruskan. Keajaibannya tidak kunjung habis dan ia tidak menjadi cact sekalipun banyak (isi kandungannya) ditolak orang. Bacalah al-Qur’an karena Allah akan memberikan ganjaran ke atas setiap huruf dari bacaan-mu dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif, Laam, Miim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, Miim satu huruf.” [HR ad Daarimi, no: 3181] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah ` bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَلَيْكَ بِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ ، فَإِنَّهُ نُوْرٌ لَكَ فِي الأَرْضِ وَذُخْرٌ لَكَ فِي السَّمَاءِ . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Haruslah kamu membaca al-Qur’an, sesungguhnya ia adalah cahaya untuk kamu di bumi dan perbendaharaan untukmu di langit.” [HR Ibnu Hibban] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah ia berkata, Rasulullah ` bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang mahir membaca al-Qur’an ia akan beserta para malaikat yang menjadi utusan yang mulia lagi maha suci, dan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia berat dan kesusahan dalam bacaannya akan mendapat dua pahala.” [HR Bukhari Muslim, lafazh ini adalah lafazh Muslim] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah ` bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ اسْتَمَعَ إِلَى آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ تَعَالَى كُتِبَ لَهُ حَسَنَةٌ مُضَاعَفَةٌ ، وَمَنْ تَلاَهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesiapa yang mendengarkan kepada satu ayat dari kitab Allah, dituliskan baginya kebaikan yang berlipat ganda, dan barangsiapa yang membaca-nya adalah baginya cahaya di hari kiamat.” [HR Ahmad, no: 8138] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Utsman bin ‘Affan ia berkata, Rasulullah ` bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkan-nya.” [HR Bukhari, Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah &amp; Abu Dawud]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-4460557275411589990?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/4460557275411589990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/al-quran-adalah-cahaya-dan-obat-penawar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4460557275411589990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4460557275411589990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/al-quran-adalah-cahaya-dan-obat-penawar.html' title='Al quran adalah CAHAYA DAN OBAT PENAWAR'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-1029565953529021662</id><published>2010-10-22T01:23:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T01:24:40.041-07:00</updated><title type='text'>Akibat buruk menjauhi dan meninggalkan al quran</title><content type='html'>Al Qur’an adalah kitabul hidayah (buku petunjuk hidup) yang diturunkan Allah kepada ummat manusia yang didalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan,yang menunjukkan kepada jalan yang lurus,yang menurunkan berkah,mendatangkan rahmat dan cahaya menuju jalan yang lurus. Al Qur’an juga merupakan obat mujarrab dan penyembuh segala penyakit dada (jiwa) dan mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya yang terang benderang. Orang-orang yang beriman kepadanya kemudian menjadikannya sebagai panduan hidupnya dan mengembalikan segala persoalan dan urusan hidup kepadanya maka dijamin baginya keselamatan, kesuksesan dan kebahagiaan didalam hidup dunia dan akhirat.Renungkan lah firman Allah sw berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?” (QS al Anbiyaa’, 21: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (QS al An’aam, 6: 155)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan mem beri khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih(QS Al Isra 17: 9-10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS Yunus, 10: 57-58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS al Israa’, 17: 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran). Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.” (QS an Nisaa’, 4: 174-175)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS al Maa-idah, 5: 15-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.” (QS az Zumar, 39: 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Allah-lah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih, (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.” (QS Ibrahim, 14: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya orang-orang yang mengkufurinya,menjauhi dan tidak memperdulikannya maka dia akan mendapatkan kebalikannya. Berikut adalah beberapa akibat yang akan diderita oleh orang-orang yang menjauhi dan meninggalkan Al Qur’an, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjadikan kehidupan yang sempit di dunia dan akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.” (QS Thaaha, 20: 124-126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syetan akan menjadi teman yang akan menyesatkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS az Zukhruf, 43: 36-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dimasukkan ke dalam neraka jahannam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS al A’raaf, 7: 179).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rumah tangganya ditimpa bala bencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibn Abbas ra ia berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang tidak ada al Qur’an sedikitpun di dalam rongga dadanya bagaikan rumah yang roboh.” (Riwayat Tirmidzi - 2837).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rumah yang sunyi dari Al Qur'an akan dimasuki syetan dan penghuninya akan susah dan sempit&lt;br /&gt;Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ كَانَ يَقُولُ إِنَّ الْبَيْتَ لَيَتَّسِعُ عَلَى أَهْلِهِ وَتَحْضُرُهُ الْمَلاَئِكَةُ وَتَهْجُرُهُ الشَّيَاطِينُ وَيَكْثُرُ خَيْرُهُ أَنْ يُقْرَأَ&lt;br /&gt;فِيهِ الْقُرْآنُ وَإِنَّ الْبَيْتَ لَيَضِيقُ عَلَى أَهْلِهِ وَتَهْجُرُهُ الْمَلاَئِكَةُ وَتَحْضُرُهُ الشَّيَاطِينُ وَيَقِلُّ خَيْرُهُ أَنْ لاَ يُقْرَأَ فِيهِ الْقُرْآنُ . وفي رواية : إِنِّ الْبَيْتَ الَّذِي لاَ يَقْرَأ فِيْهِ الْقُرْآنُ يَقِلُّ خَيْرُهُ وَيَكْثُرُ شَرُّهَ ويَضِيْقُ عَلَى أَهْلِهِ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya rumah akan mnjadi lapang atas penghuninya dan akan masuk ke dalamnya para malaikat dan akan keluar syetan-syetan akan banyak kebaikannya jika dibacakan al Qur'an didalamnya. Dan sesungguhnya rumah akan menjadi sempit atas penghuninya dan akan akan keluar malaikat dari padanya dan akan masuk syetan-syetan dan sedikit sekali kebaikannya jika tidak dibacakan al Qur'an di dalamnya. (HR ad Daarimi, 3175) Dalam riwayat lain: Sesungguhnya rumah yang tidak dibacakan al Qur'an di dalamnya, sedikit sekali kebaikannya dan banyak sekali keburukannya dan para penghuninya akan merasakan kesempitan dan kesengsaraan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَتَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ قَبُوْراً فَإِنَّ الْبَيْتَ الِّذِيْ تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ لاَ يَدْخُلُهُ الشَّيْطَانُ .&lt;br /&gt;"Janganlah kamu jadikan rumahmu laksana makam, sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat al Baqarah tidak akan dimasuki syetan." (HR Muslim, no: 780, Ahmad, no: 8238, Tirmidzi, no: 2877)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-1029565953529021662?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/1029565953529021662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/akibat-buruk-menjauhi-dan-meninggalkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1029565953529021662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1029565953529021662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/akibat-buruk-menjauhi-dan-meninggalkan.html' title='Akibat buruk menjauhi dan meninggalkan al quran'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-3211434418824301264</id><published>2010-10-22T01:20:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T01:20:33.912-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan bersabar dalam menghadapi cobaan</title><content type='html'>Insya Allah untuk Masalah ini kami akan mengangkat seruan-seruan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang ditujukan kepada wanita-wanita Mukminah, baik berupa peringatan ataupun berupa perintah-perintah yang dikhususkan bagi mereka. Dan artikel-artikel tersebut kami ambil dari buku 50 Wasiat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bagi Wanita, oleh Majdi As-Sayyid Ibrahim, terbitan Pustaka Al-Kautsar, cetakan kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN SABAR MENGHADAPI COBAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dari Ummu Al-Ala', dia berkata : "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjengukku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. 'Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala'. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak". (Isnadnya Shahih, ditakhrij Abu Daud, hadits nomor 3092)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ukhti Mukminah .!&lt;br /&gt;Sudah barang tentu engkau akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini. Boleh jadi cobaan itu menimpa langsung pada dirimu atau suamimu atau anakmu ataupun anggota keluarga yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar imanmu. Allah menurunkan cobaan kepadamu, agar Dia bisa menguji imanmu, apakah engkau akan sabar ataukah engkau akan marah-marah, dan adakah engkau ridha terhadap takdir Allah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat yang ada dihadapanmu ini disampaikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala menasihati Ummu Al-Ala' Radhiyallahu anha, seraya menjelaskan kepadanya bahwa orang mukmin itu diuji Rabb-nya agar Dia bisa menghapus kesalahan dan dosa-dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi engkau memperhatikan kandungan Kitab Allah, tentu engkau akan mendapatkan bahwa yang bisa mengambil manfaat dari ayat-ayat dan mengambil nasihat darinya adalah orang-orang yang sabar, sebagaimana firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung. Jikalau Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bagi setiap orang yang bersabar dan banyak bersyukur". (Asy-Syura : 32-33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memuji orang-orang yang sabar dan menyanjung mereka. Firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa". (Al-Baqarah : 177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau juga akan tahu bahwa orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar". (Ali Imran : 146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipatgandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan". (An-Nahl : 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". (Az-Zumar : 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan engkau akan mengetahui bahwa keberuntungan pada hari kiamat dan keselamatan dari neraka akan mejadi milik orang-orang yang sabar. Firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan): 'Salamun 'alaikum bima shabartum'. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu". (Ar-Ra'd : 23-24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar. Semua ini merupakan balasan bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi cobaan. Lalu kenapa tidak? Sedangkan orang mukmin selalu dalam keadaan yang baik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Shuhaib radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya". (Ditakhrij Muslim, 8/125 dalam Az-Zuhud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau harus tahu bahwa Allah mengujimu menurut bobot iman yang engkau miliki. Apabila bobot imanmu berat, Allah akan memberikan cobaan yang lebih keras. Apabila ada kelemahan dalam agamamu, maka cobaan yang diberikan kepadamu juga lebih ringan. Perhatikanlah riwayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dari Sa'id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. 'Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ? Beliau menjawab: Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya". (Isnadnya shahih, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023, Ad-Darimy 2/320, Ahmad 1/172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dari Abu Sa'id Al-Khudry Radhiyallahu anhu, dia berkata. 'Aku memasuki tempat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau sedang demam. Lalu kuletakkan tanganku di badan beliau. Maka aku merasakan panas ditanganku di atas selimut. Lalu aku berkata. 'Wahai Rasulullah, alangkah kerasnya sakit ini pada dirimu'. Beliau berkata: 'Begitulah kami (para nabi). Cobaan dilipatkan kepada kami dan pahala juga ditingkatkan bagi kami'. Aku bertanya. 'Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya ? Beliau menjawab: 'Para nabi. Aku bertanya. 'Wahai Rasulullah, kemudian siapa lagi? Beliau menjawab: 'Kemudian orang-orang shalih. Apabila salah seorang di antara mereka diuji dengan kemiskinan, sampai-sampai salah seorang diantara mereka tidak mendapatkan kecuali (tambalan) mantel yang dia himpun. Dan, apabila salah seorang diantara mereka sungguh merasa senang karena cobaan, sebagaimana salah seorang diantara kamu yang senang karena kemewahan". (Ditakhrij Ibnu Majah, hadits nomor 4024, Al-Hakim 4/307, di shahihkan Adz-Dzahaby)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata. "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Cobaan tetap akan menimpa atas diri orang mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya, sehingga dia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi satu kesalahanpun". (Isnadnya Hasan, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 2510. Dia menyatakan, ini hadits hasan shahih, Ahmad 2/287, Al-Hakim 1/346, dishahihkan Adz-Dzahaby)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi engkau bertanya : "Mengapa orang mukmin tidak menjadi terbebas karena keutamaannya di sisi Rabb?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kami jawab : "Sebab Rabb kita hendak membersihkan orang Mukmin dari segala maksiat dan dosa-dosanya. Kebaikan-kebaikannya tidak akan tercipta kecuali dengan cara ini. Maka Dia mengujinya sehingga dapat membersihkannya. Inilah yang diterangkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap Ummul 'Ala dan Abdullah bin Mas'ud. Abdullah bin Mas'ud pernah berkata. "Aku memasuki tempat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau sedang demam, lalu aku berkata. 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau sungguh menderita demam yang sangat keras'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata. "Benar. Sesungguhnya aku demam layaknya dua orang diantara kamu yang sedang demam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas'ud berkata. "Dengan begitu berarti ada dua pahala bagi engkau ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab. "Benar". Kemudian beliau berkata. "Tidaklah seorang muslim menderita sakit karena suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya". (Ditakhrij Al-Bukhari, 7/149. Muslim 16/127)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Sa'id Al-Khudry dan Abu Hurairah Radhiyallahu anhuma, keduanya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya". (Ditakhrij Al-Bukhari 7/148-149, Muslim 16/130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar menghadapi sakit, menguasai diri karena kekhawatiran dan emosi, menahan lidahnya agar tidak mengeluh, merupakan bekal bagi orang mukmin dalam perjalanan hidupnya di dunia. Maka dari itu sabar termasuk dari sebagian iman, sama seperti kedudukan kepala bagi badan. Tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar, sebagaimana badan yang tidak ada artinya tanpa kepala. Maka Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu anhu berkata. "Kehidupan yang paling baik ialah apabila kita mengetahuinya dengan berbekal kesabaran". Maka andaikata engkau mengetahui tentang pahala dan berbagai cobaan yang telah dijanjikan Allah bagimu, tentu engkau bisa bersabar dalam menghadapi sakit. Perhatikanlah riwayat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dari Atha' bin Abu Rabbah, dia berkata. "Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku. 'Maukah kutunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni sorga ? Aku menjawab. 'Ya'. Dia (Ibnu Abbas) berkata. "Wanita berkulit hitam itu pernah mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, seraya berkata. 'Sesungguhnya aku sakit ayan dan (auratku) terbuka. Maka berdoalah bagi diriku. Beliau berkata. 'Apabila engkau menghendaki, maka engkau bisa bersabar dan bagimu adalah sorga. Dan, apabila engkau menghendaki bisa berdo'a sendiri kepada Allah hingga Dia memberimu fiat'. Lalu wanita itu berkata. 'Aku akan bersabar. Wanita itu berkata lagi. 'Sesungguhnya (auratku) terbuka. Maka berdo'alah kepada Allah bagi diriku agar (auratku) tidak terbuka'. Maka beliau pun berdoa bagi wanita tersebut". (Ditakhrij Al-Bukhari 7/150. Muslim 16/131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah, ternyata wanita itu memilih untuk bersabar menghadapi penyakitnya dan dia pun masuk sorga. Begitulah yang mestinya engkau ketahui, bahwa sabar menghadapi cobaan dunia akan mewariskan sorga. Diantara jenis kesabaran menghadapi cobaan ialah kesabaran wanita muslimah karena diuji kebutaan oleh Rabb-nya. Disini pahalanya jauh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik, dia berkata. "Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Allah berfirman. 'Apabila Aku menguji hamba-Ku (dengan kebutaan) pada kedua matanya lalu dia bersabar, maka Aku akan mengganti kedua matanya itu dengan sorga". (Ditakhrij Al-Bukhari 7/151 dalam Ath-Thibb. Menurut Al-Hafidz di dalam Al-Fath, yang dimaksud habibatain adalah dua hal yang dicintai. Sebab itu kedua mata merupakan anggota badan manusia yang paling dicintai. Sebab dengan tidak adanya kedua mata, penglihatannya menjadi hilang, sehingga dia tidak dapat melihat kebaikan sehingga membuatnya senang, dan tidak dapat melihat keburukan sehingga dia bisa menghindarinya.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka engkau harus mampu menahan diri tatkala sakit dan menyembunyikan cobaan yang menimpamu. Al-Fudhail bin Iyadh pernah mendengar seseorang mengadukan cobaan yang menimpanya. Maka dia berkata kepadanya. "Bagaimana mungkin engkau mengadukan yang merahmatimu kepada orang yang tidak memberikan rahmat kepadamu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang Salaf yang shalih berkata : "Barangsiapa yang mengadukan musibah yang menimpanya, seakan-akan dia mengadukan Rabb-nya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud mengadukan di sini bukan membeberkan penyakit kepada dokter yang mengobatinya. Tetapi pengaduan itu merupakan gambaran penyesalan dan penderitaan karena mendapat cobaan dari Allah, yang dilontarkan kepada orang yang tidak mampu mengobati, seperti kepada teman atau tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Salaf yang shalih dari umat kita pernah berkata. "Empat hal termasuk simpanan sorga, yaitu menyembunyikan musibah, menyembunyikan (merahasiakan) shadaqah, menyembunyikan kelebihan dan menyembunyikan sakit".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti Muslimah !&lt;br /&gt;Selanjutnya perhatikan perkataan Ibnu Abdi Rabbah Al-Andalusy : "Asy-Syaibany pernah berkata. 'Temanku pernah memberitahukan kepadaku seraya berkata. 'Syuraih mendengar tatkala aku mengeluhkan kesedihanku kepada seorang teman. Maka dia memegang tanganku seraya berkata. 'Wahai anak saudaraku, janganlah engkau mengeluh kepada selain Allah. Karena orang yang engkau keluhi itu tidak lepas dari kedudukannya sebagai teman atau lawan. Kalau dia seorang teman, berarti dia berduka dan tidak bisa memberimu manfaat. Kalau dia seorang lawan, maka dia akan bergembira karena deritamu. Lihatlah salah satu mataku ini, 'sambil menunjuk ke arah matanya', demi Allah, dengan mata ini aku tidak pernah bisa melihat seorangpun, tidak pula teman sejak lima tahun yang lalu. Namun aku tidak pernah memberitahukannya kepada seseorang hingga detik ini. Tidakkah engkau mendengar perkataan seorang hamba yang shalih (Yusuf) : "Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku". Maka jadikanlah Allah sebagai tempatmu mengadu tatkala ada musibah yang menimpamu. Sesungguhnya Dia adalah penanggung jawab yang paling mulia dan yang paling dekat untuk dimintai do'a". (Al-Aqdud-Farid, 2/282)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abud-Darda' Radhiyallahu anhu berkata. "Apabila Allah telah menetapkan suatu takdir, maka yang paling dicintai-Nya adalah meridhai takdir-Nya". (Az-Zuhd, Ibnul Mubarak, hal. 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaharuilah imanmu dengan lafazh la ilaha illallah dan carilah pahala di sisi Allah karena cobaan yang menimpamu. Janganlah sekali-kali engkau katakan : "Andaikan saja hal ini tidak terjadi", tatkala menghadapi takdir Allah. Sesungguhnya tidak ada taufik kecuali dari sisi Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-3211434418824301264?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/3211434418824301264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/keutamaan-bersabar-dalam-menghadapi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/3211434418824301264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/3211434418824301264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/keutamaan-bersabar-dalam-menghadapi.html' title='Keutamaan bersabar dalam menghadapi cobaan'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-4094873513941683620</id><published>2010-10-22T01:18:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T01:18:49.753-07:00</updated><title type='text'>pintu pintu setan menggoda orang sholih</title><content type='html'>1. Mukadimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apa itu Syetan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metode-Metode Syetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pintu-Pintu Syetan : Provokasi &amp; Menyebarkan buruk sangka di tengah2 kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pintu-Pintu Syetan : Menghiasi Manusia Dengan Perbuatan Bid'ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pintu-Pintu Syetan : Memperbesar satu segi dari segi yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pintu-Pintu Syetan : Menunda-nunda Dan Membuat Tempo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pintu-Pintu Syetan : Kesempurnaan Yang Semu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pintu-Pintu Syetan : Tidak Mampu Mengukur Sesuatu Dengan Ukuran Yang Tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pintu-Pintu Syetan : Keragu-raguan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Pintu-Pintu Syetan : Menakut-nakuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Faktor-Faktor Yang Membantu Syetan Memainkan Perananya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pengobatan Dari Penyakit Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukadimah&lt;br /&gt;Segala puji hanya milik Alloh Tuhan semesta alam, kebahagiaan hanya untuk orang-orang yang takwa, kesejahteraan dan keselamatan semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Muhammad Shollallohu alaihi was sallam, keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengambil petunjuk beliau sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;Di antara sekian banyak cobaan yang menimpa umat di jaman kita yang baruI ini adalah pola berfikir yang ada pada sebagian generasi muslimin. Mereka mengibarkan bendera pemikiran yang sebagiannya disandarkan kepada ilmu-ilmu Islam. Berusaha untuk mencocokan antara Islam dengan produk-produk filsafat modern ala Eropa dalam segi pemikiran maupun bidang-bidang ilmu (ilmu agama) dan penelitian. Hal ini telihat jelas dalam usaha-usaha mereka “ merasionalkan dalil-dalil syariah” menurut sangkaan dan pemahaman mereka, dengan menciptakan pengkaburan makna-makna Islami yang kejelasannya sudah terang dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Mereka berusaha membelokkan arti yang sebenarnya kepada arti-arti yang rusak tanpa makna.&lt;br /&gt;Usaha yang mereka lakukan pada dasarnya bertujuan untuk memberikan stempel makna yang “rasional” pada dalil-dalil syariah yang sesuai dengan perkembangan jaman, juga agar diterima oleh akal-akal orang Eropa. Hal ini merupakan suatu kesalahan mendasar, salah satu bentuk dari “penyimpangan syar’i” serta penyimpangan dari metode ahlus sunnah wal jama’ah dalam berinterakasi dengan nash-nash wahyu. Di mana segi yang baru ini pada tataran kenyataan dakwah telah merugikan Islam beserta segala permasalahannya. Dan tidak sedikitpun manfaat yang dapat diambil dari pandangan mereka yang baru itu seperti yang mereka sangka sebelumnya. Sungguh telah jauh model penafsiran baru ini dari akal-akal Islam. Yang benar, sekarang tidak satu langkahpun akal orang-orang Eropa mampu mendekati ruang lingkup pembahasan wahyu ilahi dan Islam.&lt;br /&gt;Di antara satu bentuk model penafsiran yang menyimpang ini (merasionalkan makna yang telah jelas dalam Al-Quran maupun As-Sunnah) adalah pembahasan tentang syetan dalam Al-Quran yang mulia. Di mana sebagian dari mereka secara tidak langsung mengingkari keberadaanya, dengan mengatakan bahwa syetan itu hanyalah sebuah symbol atau lambang dari “kekuatan jahat” sedang yang lain mengatakan syetan itu merupakan ungkapan tentang “bisikan-bisikan jiwa” dan ungkapan-ungkapan bid’ah dan pembelokan-pembelokan dari makna yang sebenarnya, yang semua itu tidak sesuai sama sekali dengan pembahasan-pembahasan dan pengertian-pengertian menurut Kitab Alloh dan dasar-dasar din.&lt;br /&gt;Apa yang diharapkan dari model penafsiran yang menyimpang ini adalah agar kaum muslimin pada akhirnya tidak menerima keberadaan syetan, maka jadilah dalil-dalil yang jelas, seperti firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;[ إن الشيطان لكم عدو فاتخذوه عدوا] الفاطر: 6&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikannlah ia musuh (mu)” (QS. Al-Fahtir: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samar dan tidak bisa dipahami, dan bahaya yang paling besar adalah, pandangan bahwa ayat ini tidak menunjukkan adanya peran syetan yang sesungguhnya dalam perbuatan manusia, yang darinya (syetan) lahir ketergelinciran, kehancuran dan kemungkaran-kemungkaran.&lt;br /&gt;Persepsi seorang muslim dengan adanya syetan (yang sesungguhnya) akan menimbulkan suatu “imajinasi pertarungan” antara dirinya dengan syetan, dimana hal ini memberikan rangsangan kuat yang membuatnya tegar menghadapi fitnah, syahwat dan keanekaragaman bentuk kebatilan. Namun apabila persepsi seperti ini hilang, maka hilanglah kenyataan makna pertarungan, hingga ia lemah sampai akhirnya lenyaplah kekuatannya dalam menghadapi berbagai macam tipu daya syetan.&lt;br /&gt;Tulisan ini laksana air segar bagi kaum muslimin yang haus akan ilmu-ilmu agamanya, khususnya dalam meluruskan penyimpangan dan kesalahpahaman seputar masalah syetan dan sepak terjangnya. Memuat hal-hal mendasar guna menyadarkan kaum muslimin dari pintu-pintu masuknya syetan ke dalam jiwa mereka, juga keanekaragaman cara-cara syetan menyesatkan manusia sesuai dengan tabiat yang dimiliki oleh manusia, kekuatan iman, kadar ilmu, kebenarannya dalam beribadah dan lain-lain sebagainya yang berkaitan dengan masalah ini. (semoga Alloh Subhanahu wa Ta'ala memberikan pahala kepada penulis).&lt;br /&gt;Penulis (semoga Alloh merahmatinya) melalui tulisan ini berusaha mengungkapkan berbagai macam cara-cara masuknya syetan dalam mengoda manusia, menelaah hal-hal yang tersembunyi darinya, serta memberikan solusi untuk menutup pintu-pintu itu, dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dengan harapan kaum muslimin dapat mengambil manfaat darinya, dan dengannya pula jiwa kaum muslimin dapat terobati. Hanya Alloh pemberi hidayah dan taufik dan hanya kepada-Nya kita bergantung dan Dia-lah sebaik-baik penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Syetan?&lt;br /&gt;Merupakan salah satu pembahasan penting dalam aqidah Islamiyah yaitu…apa itu syetan? Apa ia hakiki atau hanya kiasan belaka? Atau ia berupa pikiran-pikiran jelek dan bisikan-bisikan saja, seperti dugaan sebagian orang? Atau syetan itu adalah kuman –kuman seperti klaim sebagian orang? Atau syetan itu hanya sebuah symbol dari kejahatan, hingga kemudian kita tidak membahasnya?&lt;br /&gt;Bagaimana aqidah (keyakinan) ahlus sunnah wal jama’ah dalam permasalahan ini? Aqidah kita, bahwa syetan itu adalah dari golongan jin. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;[ وإذ فلنا للملائكة اسجدوا لأدم فسجدوا إلا إبليس كان من الجن ففسق عن أمر ربه] الكهف: 50&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“ Dan (ingatlah ) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya..” (QS. Al-Kahfi: 50)&lt;br /&gt;Kita beriman (membenarkan) adanya jin dan manusia, dan syetan itu dari jin, dan ia bersama setiap manusia, setiap manusia bersama syetan. Dalilnya adalah sabda Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam dalam hadistnya yang mulia, yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud dan dikeluarkan oleh Imam Muslim:&lt;br /&gt;[ ما منكم من أحد إلا وقد وكل قرينه من الجن، وقرينه من الملائكة...] وقالوا: وإياكم يا رسول الله ؟!&lt;br /&gt;قال: وإياي، ولكن الله-عز وجل-أعانني عليه فلا يأمرني إلا بخير" وراه مسلم برقم:2814 في صفات المنافقين: باب تحريش الشيطان وبعثه سراياه لفتنة الناس&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“ Tidak satupun dari kalian kecuali ada pendampingnya dari jin dan malaikat …” Para sahabat bertanya: Engkau juga ya Rosululloh? Beliau bersabda: “demikian juga dengan saya, akan tetapi Alloh SWT telah membantuku dengan menundukkannya, maka tidaklah ia menyuruhku kecuali dalam kebaikan” (HR. Muslim. No: 2814 dalam sifat orang-orang munafik, bab; hasutan dan diutusnya syetan sebagai ujian bagi manusia)&lt;br /&gt;Dengan demikian maka setiap manusia mempunyai pendamping dari jin, demikian juga dengan Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam, akan tetapi pendamping Beliau telah ditundukkan oleh Alloh Subhanahu wa Ta'ala sehingga tidak menyuruh kecuali kebaikan. Alloh Subhanahu wa Ta'ala dalam ayat yang lain berfirman:&lt;br /&gt;[ قل أعوذ برب الناس. ملك الناس. إله الناس. من شر الوسواس الخناس. الذي يوسوس في صدور الناس. من الجنة والناس] سورة الناس: 1-6&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“ Katakanlah : Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai ) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syetan yang bersembunyi. Yang membisikan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia” (QS. An-Naas: 1-6)&lt;br /&gt;Kadang-kadang bisikan (kejahatan) itu berasal dari manusia yang berperangai buruk atau bisa juga datang dari jin, syetan dari golongan jin juga membisikan kejahatan kepada manusia. Syetan mempunyai keturunan dan berkembang-biak. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;“ Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin”(QS. Al-Kahfi: 50)&lt;br /&gt;Dalam kehidupan di dunia ini keturunan syetan dan pengikut-pengikutnya mereka berperan dan berusaha menggoda manusia agar terjerumus dalam perbuatan dosa.&lt;br /&gt;Metode-Metode Syetan&lt;br /&gt;Syetan memakai metode setahap demi setahap dalam menjerumuskan manusia, baik itu dalam arena dakwah maupun aktivitas yang ditempuh untuk menuju ke arahnya. Ibnul Qoyyim –semoga Alloh merahmatinya – telah menyebutkan 6 tahapan yang digunakan syetan dalam arena dakwah untuk menjerumuskan manusia. Tahapan-tahapan itu adalah:&lt;br /&gt;Kufur dan Syirik&lt;br /&gt;Syetan berusaha untuk menjadikan manusia kafir atau menyekutukan Alloh, dan apabila ia seorang muslim, maka syetan menurunkan targetnya ke tahap berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah&lt;br /&gt;Syetan berusaha menjerumuskan manusia agar ia menjadi seorang mubtadi’ dan mempraktikkannya, namun apabila orang itu seorang yang berpegang teguh kepada sunnah, maka syetan menurunkan targetnya ke tahap berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa-dosa besar&lt;br /&gt;Pada tahap ini syetan berusaha menggoda manusia agar ia melakukan dosa-dosa besar, namun apabila laki-laki itu telah dijaga oleh Alloh dari perbuatan-perbuatan itu mak syetan pun tidak putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa-dosa kecil&lt;br /&gt;Godaan pada tahap ini adalah agar seorang muslim terjebak dalam dosa-dosa kecil, dan apabila Alloh juga telah menjaganya dari perbuatan itu, maka syetan berusaha mencari cara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sibuk dengan perkara mubah&lt;br /&gt;Taktik Syetan pada tingkatan ini adalah membuat manusia sibuk dengan perkara-perkara mubah (yang dibolehkan) sehingga banyak waktunya yang hilang, hingga ia tidak sempat sibuk dalam perkara-perkara yang lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sibuk dengan amalan utama&lt;br /&gt;Tingkatan terendah dari godaan syetan pada manusia yaitu membuat orang sibuk dengan perkara-perkara utama dari pada sibuk dengan perkara-perkara yang lebih utama, atau menyibukkan dengan perbuatan baik tertentu daripada perbuatan yang lebih baik atau lebih bagus. Seperti membuat seseorang sibuk dengan amalan sunnah namun lalai dengan amalan wajib, atau bahkan meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan sangat bersemangat dalam da’wahnya, bertingkat-tingkat dalam setiap seruannya, adapun metode yang digunakannya maka ia menuntun manusia selangkah demi selangkah, seperti disebutkan dalan firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;“ Makanlah dari rizki yang telah diberikan Alloh kepada kamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagi kamu”.(QS. Al-An’aam: 142)&lt;br /&gt;Pada mulanya syetan berjalan dengan manusia setahap-demi setahap. Kemudian naik setingkat demi setingkap hingga sampai pada tujuan yang ingin dicapai, dan syetan menggoda manusia dengan menggunakan cara yang sesuai dengan keadaan orang itu,&lt;br /&gt;menggoda orang zuhud dengan cara zuhud&lt;br /&gt;menggoda orang pandai melalui pintu ilmu&lt;br /&gt;demikian juga menggoda orang bodoh melalui pintu kebodohan&lt;br /&gt;PINTU-PINTU SYETAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pintu-pintu masuknya syetan pada diri manusia sangat banyak, sehingga sulit sekali untuk bisa menggumpulkan semuanya, akan tetapi akan kita sebutkan beberapa diantaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provokasi dan menyebarkan buruk sangka di tengah-tengah kaum muslimin&lt;br /&gt;Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori:&lt;br /&gt;[ إن إبليس قد يئس أن يعبده الصالحون...ولكن يسعى بينهم في التحريش] رواه مسلم (2812) في صفات المنافقين، باب تحريش الشيطان وبعثه سراياه لفتنة الناس&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya iblis telah putus asa, agar ia bisa disembah oleh orang-orang yang sholih, akan tetapi ia (tidak putus asa) untuk berusaha menyebarkan hasutan (di tengah-tengah mereka)”. (HR.Bukhori, no. 2812 di bagian: sifat-sifat orang munafik bab: hasutan syetan dan rahasia pengutusannya sebagai ujian bagi manusia)&lt;br /&gt;Maksud hadist di atas adalah iblis berjalan di tengah-tengah kaum muslimin untuk menyebarkan pertengkaran, kebencian, kedengkian dan fitnah, dan menyibukan mereka dengan hal-hal itu. Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: “ Syetan telah putus asa agar ia disembah oleh orang-orang sholih di dataran Arab”.&lt;br /&gt;Buruk sangka biasanya datang dari syetan, mengenai hal ini ada hadist Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam yang diriwayatkan oleh Ummul Mu’minin Shofiah binti Huyai –semoga Alloh ridho kepadanya- beliau berkata:&lt;br /&gt;“ Suatu ketika Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam sedang i’tikaf di masjid maka aku datang dan mengunjungi Beliau pada malam hari, aku bicara dengan Beliau kemudian aku berdiri untuk pulang ke rumahku, selanjutnya Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam berdiri untuk menemani aku pulang, tiba-tiba 2 orang laki-laki dari Anshor –semoga Alloh ridho kepada keduanya- lewat, ketika keduanya melihat Nabi Shollallohu alaihi was sallam mereka mempercepat langkahnya, segera Shollallohu alaihi was sallam bersabda: “Perlahanlah kalian berdua!, sesungguhnya ia adalah Shofiah binti Huyai”. Seketika keduanya berkata: Maha Suci Alloh yaa..Rosululloh….Maka bersabdalah Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam: “ Sesungguhnya syetan mengalir dalam diri anak Adam seperti mengalirnya darah, aku takut seandainya ia melemparkan kejelekan ke dalam hati kalian berdua, hingga menggatakan sesuatu” (HR. Bukhori; 4/240, masalah I’tikaf , Bab; “Apakah orang yang sedang I’tikaf boleh keluar sampai pintu masjid”)&lt;br /&gt;Seorang laki-laki berjalan dengan seorang wanita pada malam hari, maka keadaan seperti ini sudah barang tentu menimbulkan keraguan dan buruk sangka, maka Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam ingin menghilangkan hal itu sehingga Beliau bersabda: “ Perlahanlah kalian berdua! ini adalah Shofiah”…dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa menjadi suatu keharusan apabila seseorang berada dalam keadaan yang memungkinkan timbulnya buruk sangka agar ia menjelaskan keadaan yang sebenarnya (baik itu dilihat atau didengar) sehingga tidak ada tempat untuk timbulnya buruk sangka.&lt;br /&gt;Buruk sangka merupakan pintu syetan, ia menjadikan seseorang selalu mendengar perkataan hingga akhirnya ia uraikan dan pahami sekehendaknya, sedangkan setan mempunyai ambisi untuk menebarkan hasutan di tengah-tengah manusia, seperti yang disebutkan dalam hadist nabawi yang diriwayatkan oleh Sulaiman ibn Shirod – semoga Alloh ridho kepadanya- ia berkata: Suatu ketika aku duduk bersama Nabi Shollallohu alaihi was sallam dan dua orang laki-laki saling memaki hingga wajah salah satunya memerah dan urat-urat lehernya menonjol karena marah, maka Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam bersabda: Sesungguhnya saya mengetahui satu kata seandainya diucapkankan maka hilanglah apa yang menimpanya, seandainya ia berkata: aku berlindung kepada Alloh dari godaan syetan yang terkutuk, maka hilanglah apa yang menimpanya (kemarahan)” (HR. Bukhori: 10/431 masalah Adab bab: waspada dari kemarahan)&lt;br /&gt;Menghiasi manusia dengan perbuatan bid’ah&lt;br /&gt;Syetan datang untuk menghiasi manusia dengan perbuatan bid’ah, ia mengatakan kepada manusia: “sesungguhnya manusia pada saat ini sudah jauh dengan agama mereka (Islam), dan sulit bagi mereka untuk kembali, alangkah baiknya jika kita mengerjakan sebagian jenis ibadah kemudian kita tambahi agar orang-orang itu mau kembali kepada agamanya”. Atau kadang-kadang syetan datang melalui ibadah yang jelas datangnya dari Nabi Shollallohu alaihi was sallam (sunnah) kemudian ia tambahkan, kemudian syetan datang dan mengatakan: “menambah untuk berbuat baik adalah baik, maka tambahkan!”.Hingga jadilah ibadah yang semula sunnah itu penuh dengan tambahan atau lebih tepat lagi ia berubah menjadi ibadah yang baru.&lt;br /&gt;Kadang kala syetan datang kepada sebagian orang dan mengatakan: (Orang-orang sudah jauh sekali dari agama ini, mungkin kita bisa membuat hadist untuk menakut-nakuti mereka). Hingga mereka kemudian merekayasa hadist yang disandarkan kepada Rosul Shollallohu alaihi was sallam dan berkata: (kami berdusta akan tetapi kami tidak mendustai Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam, kami hanya mendustai mereka)&lt;br /&gt;Mereka berdusta demi Rosululloh!! Membuat hadist palsu untuk menakut-nakuti manusia dari api neraka! Mereka menggambarkan neraka dengan gambaran yang aneh! Dan menggambarkan surga melalui cara yang aneh lainnya!. Kita mengetahui bahwa ibadah itu merupakan perkara tauqifiah (baku/paten) yaitu kita mengambilnya sebagaimana ia datang dari Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam, seperti yang Alloh Subhanahu wa Ta'ala datangkan kepada Beliau. Bukan hak kita untuk mendatangkannya dan menambahkan apalagi merubah semau kita, sesungguhnya ini adalah bid’ah yang diciptakan oleh syetan.&lt;br /&gt;Memperbesar satu segi dari segi yang lain&lt;br /&gt;1. Pada tingkat individu&lt;br /&gt;Kadang-kadang seseorang banyak terjerumus dalam perbuatan dosa dan maksiat, akan tetapi ia mengerjakan sholat sebagai alasan untuk melegalkan perbuatan dosanya. Sholat adalah tiang agama, dan ia merupakan perbuatan seseorang yang pertama kali akan dihitung pada hari kiamat, maka tidak mengapa melakukan beberapa dosa dan maksiat toh saya masih sholat! Demikian alasan yang ia kemukakan.&lt;br /&gt;Ia menjadikan sholat segala-galanya dan meremehkan segi-segi lainnya, hal itu ia lakukan sebagai upaya justifikasi sedikitnya ia dalam ibadah-ibadah yang lain…maka ia memperbesar masalah sholat dan mengecilkan yang lain.&lt;br /&gt;Memang benar bahwa sholat merupakan tiang agama, akan tetapi ia bukanlah seluruh din, maka datanglah syetan melegalisasi keterbatasan seseorang dalam beribadah.&lt;br /&gt;Ada juga orang yang berkata : “ agama itu pergaulan” maka yang paling penting adalah bergaul dan berbuat baik sesama manusia, tidak mendustai mereka, tidak menipu mereka sekalipun tidak sholat maka tidak mengapa. Bukankah nabi Shollallohu alaihi was sallam telah bersabda: “ agama ini adalah muamalah”&lt;br /&gt;Kadangkala seseorang mengatakan: “yang terpenting dari segala sesuatu adalah niat baik, tidak ada dalam hatiku dengki kepada seseorang dan marah kepada yang lain” Ia meninggalkan amal-amal sholih yang lainnya dan mengandalkan niat baiknya semata.&lt;br /&gt;Pintu syetan yang lain adalah, ada sebagian orang yang mengutamakan belajar Al-Quran baik bacaan maupun tajwidnya…..ia sangat mengutamakannya lebih besar dari amal-amal yang lainnya hingga ia meninggalkan banyak hal karena ia hanya mengutamakan satu hal ini semata. Padahal sudah tidak diragukan lagi bahwa belajar Al-quran bukanlah satu-satunya dalam agama ini. Kesalahan yang terjadi di sini adalah bukan pada perhatiannya yang besar, akan tetapi dalam memperbesarnya sehingga ia mengecilkan arti ibadah penting yang lain.&lt;br /&gt;2. Pada tingkat kelompok&lt;br /&gt;Pintu syetan yang satu ini juga tampak menonjol pada tingkat kelompok, maka anda melihat trend yang sedang merebak pada kelompok-kelompok da’wah sekarang ini, mereka mengatakan:&lt;br /&gt;Yang paling penting sekarang ini adalah kita mengetahui kenyataan kaum muslimin dan musuh-musuhnya. Terpenting pada saat sekarang ini adalah masalah politik, karena sekarang kita hidup di suatu jaman tertentu, bukan jaman kerohiban lagi.&lt;br /&gt;Demikianlah Anda akan mendapatkan para pelaku trend ini mendalami betul masalah komunisme, sekulerisme, Zionisme, Ahmadiyah dll. Kemudian Anda Tanya mereka tentang Islam …maka mereka tidak mengetahuinya sama sekali.&lt;br /&gt;Sebaliknya dari lawan di atas adalah, satu kelompok memperbesar-besarkan masalah-masalah ibadah (dengan mengecilkan masalah yang lain). Mereka mengatakan: yang paling penting adalah hubunganmu dengan Alloh, yang terpenting adalah sholat, atau engkau menjadi orang yang zuhud, takwa. Dan ia membuang seluruh masalah-masalah lain, mengenyampingkan selain masalah-masalah ruhiah.&lt;br /&gt;Kadang-kadang yang lain mengatakan ( dan ini nyata adanya dalam medan da’wah Islam): yang paling penting adalah kesatuan barisan (persatuan). Alloh Ta’ala telah berfirman:&lt;br /&gt;( واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا) آل عمران: 103&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“ Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama)Alloh, dan janganlah kamu bercerai-berai (QS; Ali Imron: 103)&lt;br /&gt;Mereka menjadikan hal ini di atas segalanya sekalipun di atas aqidah yang berbeda-beda. Mereka bersatu dengan manusia yang mempunyai aqidah dan keyakinan yang beraneka-ragam yang menyelisihi aqidah kita. Mereka beralasan bahwa hal yang paling penting adalah kita saling menerima, karena saat ini musuh-musuh kita sedang mengeroyok kita semua. Yang benar adalah kita bertemu di atas satu landasan, berpijak di atas satu agama, bukan bertemu di atas kegoncangan dan perbedaan aqidah.&lt;br /&gt;Oleh karena itu keseimbangan sangat diperlukan dalam meletakan satu perkara dengan masalah yang lain. Adapun syetan, pada umumnya ia masuk melalui pintu memperbesar-besar satu masalah dengan meremehkan segi-segi yang lain.&lt;br /&gt;Menunda-nunda dan Membuat Tempo&lt;br /&gt;Diantara pintu-pintu syetan dalam menjerumuskan manusia adalah menunda-nunda, membuat tempo, serta panjang angan-angan. Orang biasa mengatakannya dengan hambatan besar atau penghalang. Sebagian orang memasang target (perkara tertentu) di depannya seperti layaknya sebuah rintangan, kemudian ia mengatakan: “ “Jika saya sudah selesai sekolah –insyaa Alloh – baru saya akan bertaubat”. Belajar ia jadikan sebagai penghalang baginya untuk bertaubat dari perbuatan dosa tertentu. Kemudian jika sudah selesai dari pendidikannya, kembali ia akan mengatakan: “Nanti jika saya sudah bekerja baru saya akan bertaubat”. Hingga akhirnya ia pun mendapat pekerjaan namun belum bertaubat juga dari perbuatan dosanya. Demikianlah ia akan mengatakan: “jika saya sudah pergi haji…, jika saya sudah menikah…., jika….jika….dan seterusnya demikian., selalu memasang target tertentu di depanya.&lt;br /&gt;Maka orang hidup dengan target-target tertentu, berlalu bersama angan-angan hingga akhirnya ia meninggal dan belum memulai kehidupan yang sebenarnya. Sesungguhnya tujuan akhir yang diinginkan syetan terhadap dirimu adalah mencegah engkau dari berusaha, atau menundanya. Hal ini adalah pintu jebakan yang sangat berbahaya bagi orang-orang yang sholih.&lt;br /&gt;Kadang-kadang syetan datang dan mengatakan kepada engkau…..”Saat ini kamu belum layak untuk mengajari orang-orang atau untuk menyeru mereka kepada kebenaran…..tunggulah sampai kamu pandai, kita diperintahkan untuk menyampaikan walaupun satu ayat, apabila kamu sudah belajar sesuatu maka ajarilah orang sekalipun hanya satu ayat”&lt;br /&gt;Ibnu Jauzi mengatakan: dalam bukunya yang berjudul “Talbisu Iblis”: Berapa banyak orang yang mempunyai keinginan untuk bersungguh-sungguh, maka syetan menggodanya melalui bisikan untuk menunda-nunda keinginannya itu. Membuat orang itu mengatakan: “nanti saja”. Dan berapa banyak orang yang mempunyai kesungguhan dalam urusan kebaikan dibuat putus asa oleh syetan. Mungkin ada orang pandai yang ingin mengulangi pelajarannya, maka syetan-pun membisikan kepadanya: “Istirahatlah sebentar!”. Dan senantiasa syetan menumbuhkan kemalasan dan menunda-nunda pekerjaan. Mungkin juga syetan masuk pada seorang hamba yang taat saat hendak sholat malam, kemudian membisikan kepadanya: “malam masih panjang”. Hingga akhirnya shubuh-pun datang dan ia tidak sholat.&lt;br /&gt;Kesempurnaan yang Semu&lt;br /&gt;Kadangkala seseorang merasa bahwa dirinya sempurna dan ini merupakan pintu syetan yang lain dalam menggoda manusia. Syetan mengatakankepadanya: “Kamu lebih baik dari yang lainnya, kamu sholat sedang yang lainnya banyak yang tidak sholat, kamu puasa sedang kebanyakan orang tidak puasa”. Maka syetan menjadikan engkau melihat ke bawah dalam urusan amal-amal kebaikan. Hal ini ia lakukan tidak lain hanya untuk membuat kamu putus asa dalam beramal sholih…ketika kamu melihat bahwa dirimu lebih baik dari yang lainnya.&lt;br /&gt;Syetan akan mengatakan: “ Amal-amal perbuatanmu akan menolongmu”. Kemudian ia menjadikan engkau sibuk dengan perkara-perkara yang dibolehkan. “ Istirahatlah sebentar! Kamu sangat sibuk, kamu lebih baik dari yang lainnya…Demikianlah syetan membuatnya santai dan tidak bersungguh-sungguh dalam beramal sholih.&lt;br /&gt;Adapun yang dituntut adalah sebaliknya; yaitu engkau melihat kepada seseorang yang amalannya lebih baik darimu. Dia puasa senin dan kamis sedang engkau tidak. Melihat kepada seseorang yang banyak mengerjakan amalan-amalan sunnah sedang engkau tidak. Inilah yang diinginkan darimu.&lt;br /&gt;Tidak Mampu Mengukur Sesuatu dengan Ukuran Yang Tepat&lt;br /&gt;Sesungguhnya syetan mempunyai 2 cara dalam memandang sesuatu:&lt;br /&gt;Kagum Terhadap Diri Sendiri dan Arogan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu syetan mendorong manusia untuk kagum terhadap dirinya, hingga ia terkena penyakit sombong dan takabur. Syetan mengatakan kepadanya: “ Kamu sudah berbuat banyak, lihatlah dirimu, engkau berbuat demikian, engkau beramal demikian”. Hingga akhirnya manusia itu terperdaya dan menjadi sombong. Merendahkan dan meremehkan yang lainnya, menolak kebenaran, menolak untuk kembali dari kesalahannya, serta menolak untuk menimba ilmu dan belajar dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah memperhatikan di beberapa majelis ilmu bahwa sebagian orang ketika salah dalam membaca Al-Quran, seketika ia berhenti menimba ilmu dari majelis ini karena takut mendapat kesalahan di hadapan manusia, sampai akhirnya ia tidak belajar selama hidupnya. Padahal ia mampu untuk terus belajar hingga kesalahannya dapat diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ia mau berpikir sejenak maka ia akan mengetahui bahwa orang yang bacaan Al-Quran-nya baik, dahulu pun ia sama seperti dia (bacaannya jelek). Tetapi kemudian ia belajar hingga bacaannya-pun bagus. Selama sifat ini dilindungi maka ia akan menemani seseorang sepanjang hidupnya. Pepatah mengatakan: “Ibarat bangkai yang dibungkus rapat, lambat-laun tercium juga” Demikianlah, hendaknya seseorang itu berusaha untuk melatih dirinya agar terlepas dari kebiasaan-kebiasaan buruknya, bukan malah menyembunyikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang Rendah Diri Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini syetan akan mengatakan: “Kamu harus rendah diri, barang siapa yang rendah diri maka Alloh akan mengangkatnya, kamu belum layak untuk masalah ini, masalah ini hanya pantas untuk orang yang mumpuni”. Adapun maksud syetan di sini adalah menjauhkan engkau dari medan dakwah melalui pintu merendahkan diri. Syetan menjadikan engkau menghinakan dirimu sendiri, sampai pada tingkatan engkau tidak mampu untuk mengambil manfaat dan menggunakan kemampuan yang engkau miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita bertanggung-jawab terhadap kekuatan dan kemampuan yang kita miliki masing-masing, oleh karena itu harus digunakan, apabila tidak, maka kita akan ditanya tentang kemampuan yang kita miliki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukanlah masalah merendahkan diri atau tawadhu’ akan tetapi lari dari tanggung jawab, dan berlepas diri dari menunaikan kewajiban. Akan tetapi syetan akan mengatakan kepadanya: “ Tinggalkan medan ini untuk orang yang lebih utama dari kamu, dakwah adalah amalan yang mulia, suatu perbuatan yang hanya pantas untuk orang-orang tertentu dan sedikit”. Maka syetan-pun datang dengan pemikiran yang mendukung hal ini. Kadang-kadang seseorang itu mengalami kesalahan di tengah-tengah tugasnya, dengan satu kesalahan ini ia pun memukul rata dan membuat kesimpulan bahwa dirinya tidak mampu. Generalisasi semacam ini adalah pintu dan perbuatan syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang syetan juga mendorong seseorang untuk menghinakan dirinya sendiri. Membuang akalnya sampai-sampai tidak mampu berpikir. Bertanya pada dirinya sendiri, siapa saya ini dibanding sang guru?. Siapa saya dibanding ulama ini?dan pertanyaan-pertanyaan sejenis ini. Ia membuang akalnya dan tidak berpikir kecuali dengan pikiran gurunya. Tidak berbuat kecuali apa yang dikatakan gurunya. Gurunya adalah yang paling benar, sedang orang lain salah semuanya. Maka dari sinilah awal dari pengagungan dan menganggap seseorang tanpa cacat, yang pada akhirnya akan membawa seseorang pada fanatik berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang benar adalah dengan kembali kepada syariat. Seseorang itu bagaimana-pun tinggi dan luas ilmunya mempunyai potensi untuk salah. Maka timbanglah seluruh ucapan manusia itu dengan firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan sabda Rosul-Nya Shollallohu alaihi was sallam. Yang sesuai maka kita ambil, adapun yang menyelisihinya maka buanglah.&lt;br /&gt;Keragu-raguan&lt;br /&gt;Keragu-raguan merupakan pintu masuk syetan yang sangat berbahaya pada diri seseorang….akan tetapi bagaimana hal ini bisa terjadi?&lt;br /&gt;Contoh untuk hal ini adalah; Ketika ada orang sholih yang berpegang teguh dengan perintah-perintah Alloh dan menjauhi larangan-larangan-Nya terjun dalam dunia pendidikan dengan menempuh jalan yang lurus, maka syetan-pun datang pada orang itu dan membuat keragu-raguan tentang kebenaran jalan yang ditempuhnya.&lt;br /&gt;Khususnya ketika orang yang sholih ini berjumpa dengan orang-orang yang jelek, orang-orang yang tidak berpegang teguh dengan syariat Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Maka syetan datang dengan bisikannya (Apakah semua orang itu masuk neraka, sedang kamu di surga? ).&lt;br /&gt;Dan yang benar adalah, jangan anda jadikan jumlah banyak atau sedikit sebagai standar kebenaran dan kesalahan. Kebenaran adalah yang sesuai dengan firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan sabda Nabi-Nya Shollallohu alaihi was sallam. Jama’ah yang benar itu bukan dinilai dari mayoritas akan tetapi jama’ah itu adalah yang cocok dengan kebenaran, …sekalipun engkau sendirian. Alloh Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:&lt;br /&gt;( وما أكثرالناس ولو حرصت بمؤمنين) يوسف: 103&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“ Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman –walaupun kamu sangat menginginkan” (QS; yusuf: 103).&lt;br /&gt;Salah seorang tabi’in Nua’im ibn Hammad –semoga Alloh ridho kepadanya- mengatakan: Sesungguhnya jama’ah itu adalah yang sejalan dengan ketaatan kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Dan apabila jamaah telah rusak maka hendaknya engkau bersama jama’ah sebelum rusaknya. Sekalipun engkau sendirian dalam kebenaran maka engkau adalah jamaah.&lt;br /&gt;Dan diantara pintu-pintu syetan dalam membuat keragu-raguan adalah, meniupkan keragu-raguan dalam niat. Syetan membisikan kepada orang sholih: “ Kamu mencari ketenaran, ingin dipuji orang, kamu munafik, melakukan ini semua hanya karena manusia” . Semua bisikan-bisikan tujuannya hanyalah untuk melemahkan semangat dan meninggalkan amal kebaikan. Di antara contoh dalam masalah ini adalah; seorang laki-laki yang ingin bersedekah, orang-orangpun melihatnya. Maka iapun mengatakan: “ Jika mereka melihat, maka mereka akan menduga bahwa saya bersedekah hanya karena ingin dilihat orang, lebih baik saya tidak bersedekah”.&lt;br /&gt;Kita memang diperintahkan untuk selalu memelihara dan meluruskan niat, sampai niat dalam ibadah itu ikhlas semata-mata karena Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Salah seorang tabiin Ibrohim ibn Adham –semoga Alloh ridhi kepadanya- mengatakan: “saya dapati 30 orang dari sahabat Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam semuanya merasa takut atas dirinya jika sampai beramal tanpa ikhlas”&lt;br /&gt;Sesungguhnya seseorang itu dituntut untuk selalu mawas diri, akan tetapi bukan demikian caranya. Bukan dengan cara meninggalkan amal baik, akan tetapi mawas diri yang tepat adalah mawas diri yang menjadikan dirimu selalu berusaha untuk menambah amal kebaikan. Al-Harist ibn Qois –semoga Alloh ridho kepadanya- mengatakan: “ Apabila syetan datang kepadamu ketika engkau sedang sholat dan ia mengatakan, “ kamu mencari perhatian” maka panjangkan sholat”&lt;br /&gt;Menakut-nakuti&lt;br /&gt;Syetan mempunyai 2 cara untuk menakut-nakuti manusia:&lt;br /&gt;a. Membuat Takut kepada Pembela dan Kawan –Kawan Syetan.&lt;br /&gt;Syetan membuat takut manusia kepada pasukan, penolong dan kawan-kawan syetan dari kalangan pelaku maksiat dan orang-orang fasik. Syetan menghembuskan ucapannya ke dada dan berkata: “ Hati-hati kamu dengan mereka. Mereka mempunyai kekuatan yang besar, tinggalkan ketaatan kepada Alloh dan amal baik!&lt;br /&gt;Mengenai hal ini Alloh Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:&lt;br /&gt;(إنما ذلكم الشيطان يخوف أولياءه فلا تخافوهم وخافون إن كنتم مؤمنين) آل عمران: 175&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaithon yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraish), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaku, jika kamu benar-benar orang yang beriman) (QS; Ali Imron: 175)&lt;br /&gt;b. Takut Kepada Kemiskinan&lt;br /&gt;Mengenai hal ini Alloh Subhanahu wa Ta'ala talah berfirman:&lt;br /&gt;(الشيطان يعدكم الفقر ويأمركم بالفحشاء) سورة البقرة: 268&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“ Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir) ….(QS; Al-Baqoroh: 268)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan mengatakan kepada manusia….Kalau kamu tinggalkan pekerjaan ini, dimana kamu akan memperoleh pekerjaan lagi? Kamu akan menjadi sangat miskin. Hingga akhirnya seseorang takut menjadi miskin, hingga akhirnya berbuat yang haram. Seperti seseorang yang menghalalkan jual-beli minuman keras padahal ia seorang muslim. Pada sisi ini syetan telah mentertawakannya, padahal Alloh Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:&lt;br /&gt;( ومن يتق الله يجعله له مخرجا. ويرزقه من حيث لا يحتسب ) الطلاق : 2,3&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“ Barang siapa yang bertakwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS; Ath-Tholaq: 2-3)&lt;br /&gt;Kita dapati juga orang yang mengambil riba takut menjadi miskin. Dia mengatakan: Bagaimana hidup saya? Orang-orang menjadi kaya sementara saya sendiri miskin?. Kadang-kadang syetan menghiasi kebatilan kepada para dai’ maka ia pun menghalalkan yang haram, dengan alasan demi kemaslahatan dakwah maka dibolehkan berdusta. Syetan menghiasi kebatilan seolah-olah ia adalah kebenaran, dengan alasan kemaslahatan dakwah menuntut hal itu. Kadangkala juga kita dapati sebagian orang-orang muslim atau para dai’ saling membuat sempit antara yang satu dengan yang lain. Seseorang menyinggung dan bergunjing tentang saudaranya yang lain. Memperlakukannya dengan perlakuan yang buruk, lebih jelek dari perlakuannya terhadap orang kafir, orang fasik atau orang fajir (banyak melakukan dosa).&lt;br /&gt;Faktor –faktor yang membantu syetan Memainkan peranannya&lt;br /&gt;Kebodohan Terhadap Syariat&lt;br /&gt;Oleh karenanya syetan lebih takut kepada satu orang alim (berilmu) daripada 1000 orang ahli ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa Nafsu, Kurang Ikhlas, dan Lemah Iman&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:&lt;br /&gt;“ Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka. (QS; Shood: 82-83).&lt;br /&gt;Lalai dan Tidak Waspada Terhadap Pintu-Pintu Masuknya Syetan&lt;br /&gt;Pengobatan Dari Penyakit Ini&lt;br /&gt;Sudah seharusnya kita untuk melihat sebab –sebab timbulnya penyakit ini, karena dengan mengetahui penyebab penyakitnya kita akan mengetahui bagaimana cara mengobatinya. Obat untuk menyembuhkan dari penyakit ini adalah:&lt;br /&gt;Iman Kepada Alloh&lt;br /&gt;Iman kepada Alloh adalah sebuah keharusan, demikian juga tawakkal hanya kepada-Nya. Alloh Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Alloh (QS; An-Nahl: 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuntut Ilmu Agama dari Sumber-Sumbernya yang Benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas dalam Agama Ini&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;“ kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka”.&lt;br /&gt;(QS; Al –Hijr: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Ibn Al-Khotob –semoga Alloh ridho kepada beliau- mengatakan: “ Tanyalah dirimu sendiri sebelum ditanya, dan timbanglah dirimu sendiri sebelum ditimbang, Sesungguhnya menghitung dirimu sendiri saat ini lebih ringan bagimu dari pada perhitungan di hari kelak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan –semoga Alloh ridho kepadanya- mengatakan: “Tidaklah seorang muslim dijumpai kecuali ia menghitung dirinya sendiri, hai jiwa! apa yang akan kamu lakukan?, apa yang kau makan?, dan apa yang engkau minum? Adapun orang yang fajir ia berjalan terus ke depan tanpa pernah menghitung dirinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat Alloh Subhanahu wa Ta'ala, dan Berlindung Kepada-Nya dari Syetan yang Terkutuk.&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;“ Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syetan, maka berlindunglah kepada Alloh, Sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS; Al-A’rof: 200)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga membaca 3 surat terakhir dari Al-Quran Al-Karim mencegah dari syetan seperti yang disebutkan dalam hadist. Membaca ayat kursi (Surat Al-Baqoroh: 255), karena ayat Kursi menjaga dari godaan syetan dengan izin Alloh Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari buku “ Madahilus Syaithon Alas Sholihin”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-4094873513941683620?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/4094873513941683620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/pintu-pintu-setan-menggoda-orang-sholih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4094873513941683620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4094873513941683620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/pintu-pintu-setan-menggoda-orang-sholih.html' title='pintu pintu setan menggoda orang sholih'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-5404079141695740486</id><published>2010-10-22T01:09:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T01:09:43.153-07:00</updated><title type='text'>Puisi</title><content type='html'>Ya Allah...Seandainya telah Engkau catatkan...Dia milikku tercipta buatku...Satukanlah hatinya dengan hatiku...Titipkanlah kebahagiaan antara kami...Agar kemesraan itu abadi...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah...Ya Tuhanku yang Maha Mengasihani...Seringkanlah kami melayari hidup ini...Ketepian yang sejahtera dan abadi...Maka jodohkanlah kami...&lt;br /&gt;Tetapi Ya Allah...Seandainya telah Engkau takdirkanDia bukan milikku...Bawalah dia jauh daripada pandanganku...Luputkanlah dia dari ingatanku...Dan peliharalah aku dari kekecewaan...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...Berikanlah aku kekuatan...Menolak bayangannya jauh ke dada langit...Hilang bersama senja yang merah...Agarku sentiasa tenang...Walaupun tanpa bersama dengannya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah yang tercinta...Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu...&lt;br /&gt;Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkanAdalah yang terbaik untukku...Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui...Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah...Cukuplah Engkau sahaja yang menjadi pemeliharaku...Di dunia dan akhirat...Dengarkanlah rintihan daripada hamba-Mu yang daif ini...Jangan Engkau biarkan aku sendirian...Di dunia ini mahupun di akhirat...Menjuruskan aku ke arah kamaksiatan dan kemungkaran...Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman...Agar aku dan dia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup...Ke jalan yang Engkau redhai...Dan kurniakanlah kepadaku keturunan yang soleh dan solehah...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah...Berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan akhirat...Dan periharalah kami dari azab api Neraka...&lt;br /&gt;Amin...amin...Ya rabbal 'aalamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita jatuh cinta pada seseorang, jangan menyiksa diri dengan menganggap bahawa cinta kita tak diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu tak pernah ditolak kerana, setiap insan memerlukan, menginginkan untuk dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujudkan cinta itu dengan memberikan sesuatu bukan mengharap harap akan sesuatu sebab, apa yang diberikan kerana cinta selalu datang pada hati kita disaat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan memberi jauh lebih sempurna dari pada kebahagiaan kerana menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi…lain bila kita menginginkan sesuatu yang kita cintai. Keinginan itulah yang memberikan pahit pahit yang menghiris dada…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyiksa diri dengan menginginkan sesuatu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sia kan cinta dengan beban yang berat mengharap mampu di pikul bahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan memiliki mungkin tak kesampaian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah pada diri…&lt;br /&gt;Selalunya cinta yang kita berikan seadanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-5404079141695740486?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/5404079141695740486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/puisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/5404079141695740486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/5404079141695740486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/puisi.html' title='Puisi'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-7857018343670146386</id><published>2010-10-22T01:01:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T01:02:00.078-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jodoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bersabar dan bersyukur'/><title type='text'>Aku tinggalkan</title><content type='html'>"Sungguh cinta itu telah membuatku terlena, karena terlalu dalam, sehingga mengakar dalam hati ini,cinta itu telah menyiksaku dengan begitu sakitnya...Ketidak pastian yang Engkau berikan membuatku bingung dan linglung, Hanya hari2 hampa yang kurasakan dengan penuh pengharapan...Tapi itu bukan cinta syar'i...maka kubunuh cinta itu dengan air mata,hati yang berat hingga tubuh ini tak bertenaga,sungguh cinta itu menggoreskan begitu banyak luka...maka dengan kebingungan itu, aku putuskan tali yang dari awal telah rapuh tanpa kepastian arahnya... kutinggalkan dirimu untuk menggapai ridho-Nya...catatan perjalanan menggapai cinta...."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-7857018343670146386?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/7857018343670146386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/aku-tinggalkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/7857018343670146386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/7857018343670146386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/aku-tinggalkan.html' title='Aku tinggalkan'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-5310746600801743265</id><published>2010-10-22T01:00:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T01:01:12.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memilih istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jodoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bersabar dan bersyukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily life'/><title type='text'>Kiat kiat memilih istri idaman</title><content type='html'>Oleh Ustadz Firanda Andirja, Lc. -hafizhahullah-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri yang bisa membahagiakan suami merupakan idaman, dambaan, dan impian setiap lelaki. Oleh karena itu mencari calon istri bukanlah perkara yang sepele, bahkan ia merupakan perkara yang sakral yang hendaknya setiap lelaki berusaha sebisa mungkin untuk meraih calon istri yang terbaik. Barangsiapa yang salah melangkah tatkala memilih calon istri maka ia akan menyesal dengan penyesalan yang sangat dalam, bagaimana tidak?? istri adalah teman hidup untuk waktu yang bukan hanya sebentar, tetapi bertahun-tahun…, bahkan bisa sebagai teman hidupnya hingga akhir hayatnya…?. Bayangkanlah…, seandainya istri yang menemani perjalanan hidupnya adalah wanita yang baik yang selalu membahagikan hatinya, yang menyejukkan mata jika dipandang…, oh… sungguh nikmat perjalanan hidupnya itu. Namun bayangkanlah seandainya yang terjadi adalah sebaliknya??,&lt;br /&gt;Bayangkanlah jika teman perjalanan hidup anda adalah seorang wanita yang selalu membuat hati anda jengkel, selalu menghabiskan harta anda, selalu melanggar perintah anda, selalu dan selalu…, sungguh perjalanan hidup yang sangat buruk sekali.&lt;br /&gt;Karenanya wajar jika kita dapati sebagian para bujangan bagitu berhati-hati dalam mencari belahan jiwanya??, sampai-sampai kita dapati ada yang bertahun-tahun mencari informasi untuk mencari istri yang ideal, persyaratan yang bertumpuk dipasangnya demi mendapatkan calon yang ideal, namun….akhirnya iapun tak mampu mendapatkan wanita sesuai dengan persyaratan (kriteria) yang telah dicanangkannya??, akhirnya persyaratan yang dipasangnyapun harus ia gugurkan satu-demi satu hingga ia bisa mendapatkan istri.&lt;br /&gt;Pintu mencari istri ini ternyata bukan hanya terbuka bagi para bujangan, namun ia terbuka lebar juga bagi para suami yang masih beristri satu atau beristri dua, atau bahkan yang beristri tiga. Bahkan bisa jadi sebagian mereka yang lebih bersemangat dibandingkan para pemuda yang masih setia membujang !!?&lt;br /&gt;Seseorang yang telah beristri biasanya lebih mudah dalam menentukan istri yang ideal karena ia telah banyak memakan garam dengan istri lamanya, ia lebih mengenal seluk beluk kehidupan wanita, intinya ia lebih mengetahui medan yang akan dihadapinya sehingga petualangannya mencari istri baru lebih mudah dijalaninya. Berbeda dengan orang yang masih bujang, yang belum mengenal medan yang akan ditempuhnya, ia hanya mengandalkan instingnya. Terkadang ia berhasil memperoleh istri idamannya dan tidak jarang iapun terperosok dalam jebakan sehingga akhirnya ia mendapatkan istri yang selalu menggelisahkan hatinya. Terkadang informasi yang ia dapatkan tentang calon istrinya tidak sesuai dengan kenyataan…., apalagi sebagian para bujangan terlalu terburu-buru ingin cepat menikah (walaupun terkadang niatnya baik agar tidak terjatuh dalam kemasiatan), namun sifat terburu-buru ini terkadang membawa kemudhorotan baginya karena ia tidak mencari informasi tentang sifat-sifat calon istrinya dengan baik akhirnya iapun tertipu.&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Abdulmuhsin Al-Qosim, “Sifat-sifat batin wanita dan akhlaknya tidak nampak hakikatnya kecuali setelah menikah. Betapa banyak wanita yang dipuji akan sifat-sifatnya kemudian di kemudian hari ternyata sifat-sifatnya malah sebaliknya”[1]&lt;br /&gt;Oleh karena itu penulis mencoba untuk memaparkan sedikit penjelasan para ulama tentang kriteria-kriteria istri idaman menurut ajaran Islam, yang tentunya jika seseorang berhasil mendapatkan istri yang sesuai dengan kriteria-kriteria tersebut maka insya Allah ia akan menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan. Dan bagi para petualang pencari istri bisa memasang persyaratan (kriteria) calon yang diharapkannya dengan persyaratan-persyaratan yang wajar dan masuk akal, selain itu ia bisa menimbang manakah diantara keriteria-kriteria tersebut yang tetap harus ada dan manakah yang masih bisa digugurkan mengingat sikon. Kriteria-kriteria tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. Taat beragama dan berakhlak baik&lt;br /&gt;Begitu banyak hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan wanita shalihah, diantaranya:&lt;br /&gt;عن أنس رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال مَنْ رَزَقَهُ اللهُُ امرأةً صَالِحَةً فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِيْنِهِ فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي الشَّطْرِ الْبَاقِي&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah memberikan rizki kepadanya berupa istri syang shalihah berarti Allah telah menolongnya melaksanakan setengah agamanya, maka hendaknya ia beratkwa kepada Allah untuk (menyempurnakan) setengah agamanya yang tersisa”[2]&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;تُنْكَحُ المَرْأةُ لأَرْبَعِ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وجَمَالِهَا ولِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذاتِ الدين تَرِبَتْ يَدَاك&lt;br /&gt;“Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena martabatnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya (jika tidak kau lakukan)[3] maka tanganmu akan menempel dengan tanah”[4]&lt;br /&gt;Ada dua pendapat di kalangan para ulama dalam memahami hadits ini[5].&lt;br /&gt;Pendapat pertama, hadits ini menunjukan akan disunnahkannya seseorang mencari istri dengan memperhatikan empat perkara tersebut (harta, kedudukan (martabat), kecantikan dan agama). Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Hajar[6]&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “karena hartanya” karena jika sang wanita kaya maka ia tidak akan menuntut suaminya untuk melakukan hal-hal yang tidak dimampuinya, dan ia juga tidak memberatkan suaminya dalam nafkah keluarga dan yang lainnya”[7]&lt;br /&gt;Pendapat kedua, hadits ini hanyalah menjelaskan kenyataan yang terjadi di masyarakat bahwa yang mendorong mereka menikah ada empat perkara. Dan yang disunnahkah hanyalah menikah karena mencari wanita yang baik agamanya sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tersebut “maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya”. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Imam An-Nawawi. Beliau berkata, “Yang benar tentang makna hadits ini adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang kenyataan yang biasanya terjadi di masyarakat, (mereka tatkala ingin menikah) dalam rangka mencari empat perkara ini, dan (biasanya) yang menjadi pilihan yang terakhir adalah wanita yang beragama, maka hendaknya engkau yang ingin mencari istri, dapatkanlah wanita yang baik agamanya. Bukan maksud hadits ini bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk mencari empat perkara ini”[8]&lt;br /&gt;Namun menikah karena tiga perkara yang lainnya (harta, martabat, dan kecantikan) hukumnya boleh, akan tetapi tidaklah dikatakan bahwasanya hal itu sunnah jika hanya bersandar dengan hadits ini. Al-Qurthubi berkata, “Makna dari hadits ini adalah empat perkara tersebut merupakan pendorong seorang pria menikahi seorang wanita, hadits ini adalah kabar tentang kenyataan yang terjadi, dan bukanlah makna hadits bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mencari empat perkara tersebut, bahkan dzohir hadits ini menunjukan bolehnya menikah dengan tujuan salah satu dari empat perkara tersebut, namun tujuan mencari yang baik agamanya lebih utama”[9]&lt;br /&gt;Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukan tidak mengapa bagi seseorang untuk menikahi wanita dengan motifasi keempat perkara ini. Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala menyebutkan kenyataan yang ada di masyarakat bahwasanya mayoritas para lelaki yang menikahi para wanita motifasi mereka adalah salah satu dari keempat perkara ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari hal ini, hanya saja Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk mencari wanita yang beragama baik.[10]&lt;br /&gt;Syaikh Sholeh Fauzan –Hafdzohullah- menjelaskan bahwasanya hendaknya seseorang memilih wanita yang taat beragama karena wanita yang taat beragama tidaklah mendatangkan kecuali hanya kebaikan. Hal ini berbeda dengan wanita yang berharta, atau yang berpamor tinggi, atau yang cantik karena mereka terkadang bisa mendatangkan kemudhorotan. Seperi wanita yang berharta, harta wanita tersebut bisa jadi menjadikan sang lelaki atau sang wanita lalai dan akhirnya menimbulkan hubungan suami istri yang jelek, demikian juga wanita berkasta tinggi atau memiliki pamor dihadapan masyarakat terkadang bisa menimbulkan akibat yang buruk seperti sang wanita tersebut merasa tinggi dan sok dihadapan sang lelaki, demikian juga kecantikan bisa menimbulkan kemudhorotan bagi sang lelaki. Berbeda dengan wanita yang sholihah, ia akan mendatangkan kemaslahatan”[11]&lt;br /&gt;Demikianlah Islam menjadikan akhlak yang baik dan taat beragama merupakan timbangan utama untuk memilih seorang istri, namun hal ini tidaklah berarti Islam tidak memperhatikan faktor-faktor lain seperti kecantikan, kecerdasan, keperawanan, dan martabat. Akan tetapi Islam menegaskan dan mengingatkan bahwa hendaknya akhlak yang baik dan sifat taat beragama merupakan faktor dan timbangan utama dalam memilih istri. Adapun jika berkumpul faktor-faktor yang lain bersama faktor agama maka sungguh indah hal ini. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Dan jika terkumpul bersama dengan sifat taat beragama faktor kecantikan, harta, dan martabat, maka inilah cahaya di atas cahaya…”[12]&lt;br /&gt;2. Cantik dan sejuk dipandang&lt;br /&gt;Tabi’at dan naluri manusia mendambakan dan merindukan kecantikan, jika ia tidak memperoleh kecantikan maka seakan-akan ada sesuatu yang kurang yang ingin diraihnya. Dan jika ia telah meraih kecantikan tersebut maka seakan-akan hatinya telah tenang dan seakan-akan kebahagian telah merasuk dalam jiwanya. Oleh karena itu Syari’at tidak melalaikan kecantikan sebagai faktor penting dalam memilih istri. Diantara bukti yang menunjukan pentingnya faktor yang satu ini, bahwasanya kecintaan dan kedekatan serta kasih sayang akan semakin terjalin jika faktor ini telah terpenuhi.&lt;br /&gt;Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah radliyallahu ‘anhu bahwasanya beliau melamar seorang wanita maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata kepadanya&lt;br /&gt;اُنْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَْن يُؤْدِمَ بَيْنَكُمَا&lt;br /&gt;Lihatlah ia (wanita yang kau lamar tersebut) karena hal itu akan lebih menimbulkan kasih sayang dan kedekatan diantara kalian berdua[13]&lt;br /&gt;Oleh karenanya disunnahkan bagi seseorang untuk mencari wanita yang cantik jelita.&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Qudamah, “Hendaknya ia memilih wanita yang cantik jelita agar hatinya lebih tentram serta ia bisa lebih menundukkan pandangannya dan kecintaannya (mawaddah) kepadanya akan semakin sempurna, oleh karena itu disyari’atkan nadzor (melihat calon istri) sebelum dinikahi. Diriwayatkan[14] dari Abu Bakar bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda, إِنَّمَا النِّسَاءُ لُعَبٌ فَإِذَا اتَّخَذَ أَحَدُكُمْ لُعْبَةً فَلْيَسْتَحْسِنْهَا “Para wanita itu ibarat mainan, maka jika salah seorang dari kalian hendak memiliki sebuah mainan maka hendaknya ia memilih mainan yang baik (yang cantik) [15]&lt;br /&gt;Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Terkadang seseorang termasuk golongan para pendamba kecantikan maka ia tidak bisa menjaga kemaluannya kecuali jika menikahi wanita yang cantik jelita”[16]&lt;br /&gt;Berkata Al-Munawi, “Jika pernikahan disebabkan dorongan kecantikan maka pernikahan ini akan lebih langgeng dibandingkan jika yang mendorong pernikahan tersebut adalah harta sang wanita, karena kecantikan adalah sifat yang senantiasa ada pada sang wanita adapun kekayaan adalah sifat yang bisa hilang dari sang wanita”[17]&lt;br /&gt;Peringatan 1&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata, “Jika seseorang ingin mengkhitbah (melamar) seorang wanita maka hendaknya yang pertama kali ia tanyakan adalah kecantikannya, jika dipuji kecantikannya maka ia bertanya tentang agamanya. Jika kecantikannya tidak dipuji maka ia menolak wanita tersebut bukan karena agamanya namun karena kecantikannya”[18]&lt;br /&gt;Perkataan Imam Ahmad ini menunjukan akan tingginya fiqh dan pemahaman beliau karena jika yang pertama kali ditanyakan oleh seseorang tentang sang wanita adalah agamanya lalu dikabarkan kepadanya bahwa sang wanita adalah wanita yang shalihah, kemudian tatkala ia memandangnya ternyata sang wanita bukan merupakan seleranya, lantas iapun tidak menikahi wanita tersebut, maka berarti ia telah meninggalkan wanita tersebut padahal setelah ia mengetahui bahwa wanita tersebut adalah wanita yang shalihah.. Jika demikian maka ia telah termasuk dalam celaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya (jika tidak kau lakukan) maka tanganmu akan menempel dengan tanah”&lt;br /&gt;Peringatan 2&lt;br /&gt;Kecantikan adalah hal yang relatif, terkadang seorang wanita sangatlah cantik di mata seseorang namun menurut orang lain tidaklah demikian, oleh karena itu disyari’atkan bagi seseorang yang hendak menikah untuk melihat calon istrinya sehingga bisa diketahui wanita tersebut cantik atau tidak, dan hendaknya janganlah ia hanya mencukupkan dengan informasi yang masuk kepadanya tentang kecantikan sang wanita tersebut tanpa memandangnya secara langsung.&lt;br /&gt;Allah berfirman&lt;br /&gt;فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء (النساء : 3 )&lt;br /&gt;“Maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi…” (QS 4:3)&lt;br /&gt;Berkata Syaikh As-Sa’di, “Ayat ini menunjukan bahwasanya seyogyanya seseorang yang hendak menikah untuk memilih (wanita yang disenanginya), bahkan syari’at telah membolehkan untuk melihat wanita yang hendak dinikahinya agar ia berada di atas ilmu tentang wanita yang akan dinikahinya”[19]&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin, “Sesungguhnya penglihatan orang lain tidak mewakili penglihatan sendiri secara langsung. Bisa jadi seorang wanita cantik menurut seseorang namun tidak cantik menurut orang yang lain. Terkadang seseorang –misalnya- melihat seorang wanita dalam suatu kondisi tertentu bukan pada kondisi sang wanita yang biasanya. Terkadang seseorang dalam kondisi gembira dan yang semisalnya maka ia mengalami kondisi tersendiri. Demikian juga tatkala ia sedang sedih maka ia memiliki kondisi yang tersendiri. Kemudian juga terkadang seorang wanita tatkala mengetahui bahwa ia akan dinadzor maka iapun menghiasi dirinya dengan banyak hiasan-hiasan, sehingga tatkala seorang lelaki memandangnya maka ia menyangka bahwa wanita tersebut sangat cantik jelita, padahal hakekatnya tidaklah demikian”[20]&lt;br /&gt;Namun jika memang seseorang tidak memungkinkan untuk melihat sang wanita secara langsung maka disunnahkan baginya untuk mewakilkan nadzornya kepada wanita yang dipercayainya.&lt;br /&gt;Berkata As-Shon’aanii, “Dan jika tidak memungkinkan untuk melihat sang wanita (secara lagsung) maka disunnahkan[21] untuk mengutus seorang wanita yang dipercaya untuk melihat wanita tersebut kemudian mengabarkan kepadanya sifat-sifat wanita tersebut”[22]&lt;br /&gt;عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم أَرَادَ أَنْ يَتَزَوَّجَ امْرَأَةً فَبَعَثَ امْرَأَةً لِتَنْظُرَ إِلَيْهَا فَقَالَ شُمِّي عَوَارِضَهَا وَانْظُرِي إِلَى عُرْقُوْبَيْهَا&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin menikahi seorang wanita maka beliau pun mengutus seorang wanita (yaitu Ummu Salamah) untuk melihat wanita tersebut seraya berkata, ((Ciumlah (bau) gigi ‘aridhnya (yaitu gigi-gigi yang terletak antara gigi seri dan gigi geraham)[23] dan lihatlah ‘uqrubnya (‘uqrub adalah bagian belakang mata kaki yang terletak antara betis dan sendi (tungkak) kaki)[24])) [25]&lt;br /&gt;Peringatan 3 (Syarat bolehnya melihat calon istri)&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin, ((Syarat untuk boleh melihat calon istri ada enam :&lt;br /&gt;1. Tidak berkholwat (berdua-duaan) dengan sang wanita tatkala memandangnya.&lt;br /&gt;Karena sang wanita masih merupakan wanita ajnabiah bagi sang lelaki. Dan wanita ajnabiah tidak boleh berkholwat dengan seorang lelaki karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda&lt;br /&gt;لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ&lt;br /&gt;Dan janganlah seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali jika sang wanita bersama mahromnya[26]&lt;br /&gt;Dan larangan ini menunjukan akan haramnya hal ini.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda&lt;br /&gt;لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثُهُمَا الشَّيْطَانُ&lt;br /&gt;Tidaklah seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali syaitan adalah orang ketiga diantara mereka berdua[27]&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukan bahwa pengharamannya yang ditekankan[28]&lt;br /&gt;Jika memungkinkan baginya untuk menadzor sang wanita melalui kesepakatan dengan wali sang wanita yaitu sang wali ikut hadir bersamanya maka ia bisa melakukannya. Dan jika tidak memungkinkan maka boleh baginya untuk bersembunyi ditempat yang biasanya dilewati oleh sang wanita dan tempat-tempat yang semisalnya kemudian ia melihat kepada sang wanita tersebut.[29]&lt;br /&gt;2. Hendaknya memandangnya dengan tanpa syahwat karena nadzor (memandang) wanita ajnabiah karena syahwat diharamkan. Dan maksud dari melihat calon istri adalah untuk mengetahui kondisinya bukan untuk menikmatinya&lt;br /&gt;3. Hendaknya ia memiliki prasangka kuat bahwa sang wanita akan menerima lamarannya.&lt;br /&gt;Jika dikatakan bagaimana ia bisa tahu bahwa ia akan diterima oleh sang wanita (ada kemungkinan bahwa lamarannya diterima-pen)??. Jawabannya bahwsanya Allah menjadikan manusia bertingkat-tingkat sebagaimana firmanNya&lt;br /&gt;نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضاً سُخْرِيّاً وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ (الزخرف : 32 )&lt;br /&gt;Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. (QS. 43:32)&lt;br /&gt;Jika salah seorang tukang sapu maju untuk melamar anak seoang mentri maka biasanya ia akan ditolak. Demikian juga seseorang yang telah tua dan tuli ingin maju melamar seorang gadis yang cantik maka ia tentunya memiliki persangkaan kuat bahwa ia akan ditolak.[30]&lt;br /&gt;4. Hendaknya ia memandang kepada apa yang biasanya nampak (terbuka) dari tubuh sang wanita.&lt;br /&gt;Seperti wajah, leher, tangan, kaki, dan yang semisalnya. Adapun ia melihat bagian-bagian tubuh sang wanita yang biasanya tidak terbuka maka hal ini tidak diperbolehkan. Perkataan “yang biasanya (nampak dari diri seorang wanita)” terkait dengan ‘urf (adat) yang berlaku di zaman As-Salaf As-Sholeh bukan dengan adat sembarang orang[31]. Karena kalau hal ini kita kembalikan kepada adat setiap orang maka perkaranya akan tidak teratur dan akan timbul banyak perselisihan. Akan tetapi maksudnya adalah apa yang biasanya terbuka pada diri sang wanita dihadapan mahromnya. Dan yang paling penting dalam hal ini adalah wajah.[32]&lt;br /&gt;Syaikh Utsaimin juga membolehkan sang wanita untuk menampakkan rambutnya kepada sang lelaki yang hendak melamarnya.[33]&lt;br /&gt;Dan boleh juga sebaliknya bagi sang wanita untuk melihat kepada sang lelaki, melihat kepada wajahnya, kakinya, lehernya, dan rambutnya sebagaimana sang lelaki melihatnya, karena kedua belah pihak butuh untuk melihat pasangannya.[34]&lt;br /&gt;5. Hendaknya ia benar-benar bertekad untuk melamar sang wanita. Yaitu hendaknya pandangannya terhadap sang wanita itu merupakan hasil dari keseriusannya untuk maju menemui wali wanita tersebut untuk melamar putri mereka. Adapun jika ia hanya ingin berputar-putar melihat-lihat para wanita (satu per satu) maka ia tidaklah diperbolehkan.&lt;br /&gt;6. Hendaknya sang wanita yang dinadzornya tidak bertabarruj, memakai wangi-wangian, memakai celak, atau sarana-sarana kecantikan yang lainnya. Karena bukanlah maksudnya sang lelaki ditarik hatinya untuk menjimaki sang wanita hingga sang wanita berpenampilan dan bermacak sebagaimana seorang wanita yang berhias di hadapan suaminya agar menarik suaminya untuk berjimak. Hal ini juga bisa menimbulkan fitnah, dan asalnya adalah haram karena ia masih merupakan wanita ajnabiah. Selain itu sikap sang wanita yang demikian ini dihadapan sang lelaki pelamar akan memberikan akibat buruk kepada sang lelaki, karena jika sang lelaki kemudian menikahinya lalu mendapatinya tidak sebagaimana tatkala ia menadzornya maka jadilah ia tidak tertarik lagi kepadanya, serta berubahlah penilaian sang lelaki kepadanya. Terutama bahwasanya syaitan menghiasi dan menjadikan wanita yang tidak halal bagi seorang lelaki lebih cantik dipandangan lelaki tersebut dibanding istrinya. Oleh karena itu engkau dapati –semoga Allah melindungi kita- sebagian orang istrinya sangat cantik jelita, kemudian ia melihat seorang wanita yang jelek namun wanita tersebut menjadikannya bernafsu, karena syaitan menghiasi sang wanita tersebut di pandangan sang lelaki karena wanita tersebut tidak halal baginya. Jika tergabung antara perbuatan syaitan ini dengan tingkah sang wanita yang juga berhias diri sehingga menambah kecantikannya dan keindahannya, lantas setelah pernikahan sang lelaki mendapati sang wanita tidak sebagaimana gambarannya maka akan timbul akibat yang buruk))[35]&lt;br /&gt;Boleh bagi sang lelaki untuk mengulang-ngulangi nadzor kepada sang wanita karena sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا إِلَى مَا يَدْعُوْهُ إِلَى نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ&lt;br /&gt;Jika salah seorang dari kalian ingin melamar seorang wanita maka jika dia mampu untuk memandang pada wanita tersebut apa yang mendorongnya untuk menakahi sang wanita maka hendaknya ia lakukan[36]&lt;br /&gt;Jika pada nadzor yang pertama yang dilakukannya ia tidak mendapati pada diri wanita tersebut apa yang memotivasinya untuk menikahi sang wanita maka hendaknya ia menadzor lagi sang wanita untuk yang kedua kali dan yang ketiga kalinya.[37]Hukum berbicara dengan wanita yang akan dikhitbah??, atau dengan wanita yang sudah ia khitbah namun belum akad nikah??&lt;br /&gt;Syaikh Utsaimin berkata, “Suara wanita bukanlah aurat berdasarkan nas Al-Qur’an. Allah berfirman kepada Ummahatul Mukminin para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ (الأحزاب : 32 )&lt;br /&gt;Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya (QS. 33:32)&lt;br /&gt;Firman Allah ((Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara)) merupakan idzin (bagi wanita) untuk berbicara dengan lelaki, dan suara wanita boleh untuk didengar oleh lelaki akan tetapi tanpa menunduknundukan suara tatkala berbicara. Demikian juga para wanita di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, seorang diantara mereka datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di majelis beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para lelaki hadir tatkala itu. Maka tidak mengapa bagi seorang lelaki untuk mendengar suara seorang wanita. Akan tetapi sekarang permasalahannya apakah para lelaki yang mendengar suara wanita menikmati dan berlezat-lezat mendengarkan suara wanita tersebut?. Maka yang bertanggung jawab adalah sang lelaki yang berlezat-lezat mendengar suara wanita. Adapun suara wanita itu sendiri bukanlah aurat”[38]&lt;br /&gt;Demikian juga fatwa Syaikh Bin Baaz bahwa suara wanita bukanlah aurat.[39]&lt;br /&gt;Jika pembicaraan yang terjadi antara seorang lelaki dengan wanita yang akan dikhitbahnya adalah pembicaraan yang biasa sebagaimana jika sang lelaki berbicara dengan wanita yang lainnya, maka hal ini tidak mengapa. Dan ini merupakan pendapat Syaikh Bin Baaz dan dzohir dari perkataan Syaikh Al-Albani (sebagaimana akan datang), karena asalnya suara wanita bukanlah aurat.&lt;br /&gt;Syaikh Bin Baaz berkata, “Boleh bagi seorang lelaki jika ingin mengkhitbah seorang wanita untuk berbicara dengan wanita yang akan dikhitbahnya tersebut, dan boleh untuk memandangnya dengan tanpa kholwat….dan memandang lebih parah daripada berbicara (padahal melihat wanita yang akan dikhitbah diperbolehkan maka bagaimana lagi dengan berbicara-pen). Maka jika pembicaraan dengan sang wanita tentang perkara-perkara yang berkaitan dengan pernikahan atau tempat tinggal, perjalanan hidup sang wanita hingga diketahui apakah sang wanita mengetahui ini dan itu, maka tidaklah mengapa jika sang lelaki ingin mengkhitbahnya. Adapun jika ia tidak ingin mengkhitbahnya maka tidak boleh baginya untuk berbicara dengannya. Namun selama ia ingin mengkhitbahnya maka tidak mengapa baginya untuk membahas dengan sang wanita perkara-perkara yang berkaitan dengan khitbah, tentang keinginannya menikahi sang wanita, dan sang wanita juga demikian tanpa adanya kholwat, akan tetapi dari jarak jauh (misalnya melalui telepon-pen[40]) atau ditemani ayahnya atau saudara laki-lakinya atau ibunya dan yang semisalnya”[41]&lt;br /&gt;Syaikh Bin Baaz juga ditanya, “Apa hukum pembicaraan melalui telepon antara seorang lelaki dengan wanita yang telah dikhitbahnya, dan maksud dari pembicaraan ini adalah untuk (lebih) saling mengenal sebelum keduanya terikat dengan tali pernikahan..??”&lt;br /&gt;Syaikh Bin Baaz Menjawab, “Kami tidak mengetahui adanya larangan pembicaraan antara seorang lelaki dengan wanita yang telah dikhitbahnya jika pembicaraan yang berlangsung terlepas dari perkara-perkara yang dilarang dan tidak mengantarkan kepada keburukan akan tetapi maksudnya adalah untuk saling mengenal (menjajaki), yang lelaki bertanya dan yang wanita juga bertanya. Hal ini tidak mengapa. Sang wanita bertanya tentang keadaan sang lelaki, pekerjaannya…, dan sang lelaki juga bertanya kepada sang wanita dengan pertanyaan-pertanyaan yang semisal dengan maksud untuk lebih mendapatkan keyakinan sebelum melanjutkan pada jenjang pernikahan, maka hal ini tidak mengapa. Adapun jika maksud dari pembicaraan adalah selain dari pada itu seperti untuk menikmati suara sang lelaki atau suara sang wanita atau membuat janji-janji yang akhirnya mengantarkan kepada perbuatan keji maka inilah yang tidak diperbolehkan. Maka yang wajib bagi mereka berdua adalah berbicara pada perkara-perkara yang memang diperlukan dalam urusan khitbah.. Adapun perkara-perkara yang dikhawatirkan bisa menimbulkan fitnah maka wajib untuk dijauhi”[42]&lt;br /&gt;Jika seorang lelaki kawatir dirinya tatkala berbicara dengan sang wanita melalui telepon bisa menimbulkan fitnah –atau ia berledzat-ledzatan dengan pembicaraan tersebut sehingga pembicaraannya melebar dan tidak ada kaitannya dengan proses khitbah- maka hendaknya dia tidak berbicara dengan sang wanita. Oleh karena itu Syaikh Ibnu Utsaimin pernah berkata, “Bolehkah bagi sang lelaki untuk berbicara dengan sang wanita (yang mau ia nadzor)?, jawabannya adalah tidak, karena pembicaraan lebih memotivasi syahwat dan rasa nikmat mendengar suaranya. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ((Hendaknya ia melihat kepadanya)), dan tidak berkata, ((Hendaknya ia mendengar suaranya))”[43]&lt;br /&gt;Terlebih lagi jika sang lelaki telah mengkhitbah sang wanita, maka biasanya mereka berdua merasa seakan-akan telah terangkat hijab yang membatasi mereka berdua, seakan-akan telah ada perasaan khusus yang mengalir di hati mereka berdua. Perasaan khusus inilah yang dimanfaatkan oleh syaitan untuk menggelincirkan mereka berdua, padahal sang wanita hukumnya adalah masih wanita ajanabiah bagi sang lelaki sebagaimana wanita-wanita yang lainnya. Oleh karena itu pembicaraan yang terjadi antara seorang lelaki dengan wanita yang telah dikhitbahnya biasanya lebih dikhawtirkan lagi bahayanya.&lt;br /&gt;Syaikh Al-Albani pernah ditanya, “Bolehkah aku berbicara dengan wanita yang telah aku khitbah (lamar) melalui telepon?”, maka beliau menjawab, “Tidak boleh selama engkau belum melaksanakan akad nikah dengannya”. Penanya berkata, “Meskipun aku meneleponnya dalam rangka untuk menasehatinya?”, Syaikh berkata, “Tidak boleh” Penanya berkata, “Bolehkah aku -tatkala mengunjunginya- berbicara dengannya jika dia disertai mahromnya?”, Syaikh berkata, “Boleh, akan tetapi engkau hanya boleh berbicara dengannya sebagaimana engkau berbicara dengan wanita yang lain” [44]&lt;br /&gt;Peringatan 4&lt;br /&gt;Sebagian salaf membenci untuk menikahi wanita yang terlalu cantik, berkata Al-Munawi, “…dan para salaf membenci wanita yang terlalu cantik karena hal ini menimbulkan sikap mentang-mentang (terlalu pede) pada sang wanita yang akhirnya mengantarkannya kepada sikap perendahan terhadap sang pria”[45]&lt;br /&gt;Ada sebuah hadits yang menunjukan larangan menikahi seorang wanita karena selain agamanya, dari Abdullah bin ‘Amr radliyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda&lt;br /&gt;لاَ تُنكِحوا النساءَ لِحُسْنِهن فَلَعَلَّهُ يُرْدِيْهِنَّ، ولا لِمَالِهِنَّ فَلَعَلَّهُ يُطْغِيْهِنَّ وَانْكِحُوْهُنَّ لِلدِّيْنَ. وَلَأَمَةٌ سَوْدَاءُ خَرْمَاءُ ذاتُ دِينٍ أَفْضَلُ&lt;br /&gt;“Janganlah kalian menikahi para wanita karena kecantikan mereka karena bisa jadi kecantikan mereka menjerumuskan mereka kedalam kebinasaan (karena akan menimbulkan sifat ujub dan takabbur pada mereka), dan janganlah kalian menikahi para wanita karena hartanya karena bisa jadi harta mereka menjadikan mereka berbuat hal-hal yang melampaui batas (menjatuhkan mereka kedalam kemaksiatan dan kejelekan), namun nikahilah para wanita karena agama mereka, sesungguhnya seorang budak wanita yang hitam dan terpotong sebagian hidungnya dan telinga yang berlubang namun agamanya baik itu lebihbaik” [46]&lt;br /&gt;Namun hadits ini lemah, tidak bisa dijadikan hujjah.&lt;br /&gt;7. Hendaknya wanita tersebut sangat penyayang dan subur (mudah beranak banyak)&lt;br /&gt;عن مَعْقِل بن يَسَارٍ رضي الله عنه قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ “إِنِّي أَصَبْتُ امرأةً ذَاتَ حَسَبٍ وَجَمَالٍ وَإِنَّهَا لاَ تَلِدُ أَفَأَتَزَوَّجُهَا؟”، قَالَ: “لاَ”. ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ، ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ: “تََزَوَجُوْا الوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فإني مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ&lt;br /&gt;Dari Ma’qil bin Yasar radliyallahu ‘anhu berkata, “Datang seorang pria kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Aku menemukan seorang wanita yang cantik dan memiliki martabat tinggi namun ia mandul apakah aku menikahinya?”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jangan !”, kemudian pria itu datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kedua kalinya dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap melarangnya, kemudian ia menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ketiga kalinya maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan umat-umat yang lain”[47]&lt;br /&gt;عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم يَأْمُرُ بِالبَاءَةِ وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَيَقُوْلُ تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَاثِرُ الْأَنْبِيَاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ&lt;br /&gt;Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras untuk membujang dan berkata, “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan para nabi pada hari kiamat ”[48]&lt;br /&gt;Berkata As-Sindi[49] mengomentari hadits ini “Perkataan pria tersebut ((namun ia tidak bisa punya anak)), seakan-akan ia mengetahui hal itu (wanita tersebut tidak bisa punya anak) karena wanita tersebut tidak lagi haid, atau wanita tersebut pernah menikah dengan seorang pria namun ia tidak melahirkan. ((Al-Wadud)) yaitu sangat menyayangi suaminya[50], yang dimaksud di sini adalah wanita perawan[51] atau (sifat penyayang itu) diketahui dengan keadaan kerabatnya, demikian juga sifat mudah punya banyak anak pada seorang wanita perawan (diketahui dengan melihat kerabatnya-pen). Perlu mencari wanita yang sangat penyayang padahal yang dituntut adalah banyak anak –sebagaimana Keterangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk berbangga dengan jumlah pengikut dihadapan umat-umat yang lain)- karena rasa cinta dan sayang mengantarkan kepada banyaknya anak. ((Aku berbangga dengan kalian)) yaitu dihadapan para nabi yang lain sebagaimana dalam riwayat Ibnu Hibban[52]”&lt;br /&gt;Berkata As-Shaon’ani, “Hadits ini menunjukan bahwa bolehnya berbangga-banggaan pada hari akhirat, karena barangsiapa yang umatnya paling banyak berarti pahala yang diperolehnya juga paling banyak, karena ia memperoleh seperti pahala pengikutnya”[53]&lt;br /&gt;Berkata Syamsulhaq Al-‘Adzim Abadi, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dua sifat ini karena wanita yang mudah beranak banyak jika tidak memiliki sifat penyayang maka sang suami tidak menyenanginya, dan sebaliknya jika penyayang namun tidak mudah beranak banyak maka tujuan yang diharapkan yaitu memperbanyak umat Islam dengan banyaknya kelahiran tidak terealisasikan”[54]&lt;br /&gt;Wanita yang mudah beranak banyak dan sangat penyayang kepada suaminya jika disertai dengan keshalihan maka ia termasuk penduduk surga. Dari Ka’ab bin ‘Ujroh radliyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;أَلآ أُخْبِرُكُمْ بِرِجالِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةْ ؟؟، النَّبِيُّ فِي الْجَنَّةِ وَالصِّدِّيْقُ فِي الْجَنَّةِ وَالشَّهِيْدُ فِي الْجَنَّةِ وَالْمَوْلُوْدُ فِي الْجَنَّةِ وَالرَّجُلُ يَزُوْرُ أَخَاهُ فِي نَاحِيَةِ الْمِصْرِ لاَ يَزُوْرُهُ إِلاَّ للهِ عَزَّ وَجَلَّ وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ الْوَدُوْدُ الْوَلُوْدَ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا الَّتِي إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى&lt;br /&gt;تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى&lt;br /&gt;“Maukah aku kabarkan tentang para lelaki dari kalian yang masuk surga?, Nabi di surga, As-Siddiq[55] di surga, orang yang mati syahid di surga, anak kecil yang meninggal di surga, orang yang mengunjungi saudaranya di ujung kota dan ia tidak mengunjunginya kecuali karena Allah. Dan istri-istri kalian yang akan masuk surga yaitu yang mudah beranak banyak lagi sangat penyayang kepada suaminya, serta yang selalu datang kembali yaitu jika suaminya marah maka iapun datang kembali kepada suaminya dan meletakkan tangannya di tangan suaminya dan berkata, “Aku tidak akan merasakan ketenganan hingga engkau ridha”[56]&lt;br /&gt;Peringatan&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin, ((Sesungguhnya banyaknya umat merupakan kejayaan bagi umat tersebut. Waspadalah kalian terhadap perkataan para sekularisme yang berkata, “Banyaknya umat mengakibatkan kemiskinan dan pengangguran”. Bahkan jumlah yang banyak merupakan kemuliaan yang Allah karuniakan kepada bani Israil sebagaimana dalam firmanNya,&lt;br /&gt;وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيراً (الإسراء : 6 )&lt;br /&gt;Dan Kami jadikan kelompok yang lebih besar. (QS. 17:6)&lt;br /&gt;Dan Nabi Syu’aib u mengingatkan kaumnya dengan karunia ini, beliau berkata&lt;br /&gt;وَاذْكُرُواْ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلاً فَكَثَّرَكُمْ (الأعراف : 86 )&lt;br /&gt;Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. (QS. 7:86)&lt;br /&gt;Maka banyaknya umat merupakan kejayaan, terutama jika bumi tempat mereka tinggal subur dan penuh dengan kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan untuk perindustrian. Banyaknya penduduk sama sekali bukanlah merupakan sebab kemiskinan dan pengangguran.&lt;br /&gt;Namun yang sangat disayangkan sebagian orang sengaja memilih wanita yang mandul, wanita yang seperti ini lebih disukai oleh mereka daripada wanita yang subur. Mereka berusaha agar istri-istri mereka tidak melahirkan kecuali setelah empat atau lima tahun setelah pernikahan, dan yang semisalnya. Ini merupakan kesalahan karena hal ini menyelisihi tujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terkadang mereka berkata, “Jika engkau merawat anak yang banyak maka engkau akan kesulitan”, maka kita katakan, “Jika kalian berprasangka baik kepada Allah maka Allah akan menolong kalian”.&lt;br /&gt;Mereka juga terkadang berkata, “Harta milik kami hanya sedikit”, maka kita katakan kepada mereka,&lt;br /&gt;وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا (هود : 6 )&lt;br /&gt;Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya (QS. 11:6)&lt;br /&gt;Dan terkadang seseorang melihat bahwa resekinya dilapangkan jika ia memperoleh seorang anak. Seorang pedagang yang aku percayai pernah berkata, “Semenjak aku menikah Allah membukakan pintu rezeki bagiku. Tatkala aku kelahiran anakku si fulan maka dibukakan bagiku pintu rezeki yang lain”. Dan ini jelas diketahui bersama karena Allah berfirman&lt;br /&gt;وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا (هود : 6 )&lt;br /&gt;Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya (QS. 11:6)&lt;br /&gt;Allah U juga berfirman&lt;br /&gt;وَلاَ تَقْتُلُواْ أَوْلاَدَكُم مِّنْ إمْلاَقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ (الأنعام : 151 )&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka (QS. 6:151)&lt;br /&gt;وَلاَ تَقْتُلُواْ أَوْلادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُم إنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْءاً كَبِيراً (الإسراء : 31 )&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. (QS. 17:31)&lt;br /&gt;Allah juga berfirman&lt;br /&gt;إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ (النور : 32 )&lt;br /&gt;Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. (QS. 24:32)&lt;br /&gt;Intinya bahwasanya pernyataan bahwa banyaknya anak merupakan sebab kemiskinan merupkan pernyataan yang keliru.&lt;br /&gt;Mungkin ada seseorang yang berkata, “Saya lebih suka jika istri saya tetap tampil muda, karenanya saya tidak suka jika ia melahirkan”&lt;br /&gt;Kita katakan, “Tujuan seperti ini tidak mengapa, akan tetapi melahirkan dan banyaknya anak lebih baik dari hal itu”…))[57]&lt;br /&gt;8. Disunnahkan menikahi wanita yang perawan, kecuali jika ada udzur[58]&lt;br /&gt;عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال هَلَكَ أَبِي وَتَرَكَ سَبْعَ بَنَاتٍ أَوْ تِسْعَ بَنَاتٍ فَتَزَوَّجْتُ امْرَأَةً ثَيِّبًا فَقَالَ لِي رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم تَزَوَّجْتَ يَا جَابِرُ فَقُلْتُ نَعَمْ فَقَالَ بِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا قُلْتُ بَلْ ثَيِّبًا قَالَ فَهَلاَّ جَارِيَةٌ تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ وَتُضَاحِكُهَا وَتُضَاحِكُكَ قَالَ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّ عَبْدَ اللهِ هَلَكَ وَتَرَك بَنَاتٍ وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أَجِيْئَهُنَّ بِمِثْلِهِنَّ فَتَزَوَّجْتُ امْرَأَةً تَقُوْمُ عَلَيْهِنَّ وَتُصْلِحُهُنَّ فَقَالَ بَارَكَ اللهُّ لَكَ أَوْ قَالَ خَيْرًا&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdillah radliyallahu ‘anhu ia berkata, “Ayahku wafat (dalam riwayat yang lain, استشهد “Ayahku mati syahid”)[59] dan meninggalkan tujuh atau sembilan anak-anak perempuan maka akupun menikahi seorang wanita janda, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Engkau telah menikah ya Jabir”, aku menjawab, “Iya”, ia berkata, “Gadis atau janda?”, aku menjawab, “Janda”, ia berkata, “Kenapa engkau tidak menikahi yang masih gadis sehingga engkau bisa bermain dengannya dan ia bermain denganmu (saling cumbu-cumbuan), engkau membuatnya tertawa dan ia membuatmu tertawa?” (dalam riwayat yang lain, فََأيْنَ أَنْتَ مِنَ الْعَذَارَى ولُِعَابِها “Dimana engkau dengan gadis perawan dan cumbuannya?” [60], aku katakan kepadanya, “Sesungguhnya (ayahku) Abdullah wafat dan ia meninggalkan anak-anak perempuan dan aku tidak suka aku membawa bagi mereka seorang wanita yang masih gadis seperti mereka maka akupun menikahi wanita (janda)[61] yang bisa mengurus mereka dan membimbing mereka”.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Semoga Allah memberi barokah kepadamu” atau ia mengucapkan خَيْرًا “Baik jika demikian” [62]. (Dalam riwayat yang lain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, أَصَبْتَ “Tindakanmu benar”[63], dan dalam riwayat yang lain Jabir berkata, فَدَعَا لِي “Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan aku”[64])&lt;br /&gt;An-Nawawi berkata, “Hadits ini menunjukan (sunnahnya) cumbuan lelaki pada istrinya dan bersikap lembut kepadanya, membuatnya tertawa serta bergaul dengannya dengan baik”[65]&lt;br /&gt;Gaids perawan lebih utama untuk dicari karena wanita janda bisa jadi hatinya masih terikat dengan suami sebelumnya sehingga cintanya kepada suami barunya tidak sepenuhnya (tidak sempurna), berbeda dengan gadis yang masih perawan”[66]&lt;br /&gt;Hal ini sebagaimana yang dipahami oleh Ummul mukminin Aisyah, ia berkata,&lt;br /&gt;قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَرَأَيْتَ لَوْ نَزَلْتَ وَادِيًا وَفِيْهِ شَجَرَةٌ قَدْ أُكِلَ مِنْهَا وَوَجَدْتَ شَجَرًا لَمْ يُؤْكَلْ مِنْهَا فِي أَيِّهَا كُنْتَ تَرْتَعُ بَعِيْرَكَ؟ قَالَ ((فِي الَّتِي لَمْ يُرْتَعْ مِنْهَا))&lt;br /&gt;تَعْنِي أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم لَمْ يَتَزَوَّجْ بِكْرًا غَيْرَهَا&lt;br /&gt;“Aku berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau pergi ke sebuah lembah dan di lembah tersebut terdapat sebuah pohon yang sebelumnya telah dimakan (oleh hewan gembalaan) dan engkau mendapatkan pohon yang lain yang sama sekali belum dimakan (oleh hewan gembalaan) maka pohon manakah yang akan engkau gembalakan ontamu?”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Pada pohon yang belum dimakan oleh hewan gembalaan” Maksud ‘Aisyah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menikahi seorang gadis perawanpun kecuali dia.[67]&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim berkata –tatkala beliau menjelaskan bahwa keperawanan merupakan salah satu kesempurnaan wanita-, “Allah telah menjadikan termasuk kesempurnaan para wanita surga -yaitu para bidadari-bahwasanya mereka sama sekali tidak pernah disentuh sebelumnya. Mereka hanya disentuh oleh penduduk surga yang para bidadari tersebut diciptakan untuk mereka”[68]&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;عَلَيْكُمْ بِالْأبْكَارِ فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهًا وَأَنْتَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيْرِ&lt;br /&gt;“(Nikahilah) gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih manis tutur katanya, lebih banyak keturunannya, dan lebih menerima dengan sedikit (qana’ah)”.[69]&lt;br /&gt;عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ كُنْتُ مَعَ عَبْدِ اللهِ فَلَقِيَهُ عُثْمَانَ بِمِنَى فَقَالَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً، فَخَلَوَا فَقَالَ عُثْمَانُ هَلْ لَكَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي أَنْ نُزَوِّجَكَ بِكْرًا تُذَكِّرُكَ مَا كُنْتَ تَعْهَدُ؟ فَلَمَّا رَأَى عَبْدُ اللهِ أَنْ لَيْسَ لَهُ حَاجَةً إِلَى هَذَا أَشَارَ إِلَيَّ فَقَالَ يَا عَلْقَمَةُ، فَانْتَهَيْتُ إِلَيْهِ&lt;br /&gt;وَهُوَ يَقُوْلُ أَمَا لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ لَقَدْ قَالَ لَنَا النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلم يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ&lt;br /&gt;Dari Alqomah ia berkata, “Aku bersama Abdullah (bin Mas’ud) radliyallahu ‘anhu lalu ia bertemu dengan Utsman radliyallahu ‘anhu di Mina, Utsmanpun berkata kepadanya, “Wahai Abu Abdirrahman aku ada perlu denganmu” maka mereka berduapun menyendiri (berkhalwat). Utsman berkata, “Wahai Abu Abdirrahman apakah engkau ingin aku nikahkan dengan seorang gadis perawan yang bisa mengingatkan engkau pada masa lalumu (masa mudamu)?”. Tatkala Abdullah bin Mas’ud memandang bahwa ia tidak pingin menikah maka iapun memberi isyarat kepadaku lalu ia memanggilku ,”Ya Alqomah!”, akupun mendatanginya, (kemudian Utsman kembali menawarkan Ibnu Mas’ud untuk menikahi gadis perawan) [70], Ibnu Mas’ud berkata (kepada Utsman), “Jika engkau mengatakan demikian kepadaku maka sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengatakan kepada kami “Wahai kaum muda, barangsiapa diantara kalian yang telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, dan barangsiapa yang tidak mampu maka hendaknya ia berpuasa karena puasa menjadi tameng baginya” [71]&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Hajar, “Hadits ini menunjukan bahwa mencumbui istri yang masih muda (yang asalnya masih perawan sebagaimana yang Utsman tawarkan kepada Ibnu Mas’ud –pen) menambah kekuatan dan keaktifan, berbeda jika bercumbu dengan wanita yang sudah tua malah sebaliknya”[72]&lt;br /&gt;Peringatan 1&lt;br /&gt;Hadits Jabir radliyallahu ‘anhu dalam riwayat yang lain yang dikeluarkan oleh At-Thobroni[73] bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, فَهَلاَّ بِكْرًا تُعُضُّهَا وَتَعُضُّكَ “Kenapa engkau tidak menikahi wanita perawan, engkau mengigitnya dan dia menggigitmu??” Namun hadits ini lemah sebagaimana dilemahkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahaadits Ad-Dho’iifah[74]&lt;br /&gt;Peringatan 2&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Utsaimin, “Akan tetapi terkadang seseorang memilih untuk menikahi seorang janda karena ada sebab-sebab tertentu sebagaimana yang dilakukan oleh Jabir bin Abdillah radliyallahu ‘anhu. Ia memilih untuk menikahi seorang janda karena ayah beliau yaitu Abdullah bin Haroom mati syahid dalam perang Uhud dan meninggalkan anak-anak wanita yang membutuhkan seorang waita yang merawat mereka. Seandainya beliau menikah dengan seorang wanita perawan maka wanita tersebut tidak akan mempu untuk merawat mereka, maka beliau memilih menikahi seorang janda untuk merawat saudara-saudara wanita beliau. Oleh karena itu, tatkala Jabir menyampaikan hal ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun membenarkannya. Maka jika seseorang memilih untuk menikahi seorang wanita janda karena ada kepentingan-kepentingan tertentu maka ini lebih baik.”[75]&lt;br /&gt;Berkata An-Nawawi, “Hadits ini menunjukan kemuliaan Jabir yang mengutamakan kemaslahatan dan kepentingan saudara-saudara wanitanya di atas kepentingan pribadinya”[76]&lt;br /&gt;9. Hendaknya sang wanita jauh dari kerabat lelaki, karena jika semakin jauh kekerabatan maka anaknya kelak semakin pintar.&lt;br /&gt;Karena jika ia menikahi wanita dari kerabatnya maka bisa jadi suatu saat ia menceraikannya dan akhirnya terputus silaturrahmi dengan kerabatnya tersebut, padahal ia diperintahkan untuk menyambung silaturrahmi.[77]&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Hajar, “Adapun pendapat sebagian penganut madzhab syafi’iah bahwasanya disunnahkan agar sang wanita (calon istri) bukan dari karib kerabat dekat. Maka jika landasan pendapat ini adalah hadits maka sama sekali tidak ada, dan jika landasannya kepada pengalaman yaitu kebanyakan anak dari pasangan suami istri yang dekat hubungan kekerabatan mereka berdua adalah anak yang bodoh, maka bisa dijadikan landasan (jika memang terbukti pengalaman tersebut)…”[78]&lt;br /&gt;Penulis Zaadul Mustaqni’ (dari madzhab Hanabilah) juga mengisyaratkan akan hal ini dengan perkataannya, “Disunnahkan menikahi…wanita yang taat beragama, ajanabiah (jauh dari kerabat), …”&lt;br /&gt;Syaikh Bin Baaz mengomentari perkataan ini, “Ini adalah perkataan yang keliru, meskipun mereka mengatakan demikian…yang menjadi patokan dalam menikahi wanita yang masih ada hubungan kerabat adalah perkara-perkara yang dituntut kecuali ada penghalang syar’i yang melarang”[79]&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Utsaimin, “Selama perkaranya tidak ada dalil syar’i yang wajib untuk diambil maka seseorang hendaknya menjejaki kemaslahatan-kemaslahatan (yang mungkin diperoleh) dalam hal ini”[80]&lt;br /&gt;Adapun hadits&lt;br /&gt;لاَ تَنْكِحُوا الْقَرَابَةَ الْقَرِيْبَةَ فَإِنَّ الْوَلَدَ يُخْلَقُ ضَاوِيًا&lt;br /&gt;“Janganlah kalian menikah dengan kerabat yang dekat (nasabnya) karena sang anak akan lahir dalam keadaan lemah”[81]&lt;br /&gt;Berkata Ibnu As-Solah mengomentari hadits ini, “Aku tidak menemukan bagi hadits ini asal yang bisa dijadikan pegangan”[82]&lt;br /&gt;10. Hendaknya wanita tersebut berasal dari keluarga baik-baik dan dikenal dengan sifat qona’ah, karena rumah yang demikian biasanya merupakan tempat tumbuh wanita yang baik dan qona’ah.[83]&lt;br /&gt;Kondisi yang baik dari keluarga pihak wanita (mertua) cukup memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan akhlak sang wanita, dan bisa jadi merupkan tolak ukur akhlak seorang wanita. Wanita yang tumbuh di keluarga yang dikenal taat beragama maka biasanya iapun akan mewarisi sifat tersebut –meskipun hal ini bukanlah kelaziman-. Mertua yang taat beragama biasanya memahami kondisi seorang suami sholeh dan pengertian terhadapnya. Kondisi seperti ini menjadikan sang suami mudah untuk berkomunikasi dengan mertua dan ringan baginya untuk mengutarakan unek-uneknya yang berkaitan dengan lika-liku kehidupan rumah tangganya. Jika keadaannya demikian maka sangatlah mendukung diraihnya kebahagiaan yang diharapkan sang suami. Betapa banyak permasalahan rumah tangga suami istri yang bisa terselesaikan karena campur tangan keluarga istrinya yang mengenal agama. Sebaliknya betapa banyak permasalahan suami istri yang timbul disebabkan karena campur tangan keluarga istri yang kurang mengenal agama, bahkan tidak jarang sampai pada tahapan perceraian.&lt;br /&gt;Kemudian jika sang wanita meskipun merupakan wanita yang shalihah namun jika ia tumbuh di keluarga yang tidak dikenal dengan sifat qona’ah (nerima dan bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah walaupun sedikit) maka bisa jadi ia memiliki sifat yang royal dalam mengatur keuangan suaminya, dan ini adalah musibah tersendiri bagi suami.&lt;br /&gt;Namun wanita yang shalihah yang tumbuh di keluarga yang qona’ah di zaman ini mungkin agak sulit dicari. Karenanya jika ia tidak menemukan wanita yang demikian sifatnya maka tidak mengapa ia memilih wanita yang shalihah meskipun ia berasal dari keluarga yang boros, karena bisa jadi wanita tersebut menyelisihi sifat keluarganya yang boros.&lt;br /&gt;Peringatan&lt;br /&gt;Merupakan harapan semua pemuda jika mereka mendapatkan seorang wanita yang shalihah dan juga wali sang wanita (seperti ayahnya atau pamannya) yang juga sholeh. Namun merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh sebagian para pemuda adalah jika ia telah terpikat dengan salah seorang wanita yang sholihah, kemudian sang wanita juga telah terpikat dengannya, namun ternyata ayah sang wanita tidak setuju dan menolak lamaran sang lelaki dengan alasan yang tidak diterima oleh syari’at. Misalnya karena sang lelaki kurang kaya…, atau karena sang lelaki penampilannya terlalu fanatik…, dan alasan-alasan yang lainnya. Yang menjadi pertanyaan apakah perwalian sang ayah berpindah kepada wali lain yang terdekat kepada sang wanita?? Marilah kita simak penjelasan Syaikh Utsaimin tatkala beliau ditanya dengan pertanyaan yang semisal ini.&lt;br /&gt;Beliau ditanya, “Apakah perwalian seorang putri berpindah dari tangan ayah ke anak laki-lakinya (saudara laki-laki sang putri) jika sang ayah tidak serius memilihkan suami yang sholeh. Jika datang seseorang yang melamar sang putri maka sang ayah tidak memberi perhatian kepada orang tersebut dan tidak bertanya tentang orang tersebut, atau sang ayah menjelek-jelekan putrinya tersebut dihadapan sang pelamar agar mencegah putrinya untuk menikah.”&lt;br /&gt;Syaikh Utsaimin berkata, ((Sesungguhnya wali seorang wanita baik ayah, atau saudara laki-laki, atau paman akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hadapan Allah pada hari kiamat. Wajib bagi sang wali untuk menunaikan amanah ini, maka jika ada seseorang yang taat beragama dan berakhlak mulia dan sang wanita ridho dengan pria tersebut maka wajib bagi sang wali untuk menikahinya. Tidak boleh sang wali mengakhirkan pernikahan sang wanita karena hal itu adalah menyelisihi amanah (yang diembankan Allah kepadanya-pen).Bahkan hal ini merupakan khianat. Allah berfirman&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ َاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ&lt;br /&gt;Hai orang-orang beriman, janganlah kamu,mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanya sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. 8:27-28)&lt;br /&gt;Maka wajib bagi seseorang -yang telah Allah jadikan dia sebagai wali seorang wanita- jika ada seorang lelaki yang taat beragama dan berakhlak mulia maju melamar sang wanita untuk segera menikahkannya jika sang wanita ridho dengan pria tersebut.&lt;br /&gt;Hendaknya dia mengetahui bahwasanya wanita itu juga memiliki dan merasakan syahwat sebagaimana yang dirasakannya. Dan saya tidak tahu, jika ada seseorang melarangnya (melarang wali sang wanita) untuk menikah padahal dia adalah seorang pemuda yang memiliki syahwat, maka saya tidak tahu apakah ia akan menganggap orang yang melarangnya ini telah berbuat dzolim kepadanya atau tidak??. Saya yakin ia akan berkata, “Orang ini telah berbuat dzolim kepadaku”. Jika ia mengucapkan hal ini terhadap orang yang melarangnya untuk menikah maka bagaimana ia mensikapi wanita yang lemah ini yang tidak mampu untuk menikahkan dirinya sendiri (dengan melarangnya menikah)??. Dan tidak mungkin kerabat sang wanita yang lain menikahkan sang wanita padahal masih ada wali yang terdekat. Terlalu banyak wanita yang akhirnya mencapai usia tua dan tidak menikah disebabkan perbuatan para wali yang dzolim. Telah diceritakan kepadaku tentang seorang wanita muda yang ayahnya melarang para pelamar yang datang untuk menikahi wanita tersebut, maka akhirnya sang wanitapun sedih dan sakit. Hingga parah dan tatkala ia akan meninggal dan telah datang kepadanya sakaratul maut maka iapun berkata kepada para wanita yang ada disekitarnya, “Sampaikanlah salam kepada ayahku dan katakanlah kepadanya bahwa aku akan mempermasalahkan hal ini dihadapan Allah pada hari kiamat”. Yaitu dia akan menuntut ayahnya di hadapan Allah atas perbuatan ayahnya yang telah melarang para pelamar untuk menikahinya, dan bisa jadi sebab kematiannya adalah karena hal ini juga.&lt;br /&gt;Karena itu kami katakan bahwa barangsiapa yang melarang seorang wanita (yang dibawah perwaliannya) untuk menikah dengan seorang lelaki yang sekufu’ dengannya dan telah diridhoi oleh sang wanita, maka boleh bagi sang wanita untuk menuntut hal ini kepada hakim. Dan wajib bagi hakim untuk memenuhi permintaan sang wanita untuk menikahkannya dengan lelaki yang telah diridhoinya. Bisa dengan mewakilkan pernikahan tersebut kepada wali sang wanita yang terdekat setelah wali yang melarang pernikahan sang wanita, atau ia bertindak dengan tindakan yang menurutnya sesuai dengan syari’at.&lt;br /&gt;Akan tetapi terkadang sang wanita tidak mampu untuk mengangkat permasalahannya ke hadapan hakim karena malu, atau karena takut menyelisihi adat yang berlaku, atau karena hal-hal yang semisalnya. Jika saat itu tidak ada yang tersisa kecuali kemarahan Allah yang sangat keras siksaannya. Maka hendaknya sang wali takut kepada Allah dan hendaknya ia bertakwa kepada Robnya.&lt;br /&gt;Dan aku katakan sebagaimana perkataan para ulama –semoga Allah merahmati mereka- sesungguhnya seorang wali jika berulang-ulang menolak para pelamar yang datang maka ia menjadi seorang yang fasik, hilang ‘adalahnya dan tidak bisa menjalankan segala amalan yang disyaratkan ada ‘adalah dalam amal tersebut. Kemudian perwaliannya berpindah darinya kepada wali yang setelahnya.))[84]&lt;br /&gt;11. Hendaknya wanita tersebut cerdas&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Qudamah, “Hendaknya ia memilih wanita yang pandai dan menjauhi wanita yang bodoh (telat mikir) karena nikah itu tujuannya untuk tumbuh pergaulan dan kedekatan antara dua sejoli dan pergaulan itu tidak mantap jika dengan wanita yang bodoh, serta perjalanan hidup jadi kurang indah jika bersama dengan wanita yang bodoh. Bahkan bisa jadi kebodohan wanita itu menular ke anak-anaknya.&lt;br /&gt;Dikatakan اِجْتَنِبُوْا الْحَمْقَاءَ فَإِنَّ وَلَدَهَا ضَيَاعٌ وَصُحْبَتُهَا بَلاَءٌ Hindarilah wanita yang bodoh karena anaknya sia-sia dan bergaul dengannya adalah bencana”[85]&lt;br /&gt;12. Jika sang pria bernasab tinggi maka hendaknya ia mencari wanita yang nasabnya tinggi juga.[86]&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Hajar, “Dan disunnahkan bagi pria yang berasal dari nasab yang tinggi untuk menikahi wanita yang bernasab yang tinggi pula, kecuali jika bertentangan antara wanita yang memiliki nasab yang tinggi namun tidak beragama baik dengan wanita yang tidak bernasab tinggi namun memiliki agama yang baik maka didahulukan wanita yang beragama, demikian juga pada seluruh sifat-sifat yang lain (jika bertentangan dengan agama yang baik maka didahulukan sifat ini)”[87]&lt;br /&gt;Setelah menelaah sifat-sifat di atas maka hendaknya seorang yang sedang berkelana mencari belahan jiwanya agar berusaha menerapkan sifat-sifat tersebut kepada calon istrinya sebelum ia melangkah lebih lanjut melamar sang wanita, semakin banyak sifat-sifat tersebut pada seorang wanita maka semakin baiklah wanita tersebut. Namun ingatlah bahwasanya mencari wanita yang bernilai sembilan koma lima yang memenuhi seluruh sifat-sifat tersebut adalah sesuatu yang sangat sulit sekali bahkan hampir-hampir merupakan perkara yang mustahil apalagi di zaman kita sekarang ini, namun bukan berarti tidak ada.&lt;br /&gt;Sungguh beruntung orang yang bisa menemukan bidadari dunia sebelum bertemu dengan bidadari akhirat. Yang sering kita jumpai adalah wanita yang memiliki sebagian sifat-sifat tersebut namun ia tidak memiliki sifat yang lain. Contohnya banyak wanita yang cantik namun ternyata tidak pintar, banyak wanita yang shalihah namun ternyata tidak cantik, ada wanita yang shalihah yang berakhlak mulia, cantik, kaya, sejuk jika dipandang, pintar, namun…mandul, dan demikianlah kebanyakan wanita dunia tidak bisa mengumpulkan sifat-sifat di atas seluruhnya. Namun perlu diingat tentunya setiap sifat-sifat tersebut tidak bernilai sama, sifat yang pertama yaitu keshalihan sang wanita memiliki porsi yang sangat tinggi dibandingkan sifat-sifat yang lainnya. Demikian pula kecantikan tentunya lebih diutamakan daripada nasab dan harta. Jika seseorang dihadapkan dengan pilihan antara wanita yang cantik namun kurang baik agamanya dengan wanita yang baik agamanya namun kurang cantik, maka siapakah yang dipilihnya??[88]&lt;br /&gt;Jika bertentangan sifat-sifat tersebut maka yang lebih diutamakan adalah wanita yang shalihah, sebagaimana dalam riwayat yang lain (dari hadits Jabir) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya عَلَيْكَ بِذَاتِ الدِّيْنِ “Wajib bagimu untuk memilih wanita yang shalihah”[89]&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Hajar, “Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “karena kecantikannya” merupakan dalil akan mustahabnya menikahi wanita yang jelita, kecuali jika berlawanan antara wanita yang cantik jelita namun tidak shalihah dengan wanita yang shalihah namun tidak cantik jelita (maka diutamakan yang shalihah meskipun tidak cantik). Jika keduanya sama dalam keshalihan maka yang cantik jelita lebih utama (untuk dinikahi)…”[90]&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ الدُّنْيَا كُلَّهَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ “Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah barang dan sebaik-baik barang adalah wanita yang shalihah”[91]&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّمَا الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَلَيْسَ مِنْ مَتَاعِ الدُّنْيَا شَيْءٌ أَفْضَلُ مِنَ الْمَرْأَةِ الصَّالِحَةِ “Sesungguhnya dunia adalah mataa’ (barang) dan tidak ada barang di dunia ini yang lebih baik dari wanita yang shalihah” [92]&lt;br /&gt;عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ لَمَّا نَزَلَ فِي الْفِضَّةِ وَالذَّهَبِ مَا نَزَلَ قَالُوْا فَأَيُّ الْمَالِ نَتَّخِذُ؟ قَالَ عُمَرُ فَأَنَا أُعْلِمُ لَكُمْ ذَلِكَ فَأَوْضَعَ عَلَى بَعِيْرِهِ فَأَدْرَكَ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم وَأَنَا فِي أَثَرِهِ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ الْمَالِ نَتَّخِذُ؟ فَقَالَ لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً&lt;br /&gt;تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآخِرَةِ&lt;br /&gt;Dari Tsauban, tatkala turun firman Allah tentang perak dan emas (yaitu firman Allah وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ ثُمَّ لاَ يُنْفِقُوْنَهَا… Adapun orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya…) (QS 9: 34), mereka (para sahabat) berkata, “Harta apa yang mestinya kita miliki?”, Umar radliyallahu ‘anhu berkata, “Aku akan mengabarkan kalian kepada kalian”, lalu beliau mempercepat ontanya hingga bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku (Tsauban) menyusulnya. Umar berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, harta apakah yang mestinya kita miliki?”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Hendaknya yang kalian cari sebagai harta adalah hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, dan istri yang shalihah yang membantu kalian untuk meraih akhirat” [93]&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم أَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ ماَ اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتُْه وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَـتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tidaklah seorang mukmin memperoleh sasuatu kebaikan –setelah memperoleh ketakwaan kepada Allah[94]- melebihi istri yang shalihah, jika ia memerintahnya maka iapun taat, jika ia memandangnya maka menyenangkannya, jika ia bersumpah agar ia melakukan sesaatu maka ia melaksanakan sumpahnya, dan jika ia sedang tidak di rumah maka ia (sang istri) menjaga dirinya (untuk tidak melakukan hal-hal yang nista) dan menjaga hartanya (harta suaminya)” [95]&lt;br /&gt;Dan merupakan musibah jika seseorang tetap nekat memilih wanita yang cantik jelita padahal ia telah mengetahui bahwa wanita tersebut agamanya dan akhlaknya tidak baik.&lt;br /&gt;Berkata At-Thibi, وَقُيِّدَ بِالصَّالِحَةِ إِيْذَانًا بِأَنَهَا شَرُّ الْمَتَاعِ لَوْ لَمْ تَكُنْ صَالِحَةً “Dikhususkan pada wanita yang shalihah sebagai pemberitahuan bahwa wanita adalah sejelek-jelek barang yang ada di dunia ini jika ia tidak shalihah” [96]&lt;br /&gt;Dari Sa’ad bin Abi Waqqosh radliyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda&lt;br /&gt;أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ وَالْجَارُ الصَّالِحُ وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيْءُ وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاوَةِ الْجَارُ السُّوْءُ وَالْمَرْأَةُ السُّوْءُ وَالْمَسْكَنُ الضَّـيِّقُ وَالْمَرْكَبُ السُّوْءُ&lt;br /&gt;“Empat perkara yang merupakan kebahagiaan istri yang shalihah, rumah yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang enak dinaiki, dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan adalah tetangga yang jelek, istri yang buruk akhlaknya, rumah yang sempit, dan kendaraan yang tidak enak dinaiki” [97]&lt;br /&gt;Sesungguhnya wanita yang sholihah dialah yang akan menunaikan kewajiban-kewajibannya dengan sesempurna mungkin baik kewajiban yang berkaitan dengan suaminya, anak-anaknya, keluarga suaminya, dan juga tetangganya. Dialah yang akan berusaha sekuat mungkin karena keimanannya untuk menjadikan engkau ridho kepadanya, karena itulah cita-cita dan tujuan hidupnya.&lt;br /&gt;Dialah yang paham dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا&lt;br /&gt;“Kalau seandainya aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain maka akan aku perintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya”[98]&lt;br /&gt;Oleh karena itu wahai saudaraku janganlah engkau sampai terpedaya dengan keelokan tubuh, keranuman wajah, serta kata-kata manis…ketahuilah dan yakinlah bahwa wanita yang shalihah dialah yang memungkinkan untuk menjadikan rumahnya sebagai surga duniamu yang dipenuhi dengan kasih sayang dan kebahagiaan…&lt;br /&gt;Peringatan&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Utsaimin, “Ada orang yang hatinya benar-benar terikat dengan kecantikan, tidak akan tentram hatinya jika dipilihkan baginya wanita yang sangat taat beragama namun kurang cantik. Maka apakah kita katakan hendaknya ia memaksa dirinya untuk memilih wanita tersebut meskipun hatinya tidak tentram dan tidak memilih wanita yang kurang taat namun cantik jelita??, ataukah kita katakan nikahilah wanita yang menentramkan hatimu (yang cantik jelita) yang penting ia tidak sampai derajat wanita yang fajir atau wanita yang fasiq??&lt;br /&gt;Jawabannya, Yang lebih nampak (kebenarannya) adalah jawaban yang kedua kecuali jika wanita tersebut tidak taat dan fasiq serta fajir, karena wanita seperti ini tidak layak untuk ia nikahi”[99]&lt;br /&gt;Renungan&lt;br /&gt;Hendaknya seseorang yang ingin mencari istri membenarkan niatnya, bahwa niatnya ingin menikah adalah bukan sekedar untuk bersenang-senang dengan wanita yang cantik namun niat utamanya adalah untuk beribadah dan menjaga dirinya agar tidak terjatuh pada hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Dengan niat yang baik maka Allah akan memudahkannya mewujudkan apa yang ia harapkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ عَوْنُهُمْ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ وَالْمُكَاتِبُ الَّذِي يُرِيْدُ الْأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيْدُ الْعَفَافَ&lt;br /&gt;Tiga golongan yang pasti Allah menolong mereka, orang yang berjihad di jalan Allah, budak yang ingin membebaskan dirinya, dan orang yang menikah karena ingin menjaga dirinya (dari berbuat kenistaan).[100]&lt;br /&gt;Allah berfirman,&lt;br /&gt;﴿وَأَنْكِحُوْا الأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُوْنُوْا فُقَرَاءَ يُغْنِهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ﴾&lt;br /&gt;Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 24:32)&lt;br /&gt;Semakin besar niat seseorang bahwa ia menikah adalah untuk beribadah kepada Allah, untuk menerapkan sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam[101] maka pahala yang diperolehnya semakin besar, dan Allah akan semakin membantunya mencapai kebahagiaan. Perkaranya kembali kepada niat yang benar, seseorang bisa saja mengandalkan usaha yang ia lakukan, namun taufik hanyalah di tangan Allah, barangsiapa yang niatnya benar maka Allah akan memberi taufik kepadanya untuk memilih istri yang shalihah.&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;مَنْ تَزَوَّجَ امْرَأَةً بِعِزِّهَا لَمْ يَزِدْهُ اللهُ إِلاَّ ذُلاًّ وَمَنْ تَزَوَّجَهَا لِمَالِهَا لَمْ يَزِدْهُ اللهُ إِلاَّ فَقْرًا وَمَنْ تَزَوَّجَهَا لِحَسَبِهَا لَمْ يَزِدْهُ اللهُ إِلاَّ دَنَاءَةً وَمَنْ تَزَوَجَّ امْرَأَةً لَمْ يَتَزَوَّجْهَا إِلاَّ لِيَغُضَّ بَصَرَهُ أَوْ لِيَحْصُنَ فَرْجَهُ أَوْ يَصِلَ رَحِمَهُ بَارَكَ اللهُ لَهُ فِيْهَا وَبَارَكَ لَهَا فِيْهِ&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menikahi wanita karena pamornya maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya kecuali kehinaan, barangsiapa yang menikahi wanita karena menginginkan hartanya maka Allah tidak akan menambah baginya kecuali kemiskinan, barangsiapa yang menikahi wanita karena kedudukannya maka Allah tidak akan menambah baginya kecuali kerndahan, dan barangsiapa yang menikahi wanita agar bisa menjaga pandangannya atau untuk menjaga kemaluannya atau untuk menyambung silaturrahmi maka Allah akan memberikan barokah baginya pada istrinya dan memberikan barokah bagi istrinya padanya”[102]&lt;br /&gt;Kisah menarik yang dialami oleh Muhaddits terkenal Sufyan bin ‘Uyainah semoga menjadi bahan renungan bagi para pencari istri.&lt;br /&gt;قَالَ يَحْيَى بْنُ يَحْيَى النيسابوري كُنْتُ عِنْدَ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَبَا مُحَمَّدٍ أَشْكُوْ إِلَيْكَ مِنْ فُلاَنَةٍ يَعْنِي امْرَأَتَهُ. أَنَا أَذَلُّ الأَشْيَاءِ عِنْدَهَا وَأَحْقَرُهَا فَأَطْرَقَ سُفْيَانُ مَلِيًّا ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ لَعَلَّكَ رَغِبْتَ إِلَيْهَا لِتَزْدَادَ بِذَلِكَ عِزًا فَقَالَ نَعَمْ يَا أبَا مُحَمَّدٍ. فَقَالَ مَنْ&lt;br /&gt;ذَهَبَ إِلَى الْعِزِّ ابتُلِيَ بِالذُّلِّ وَمَنْ ذَهَبَ إِلَى الْمَالِ ابْتُلِيَ باِلْفَقْرِ وَمَنْ ذَهَبَ إِلَى الدِّيْنِ يَجْمَعُ اللهُ لَهُ الْعِزَّ وَالمْاَلَ مَعَ الدِّيْنِ&lt;br /&gt;ثُمَّ أَنْشَأَ يُحَدِّثُهُ فَقَالَ كُنَّا إِخْوَةً أَرْبَعَةً مُحَمَّدٌ وَعِمْرَانُ وَإِبْرَاهِيْمُ وَأنَا، فَمُحَمَّدٌ أَكْبَرُنَا وَعِمْرَانُ أَصْغَرُنَا وَكُنْتُ أَوْسَطَهُمْ. فَلَمَّا أَرَادَ مُحَمَّدٌ أَنْ يَتَزَوَّجَ رَغِبَ فِي الْحَسَبِ فَتَزَوَّجَ مَنْ هِيَ أَكْبَرُ مِنْهُ حَسَبًا فَابْتَلاَهُ اللهُ بِالذُّلِّ وَعِمْرَانُ رَغِبَ فِي الْمَالِ فَتَزَوَّجَ مَنْ هِيَ أَكْبَرُ مَالاً مِنْهُ&lt;br /&gt;فَابْتَلاَهُ اللهُ بِالْفَقْرِ أَخَذُوْا مَا فِي يَدَيْهِ وَلَمْ يُعْطُوْهُ شَيْئًا فَنَقَّبْتُ فِي أَمْرِهِمَا فَقَدِمَ عَلَيْنَا مَعْمَرُ بْنُ رَاشِدٍ فَشَاوَرْتُهُ وَقَصَصْتُ عَلَيْهِ قِصَّةَ أَخَوَيَّ فَذَكَّرَنِي حَدِيْثَ يَحْيَى بْنِ جَعْدَة وَحَدِيْثَ عَائِشَةَ فَأَمَّا حَدِيْثُ يَحْيَى بْنِ جَعْدَةَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلم تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ عَلَى أَرْبَعٍ&lt;br /&gt;دِيْنِهَا وَحَسَبِهَا وَمَالِهَا وَجَمَالِها فَعَلَيْكَ بَذَاتِ الدَّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ، وَحَدِيْثُ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم قَالَ أَعْظَمُ النِّسَاءَ بَرَكَةً أَيْسَرُهُنَّ مُؤْنَةً.&lt;br /&gt;فَاخْتَرْتُ لِنَفْسِي الدِّيْنَ وَتَخْفِيْفَ الظَّهْرِ اقْتِدَاءً بِسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه و سلم فَجَمَعَ اللهُ لِيَ الْعِزَّ وَالْمَالَ مَعَ الدِّيْنِ&lt;br /&gt;Berkata Yahya bin Yahya An-Naisaburi ia berkata, “Aku duduk bersama Sufyan bin ‘Uyaiynah, lalu datanglah kepadanya seorang pria lalu berkata, “Wahai Abu Muhammad (kunyahnya) aku mengeluh kepadamu tentang si fulanah (yaitu istrinya), aku adalah sesuatu yang paling rendah dan yang paling hina di mata istriku”. Sufyanpun menundukkan kepalanya sesaat kemudian ia mengangkat kepalanya seraya berkata, “Mungkin engkau dahulu menikah dengannya karena engkau ingin derajat dan martabatmu naik?”, pria itu berkata, “Benar wahai Abu Muhammad”. Sufyan berkata, “Barangsiapa yang (menikah) karena menginginkan martabat maka ia ditimpa dengan kerendahan dan kehinaan, barangsiapa yang menghendaki harta maka akan ditimpa dengan kemiskinan dan barangsiapa yang menghendaki agama maka Allah akan mengumpulkan mertabat dan harta bersama dengan agama”. Kemudian Sufyan pun bercerita kepadanya, ia berkata, “Kami empat bersaudara yaitu Muhammad, Imran, Ibrahim, dan saya. Muhammad adalah yang tertua diantara kami dan Imran adalah yang paling muda diantara kami, adapun aku adalah anak yang tengah. Tatkala Muhammad ingin menikah maka ia ingin mencari pamor dan martabat, lalu iapun menikahi wanita yang lebih tinggi martabatnya daripada dia, maka Allah menimpakan kepadanya kerendahan, Imran menghendaki harta lalu ia menikahi dengan wanita yang lebih kaya darinya maka Allah menimpakan kemiskinan kepadanya, mereka (keluarga istrinya) mengambil harta Imran dan mereka sama sekali tidak memberikan sesuatupun kepadanya. Akupun meneliti kejadian mereka berdua, lalu datang di negeri kami Ma’mar bin Rasyid lalu akupun bermusyawarah dengannya, aku ceritakan kepadanya tentang kejadian yang dialami oleh dua saudaraku lalu iapun mengingatkan aku pada suatu hadits Yahya bin Ja’dah dan hadits ‘Aisyah. Adapun hadits Yahya bin Ja’dah “Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena martabatnya, karena kecantikannya, karena agamanya, maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya (jika tidak kau lakukan) maka tanganmu akan menempel dengan tanah”, dan hadits Aisyah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أََعْظَمُ النِّسَاءِ بَرَكَةً أيْسَرُهُنَّ مُؤْنَةً&lt;br /&gt;“Wanita yang paling banyak barokahnya adalah yang paling ringan maharnya”. Akupun memilih untuk diriku wanita yang baik agamanya dan yang ringan maharnya dalam rangka mngamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka Allahpun mengumpulkan bagiku martabat, harta dan agama.” [103],&lt;br /&gt;Doa merupakan senjata terampuh untuk memperoleh istri sholehah&lt;br /&gt;Yang paling penting bagi seseorang yang hendak mengembara mencari pasangan hidup adalah ia berdoa kepada Allah, karena seperti kata pepatah “Manusia hanya bisa berusaha namun Allah-lah yang menentukan, jodoh di tangan Allah”. Diantara doa-doa yang berkaitan dengan hal ini adalah doa yang telah sering dibaca yaitu, رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (Ya Tuhan kami berikanlah bagi kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab neraka)&lt;br /&gt;Ali radhiallahu ‘anhu menafsirkan makna al-hasanah di dunia adalah wanita sholihah dan al-hasanah di akhirat adalah bidadari, adapun adzab neraka adalah wanita yang jelek agamanya[104].&lt;br /&gt;Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Muhammad bin Ka’ab menafsirkan ayat tersebut, beliau berkata, الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ مِنَ الْحَسَنَاتِ “Wanita shalihah termasuk al-hasanah”[105]&lt;br /&gt;الْحَمْدُ للهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ&lt;br /&gt;وَصَلَى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ&lt;br /&gt;Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 30 Maret 2005&lt;br /&gt;Selesai muroja’ah kembali 3 April 2006&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;1. Subulus Salam karya As-Shon’ani, tahqiq Muhammad Abdulaziz Al-Khouli terbitan Dar Ihya At-Turots&lt;br /&gt;2. Khutuwat ilas Sa’adah, karya Abdulmuhsin Al-Qosimi&lt;br /&gt;3. Syarh Muntahal Irodaat, karya Al-Bahuti, terbitan ‘Alamul kutub&lt;br /&gt;4. Aunul ma’bud karya Nuhammad Syamsulhaq Al-‘Adzim Abadi, Darul Kutub Ilmiah&lt;br /&gt;5. Faidul Qodir, karya Abdurrouf Al-Munawi, terbitan Al-Maktabah At-Tijariah&lt;br /&gt;6. Umadatul Qori karya Al-‘Aini, terbitan Dar Ihyaut Turots&lt;br /&gt;7. Ad-Dur Al-Mantsur, karya Abdurrohman Jalalluddin As-Suyuthi, tahqiq DR Basyar ‘Awwad, terbitan Dar Al-Fikr&lt;br /&gt;8. Hasyiah As-Sindi (syarh sunan Ibnu Majah) tahqiq Abu Guddah, terbitan Maktab Al-Matbu’aat&lt;br /&gt;9. Kasyful Qina’ karya Mansur bin yunus bin Idris Al-Bahuti, tahqiq Hilal Musthofa Hilal, terbitan Darul Fikr&lt;br /&gt;10. Tuhfatul Ahwadzi, karya Al-Mubarokfuri, terbitan Darul Kutub Ilmiah&lt;br /&gt;11. Al-Mugni, karya Ibnu Qudamah, terbitan Darul Fikr&lt;br /&gt;12. Al-Muhalla, Ibnu Hazm, tahqiq Lajnah Ihyaa’ At-Turots Al-‘Arobi, Dar Al-Aafaaq Al-Jadiidah&lt;br /&gt;13. At-Ta’liiqoot Ar-Rodhiyyah ‘ala Ar-Roudhoh An-Nadiyyah, Syaikh Al-Albani, tahqiq Ali Hasan, cetakan pertama Dar Ibnu ‘Affaan.&lt;br /&gt;14. Tahdzibul Kamal karya Yusuf Abul Hajjaj Al-Mizzi, terbitan Muasasah Ar-Risalah&lt;br /&gt;15. Al-Minhaj syarh shahih Muslim karya Imam An-Nawawi, Dar Ihyaut Turots Al-Arobi&lt;br /&gt;16. Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqolani, Darul Ma’rifah&lt;br /&gt;17. Fathul Wahhab, karya Zakariya bin Muhammad bin Zakariya Al-Anshari Abu Yahya, terbitan Darul Kutub Ilmiyah&lt;br /&gt;18. Lisanul Arab, karya Ibnu Mandzur, terbitan Dar Shodir&lt;br /&gt;19. An-Nihayah fi goribil hadits, karya Ibnul Atsir, terbitan Darul Ma’rifah&lt;br /&gt;20. Bidayatul Mujtahid, karya Ibnu Rusyd, tahkik Hasan Hallaq, terbitan Maktabah Ibnu Taimiyah&lt;br /&gt;21. Asy-Syarhul Mumti’, karya Syaikh Muhammad Sholeh Utsaimin, terbitan Dar Ibnul Jauzi&lt;br /&gt;22. Zaadul Ma’aad fi Hadyi Khoiril ‘Ibaad, karya Ibnul Qoyyim, tahqiq Al-Arna’uth, terbitan Muassasah Ar-Risalah, cetakan ke 14&lt;br /&gt;23. Tafsir As-Sa’di, Muassasah Ar-Risalah&lt;br /&gt;24. At-Talkhis Al-Habir, Ibnu Hajar Al-Atsqolani, tahqiq As-Sayyid Abdullah Hasyim Al-Yamaani Al-Madani&lt;br /&gt;25. Khulashotul Badr Al-Muniir, Ibnul Mulaqqin, tahqiq Hamdi Abdul Majid As-Salafi&lt;br /&gt;26. Ahkaam Ar-Ru’yah ‘indal khithbah, DR Abdul Kariim bin Yusuf Al-Khudr, Daar Balansiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim berkata[106], “Yang merupakan dalil bahwasanya nikah lebih mulia (afdol) daripada menyendiri (berkholwat) untuk melaksanakan ibadah-ibadah yang sunnah adalah Allah telah memilih pernikahan untuk para nabiNya dan para rasulNya. Allah berfirman&lt;br /&gt;(وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجاً وَذُرِّيَّةً) (الرعد : 38 )&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. (QS. 13:38)&lt;br /&gt;Allah berfirman tentang Adam&lt;br /&gt;(وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا) (الأعراف : 189 )&lt;br /&gt;Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya (QS. 7:189)&lt;br /&gt;Musa ‘alaihissalam Kaliimullah (Nabi yang Allah berbicara langsung dengannya-pen) telah menghabiskan waktu selama sepuluh tahun untuk mengembalakan kambing demi menebus mahar istrinya[107]. Dan jelas diketahui bersama nilai sepuluh tahun jika dihabiskan untuk melaksanakan ibadah-ibadah yang mustahab.&lt;br /&gt;Allah telah memilihkan yang terbaik bagi nabiNya Muhammad. Allah tidak menyukai Muhammad untuk meninggalkan pernikahan bahkan Allah menikahkan beliau dengan sembilan istri atau lebih. Dan tidak ada petunjuk yang lebih baik dari petunjuknya.&lt;br /&gt;Kalau bukan karena pada pernikahan tidak ada keutamaan yang lain kecuali hanya ada kegembiraan Nabi dengan membanggakan banyaknya umatnya[108] (maka sudah cukup menunjukan akan keafdolan nikah) Kalau bukan karena pada pernikahan tidak ada keutamaan yang lain kecuali hanya bahwa amalan (orang yang menikah) tidak akan berhenti setelah meninggalnya (karena meninggalkan anak yang sholeh, maka sudah cukup untuk menunjukan keafdholan menikah) Kalau bukan karena pada pernikahan tidak ada keutamaan yang lain kecuali akan melahirkan orang yang bersaksi akan keesaan Allah dan kerasulan Nabi (maka sudah cukup menunjukan akan keafdolan nikah)&lt;br /&gt;Kalau bukan karena pada pernikahan tidak ada keutamaan yang lain kecuali menjadikan pandangan tertunduk dan menjaga kemaluan dari terjatuh pada perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah (maka sudah cukup menunjukan akan keafdolan nikah) Kalau bukan karena pada pernikahan tidak ada keutamaan yang lain kecuali menjaga para wanita yang Allah menjaga kehormatan wanita dengan pernikahan, serta Allah memberi ganjaran kepada sang lelaki karena telah menunaikan hajatnya dan hajat sang wanita (maka sudah cukup menunjukan akan keafdolan nikah). Sang lelaki dalam keledzatan-keledzatan sementara pahalanya terus bertambah (dengan bertambahnya keledzatan-keledzatan yang ia rasakan) Kalau bukan karena pada pernikahan tidak ada keutamaan yang lain kecuali memperbesar Islam dan memperbanyak pengikutnya serta menjengkelkan musuh-musuh Islam (maka sudah cukup menunjukan akan keafdolan nikah)&lt;br /&gt;Kalau bukan karena pada pernikahan tidak ada keutamaan yang lain kecuali menimbulkan ibadah-ibadah (khusus yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga-pen) yang tidak bisa dilaksanakan oleh seorang yang berkholwat untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunnah (maka sudah cukup menunjukan akan keafdolan nikah)&lt;br /&gt;Kalau bukan karena pada pernikahan tidak ada keutamaan yang lain kecuali meluruskan kekuatan syahwatnya yang memalingkannya dari keterikatan hatinya pada perkara-perkara yang lebih bermanfaat baginya baik bagi agamanya maupun dunianya (maka sudah cukup menunjukan akan keafdolan nikah). Sesungguhnya ketergantungan hati kepada syahwat atau kesungguhannya dalam melawat syahwatnya akan menghalanginya dari memperoleh perkara-perkara yang lebih bermanfaat baginya. Karena himmah (keinginan) jika telah tersalurkan kepada sesuatu maka ia akan terpalingkan dari yang lain.&lt;br /&gt;Kalau bukan karena pada pernikahan tidak ada keutamaan yang lain kecuali penjagaannya terhadap putri-putrinya jika ia bersabar terhadap mereka dan berbuat baik kepada mereka maka mereka akan menjadi penghalang yang menghalanginya dari api neraka, (maka sudah cukup menunjukan akan keafdolan nikah)&lt;br /&gt;Kalau bukan karena pada pernikahan tidak ada keutamaan yang lain kecuali membuahkan dua anak-anak yang meninggal sebeluum dewasa yang menyebabkan Allah memasukkannya kedalam surga dengan sebab dua anak-anaknya tersebut (maka sudah cukup menunjukan akan keafdolan nikah)&lt;br /&gt;Kalau bukan karena pada pernikahan tidak ada keutamaan yang lain kecuali mendatangkan pertolongan Allah baginya (maka sudah cukup menunjukan akan keafdolan nikah), sebagaimana dalam hadits yang marfu’&lt;br /&gt;ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ عَوْنُهُمْ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ وَالْمُكَاتِبُ الَّذِي يُرِيْدُ الْأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيْدُ الْعَفَافَ&lt;br /&gt;Tiga golongan yang pasti Allah menolong mereka, orang yang berjihad di jalan Allah, budak yang ingin membebaskan dirinya, dan orang yang menikah karena ingin menjaga dirinya (dari berbuat kenistaan).[109]&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;[1] Khutuwat ila As-Sa’adah hal 49&lt;br /&gt;[2] HR At-Thabrani dalam Al-Awshath, Al-Baihaqi, Al-Hakim dan Syaikh Al-Albani berkata, “Hasan lighorihi” (Shahih At-hargib wat Tarhib 2 no 1916).&lt;br /&gt;Al-Munawi berkata, “Hal ini dikarenakan musibah yang sangat besar yang menimpa dan menodai agama seseorang adalah syahwat perut dan syahwat kemaluan. Dengan adanya istri yang shalihah akan terjaga diri seseorang dari melakukan zina yang hal ini (selamatnya seseorang dari syahwat kemaluan) merupakan setengah dari agama yang pertama. Tinggal setengah yang kedua yaitu syahwat perut, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkannya untuk bertakwa menghadapi syahwat perutnya sehingga sempurna agamanya dan ia mampu untuk beristiqomah…dikhususkan wanita yang shalihah karena jika istrinya tidak shalihah meskipun ia mampu menghalangi suaminya untuk berbuat zina namun ia terkadang menghantarkan suaminya kepada perbuatan-perbuatan keharaman yang lain yang membinasakannya….” (Faidhul Qodir 6/137)&lt;br /&gt;[3] Ada beberapa pendapat tentang penafsiran perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam تََرِبَتْ يَدَاكَ “kedua tanganmu akan menempel di tanah”, pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu ‘Arobi adalah ada fi’il syart yang di takdirkan yaitu “Jika engkau tidak memilih wanita yang baik agamanya” maka kedua tanganmu akan menempel di tanah. Ibarat ini digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang buruk, ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah “engkau akan merugi”, ada juga yang mengatakan “lemah akalmu” (Lihat Fathul Bari 9/135-136). An-Nahhas berkata, “Maksudnya adalah jika engkau tidak melakukannya maka tidak ada yang kau raih dengan kedua tanganmu kecuali tanah”. Berkata Ad-Dawudi “Ungkapan ini digunakan untuk berlebih-lebihan dalam memuji sesuatu, sebagaimana mereka berkata kepada seorang penyair (yang sangat indah bait-bait syairnya) قاتله الله “Semoga Allah memeranginya, sungguh ia telah menulis syair dengan baik” (Lihat Fathul Bari 10/550-551)&lt;br /&gt;[4] HR Al-Bukhari 5/1958&lt;br /&gt;Berkata An-Nawawi, “Hadits ini menunjukan motivasi untuk bergaul dengan orang-orang yang baik agamanya dalam segala perkara, karena barangsiapa yang berteman dengan mereka maka ia akan mengambil faedah dari akhlak mereka yang baik dan barokah mereka, dan baiknya jalan-jalan yang mereka tempuh serta ia akan merasa aman dari mafsadah akan datang dari mereka” (Al-Minhaj syarh shahih Muslim 10/52)&lt;br /&gt;[5] Bidayatul Mujtahid 3/32&lt;br /&gt;[6] Fathul Bari 9/135&lt;br /&gt;[7] Umdatul Qori 20/86&lt;br /&gt;[8] Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim 10/51-52, pendapat ini telah diisyaratkan oleh As-Syaukani dalam Nailul Author 9/234&lt;br /&gt;[9] Fathul Bari 9/136&lt;br /&gt;[10] Ceramah Syikh Ibnu Utsaimin (Syarh Bulugul Maram, kitab An-Nikaah kaset no 2)&lt;br /&gt;[11] Cermah Syaikh Fauzan syarh Bulugul Maram kitab An-Nikaah kaset no 1&lt;br /&gt;[12] Asy-Syarhul Mumti’ XII/13&lt;br /&gt;[13] HR At-Thirmidzi III/397 no 1087, Ibnu Majah no 1865 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani. (Lihat As-Shahihah no 96)&lt;br /&gt;[14] Hadits ini didho’ifkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dho’ifah 1/675 no 462&lt;br /&gt;[15] Al-Mugni 7/82&lt;br /&gt;[16] Ceramah Syikh Ibnu Utsaimin (Syarh Bulugul Maram, kitab An-Nikaah kaset no 2)&lt;br /&gt;[17] Faidhul Qodir 3/271&lt;br /&gt;[18] Syarh Muntaha Al-Irodaat 2/623&lt;br /&gt;[19] Tafsir As-a’di I/164&lt;br /&gt;[20] Asy-Syarhul Mumti’ XII/20.&lt;br /&gt;Sebagian orang tatkala mencari informasi tentang wanita yang diincarnya maka iapun menanyakan dan meyerahkan hal ini pada seorang wanita, baik adik wanitanya, atau seorang wanita yang ia percayai. Namun yang perlu diingat pandangan seorang wanita tidak sama dengan pandangan seorang lelaki dalam menilai kecantikan seseorang. Yang lebih menyedihkan terkadang jika sang wanita yang ia percayai tersebut merupakan sahabat wanita yang diincarnya maka sang wanita akan mengabarkan bahwa wanita yang diincarnya tersebut sangatlah cantik, karena ia merupakan sahabatnya sehingga penilaiannya tidaklah objektif.&lt;br /&gt;Sebaliknya jika terjadi permusuhan antara kedua wanita tersebut maka kebenciannya itu akan menjadikannya sang wanita buruk dipandangannya. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah hendaknya seorang lelaki melihat calon istrinya secara langsung. Memang benar sebelum ia memandang hendaknya ia mencari informasi yang akurat tentang wanita incarannya itu, namun ia sebaiknya tetap melihatnya.&lt;br /&gt;[21] Dan Al-‘Aini telah menyatakan hal ini sebelum As-Shon’aani dalam Umdatul Qori’ XX/119&lt;br /&gt;[22] Subulus Salam III/113&lt;br /&gt;[23] Subulus Salam III/113. Berkata As-Shon’aani, “Maksudnya adalah mencium bau mulutnya”&lt;br /&gt;[24] Lihat An-Nihayah fi ghoriibil hadits III/221&lt;br /&gt;[25] HR Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/180 no 2699 kemudian berkata, “Ini adalah hadits shahih sesuai dengan kriteria Mjuslim dan tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim”. Dikeluarkan juga oleh&lt;br /&gt;Ahmad III/231 no 13448 dan ‘Abd bin Humaid I/408 no 1388.&lt;br /&gt;[26] HR Al-Bukhari no 3006 dan Muslim 1341&lt;br /&gt;[27] HR Ahmad 1/18, Ibnu Hibban (lihat shahih Ibnu Hibban 1/436), At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184 , dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah&lt;br /&gt;1/792 no 430&lt;br /&gt;[28] Asy-Syarhul Mumti’ XII/22&lt;br /&gt;[29] Asy-Syarhul Mumti’ XII/20&lt;br /&gt;[30] Asy-Syarhul Mumti’ XII/23&lt;br /&gt;[31] Kalau kita kembalikan kepada adat wanita sekarang ini maka akan sangat bahaya sekali, apalagi adat wanita barat yang biasa membuka auratnya dengan begitu bebasnya dihadapan umum…!!!&lt;br /&gt;[32] Asy-Syarhul Mumti’ XII/21&lt;br /&gt;[33] Nuur ‘alaa Ad-Darb kaset no 165 side B&lt;br /&gt;Peringatan&lt;br /&gt;Memang ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang bagian tubuh wanita yang boleh dilihat tatkala nadzor. Mayoritas ulama berpendapat bahwa bagian tubuh wanita yang boleh dilihat hanyalah wajah dan kedua tangan (Nailul Authoor VI/240). Akan tetapi pendapat ini masih perlu diteliti lagi mengingat ada atsar yang menyelisihi hal ini. Berkata Ibnu Hajar dalam At-Talkhiis Al-Habiir (III/147), “Abdurrozzaaq (Al-Mushonnaf VI/163 no 10352), Sa’iid bin Manshuur, dan Ibnu Abi ‘Amr meriwayatkan dari Sufyaan, dari ‘Amr bin Diinaar dari&lt;br /&gt;Muhammad bin ‘Ali bin Al-Hanafiyah, bahwasanya Umar bin Al-Khotthoob melamar Ummu Kaltsuum putri Ali bin Abi Tholib. Lalu Ali menjelaskan kepada Umar bahwa putrinya masih kecil. Ali berkata, “Aku akan mengutusnya kepadamu, jika ia ridho maka ia adalah istrimu”. Maka Alipun mengutus putrinya (Ummu Kaltsuum) ke Umar, lalu Umar menyingkap betis Ummu Kaltsuum. Ummu Kaltsuumpun berkata, “Kalau engkau bukanlah pemimpin kaum muslimin maka aku akan menampar matamu”.&lt;br /&gt;Dan atsar ini merupakan problem bagi orang-orang yang menyatakan bahwa tidak boleh melihat tatkala nadzor kecuali wajah dan kedua tangan”&lt;br /&gt;Adapun pendapat Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla (X/30) bahwasanya boleh melihat seluruh tubuh sang wanita dengan berdalil kisah Jabir yang bersembunyi untuk melihat wanita yang ingin dipinangnya maka ini merupakan pendapat yang aneh dan sepanjang pengetahuan penulis hanya beliau yang berpendapat demikian.&lt;br /&gt;Ketika kami (penulis) bertanya kepada guru kami Syaikh Abdul Qoyyum tentang pendapat Ibnu Hazm maka beliau berkata, “Buruknya pendapat ini tidak perlu dibantah, apakah sang wanita yang diintip Jabir suka berjalan sambil bertelanjang??, tentunya ia berjalan sambil membuka yang biasanya terbuka di hadapan mahramnya”&lt;br /&gt;Syaikh Al-Albani mengomentari pendapat Ibnu Hazm, “Dan hadits Jabir meskipun tidak menunjukan pendapat Ibnu Hazm akan tetapi tidak diragukan lagi bahwasanya hadits ini menunjukan ukuran yang lebih dari pendapat Jumhur (yaitu lebih daripada wajah dan kedua tangan), Wallahu A’lam” (At-Ta’liiqoot Ar-Rodhiyyah ‘ala Ar-Roudhoh An-Nadiyyah II/154)&lt;br /&gt;Oleh karena itu pendapat yang dipilih oleh Syaikh Ibnu ‘Utsaimin di atas merupakan pendapat yang paling tengah.&lt;br /&gt;[34] Fatwa Syaikh Utsaimin dalam Nuur ‘alaa Ad-Darb kaset no 318 side B. Dan ini merupakan pendapat jumhur ahli fiqih dari madzhab Hanafiah, Malikiah, As-Syafi’iah, dan Hanabilah. Hal ini dikarenakan bahwa seluruh perkara (hikmah) yang tersebutkan dalam hadits-hadits yang menunjukan alasan dibolehkannya seorang lelaki melihat wanita yang akan dilamarnya juga berlaku bagi sang wanita. Wanita juga berhak untuk mencari seorang suami yang tampan dan terbebas dari aib karena hal ini juga akan mendukung langgengnya rumah tangga. Bahkan terkadang hal sangat penting bagi sang wanita karena ia tidak bisa meninggalkan suaminya jika ternyata suaminya tidak membahagiakannya atau terdapat aib-aib pada suaminya kecuali dengan sangat sulit sekali. Berbeda dengan lelaki, yang jika istrinya tidak menyenangkannya maka mudah baginya untuk menceraikannya. Wallahu A’lam (Lihat Ahkaam Ar-Ru’yah ‘indal khitbah 18-19)&lt;br /&gt;[35] Asy-Syarhul Mumti’ XII/22-23&lt;br /&gt;[36] HR Ahmad IV/245, At-Thirmidzi no 1087. An-Nasai no 1865 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani (As-Shahihah no 204)&lt;br /&gt;[37] Asy-Syarhul Mumti’ XII/21&lt;br /&gt;[38] Liqoo Al-Baab Al-Maftuuh kaset no 145 side A&lt;br /&gt;[39] Nuur ‘alaa Ad-Darb kaset no 890&lt;br /&gt;Sebagian wanita terlalu berlebihan sehingga berbicara dengan para lelaki dengan suara yang keras karena salah menerapkan firman Allah ((Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara)).&lt;br /&gt;Syaikh Bin Baaz berkata, “Hendaknya seorang wanita berbicara dengan wajar (sikap tengah), tidak berlebih-lebihan (dengan mengangkat suaranya) dan tidak pula menunduk-nundukan suaranya. Oleh karena itu Allah berfirman وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا ((Dan hendaknya kalian berucap dengan ucapan yang ma’ruf)). Inilah yang semestinya seorang wanita, hendaknya bersikap tengah (wajar) tatkala berbicara…” (Silsilah Al-Huda wan Nuur kaset no 269)&lt;br /&gt;[40] Karena soal yang ditujukan penanya kepada Syaikh Bin Baaz berkaitan dengan hukum sang penanya yang berbicara dengan wanita yang akan dikhitbahnya melalui telepon (Lihat teks pertanyaannya dalam Majmu’ Fatawa wa maqoolaat mutanawwi’ah XX/431)&lt;br /&gt;[41] Majmu’ Fatawa wa maqoolaat mutanawwi’ah XX/431&lt;br /&gt;[42] Nuur ‘alaa Ad-Darb kaset no 342&lt;br /&gt;[43] Asy-Syarhul Mumti’ XII/21&lt;br /&gt;[44] Silsilah Al-Huda wan Nuur kaset no 269&lt;br /&gt;[45] Faidhul Qodir 3/271&lt;br /&gt;[46]HR Ibnu Majah, Al-Bazzar, dan Al-Baihaqi, dan didhoifkan oleh Syaikh Al-Albani (Ad-Dho’ifah 3/172), Dhoful Jami’ no 6216.&lt;br /&gt;[47] HR Abu Dawud 2/220 no 2050 dan ini adalah lafalnya, Ibnu Hibban 9/363,364, An-Nasaai 6/65, berkata Syaikh Al-Albani , “Hasan Shahih”&lt;br /&gt;[48] HR Ibnu Hibban 9/338. Berkata Ibnu Hajar, “Adapun hadits “Sesungguhnya aku berbangga dengan kalian” maka hadits tersebut shahih dari hadits Anas…dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dan disebutkan oleh Imam As-Syafi’i secara بلاغا (balagan) dari hadits Ibnu Umar dengan lafal تَنَاكَحُوْا تَكَاثَرُوْا فَإِنِّي أُبَاهِي بِكُمُ الأُمَمَ “Menikahlah dan beranak banyaklah kalian karena sesungguhnya aku berbangga dengan (jumlah) kalian”, dan dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dari hadits Abu Umamah dengan lafal تَزَوَّجُوْا فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ وَلاَ تَكُوْنُوْا كَرُهْبَانِيَةِ النَّصَارَى “Menikahlah sesungguhnya aku memebanggakan (jumlah) kalian dihadapan umat-umat yang lain dan janganlah kalian seperti kerahiban orang-orang Nasrani…” (Fathul Bari 9/111). Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ no 1784&lt;br /&gt;[49] Syarh Sunan Ibni Majah 6/66&lt;br /&gt;[50] Berkata Al-Munawi, “Penyayang yaitu yang sangat mencintai suaminya, lemah lembut jika berbicara dengannya, selalu melayaninya, penuh adab (dihadapan) suaminya dan selalu tersenyum manis…” (Faidhul Qodir 3/242)&lt;br /&gt;[51] Karena perawanlah yang biasanya lebih mencintai dan menyayangi suaminya, sebab ia belum pernah mengenal lelaki lain sebelum suaminya. Namun ini di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, adapun di zaman sekarang banyak perawan yang wawasannya luas sekali tentang para lelaki, Wallahul Musta’aan wa ilaihit tuklaan&lt;br /&gt;[52] HR Ahmad 3/158,245, Ibnu Hibban 9/338, At-Thabrani di Al-Mu’jam Al-Awshath 5/207&lt;br /&gt;[53] Subulus Salam 3/111&lt;br /&gt;[54] Aunul Ma’bud 6/33&lt;br /&gt;[55] Yaitu orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran yang di bawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;[56] An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubro 5/361, At-Thabrani dalam Al-Awshath 6/11, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani karena syawahidnya (As-Shahihah 1/578 no 287)&lt;br /&gt;[57] Asy-Syarhul Mumti’ XII/18&lt;br /&gt;[58] Seperti kemaluannya lemah tidak mampu untuk membuka keperawanan wanita atau jika ia membutuhkan wanita janda untuk membantu mengurusi keluarganya (Fathul Wahhab 2/53)&lt;br /&gt;[59] HR Al-Bukhari 3/1083, yaitu mati syahid dalam perang Uhud&lt;br /&gt;[60] HR Muslim 2/1087, Berkata An-Nawawi, “Adapun sabda Nabi r ولعابها maka dengan mengkasroh huruf lam, dan datang dari sebagian perawi Bukhori dengan mendommakannya”. Berkata Qodhi ‘Iyadh, “Adapun lafal yang ada dalam&lt;br /&gt;riwayat Imam Muslim maka dengan dikasroh huruf lamnya dan tidak ada kemungkinan yang lain, maknanya yaitu masdar dari لاَعَبَ مُلاَعَبَةً seperti قَاتَلَ مُقَاتَلَة (قِتَال)“, ia berkata juga, “ Mayoritas ahlul kalam tatkala menjelaskan makna hadits ini dengan membawakan makna تلاعبها pada makna yang sudah dikenal (yaitu bercumbu) dan tafsiran ini dikuatkan dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Engkau membuatnya tertawa dan ia membuatmu tertawa”, dan sebagian mereka mengatakan bahwa ada kemungkinan makna adalah dari اللُعَاب yaitu الرِّيْقُ air liur” (Sebagaimana di nukil oleh An-Nawawi dalam Al-Minhaj 10/52-53)&lt;br /&gt;Ibnu Hajar menjelaskan, “Dalam riwayat yang lain dengan mendommah huruf lam, dan maksudnya adalah air liur, dan ini adalah isyarat tentang mengisap lidah sang wanita dan menghisap kedua bibirnya yang hal itu terjadi saat mereka berdua saling bercumbu dan saling berciuman. Ini bukanlah penafsiran yang jauh dari kebenaran sebagaimana penjelasan Al-Qurthubi. Dan makna yang kedua ini (yaitu لُعاب yang artinya air liur) bukanlah makna yang pertama (لِعاب yang artinya saling bercumbu, yang makna pertama ini adalah lafal yang diriwayatkan oleh mayoritas perawi) sebagaimana perkataan Syu’bah bahwasanya ia menyampaikan lafal ini kepada ‘Amr bin Dinar maka ia berkata, “Lafal yang benar adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh jama’ah (mayoritas perawi yaitu lafal yang pertama لِعاب)”, kalau memang kedua maknanya sama maka Amr tidak akan mengingkarinya apalagi ia termasuk para ulama yang membolehkan periwayatan hadits dengan maknanya” (Al-Fath 9/122)&lt;br /&gt;Dengan demikian Ibnu Hajar seakan-akan menguatkan riwayat dengan mendhommah huruf lam (وَلُعَابِهَا) karena makna lafal hadits (فََأيْنَ أَنْتَ مِنَ الْعَذَارَى ولُِعَابِها) tidak sama dengan makna lafal hadits (فَهَلاَّ جَارِيَةٌ تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ), hal ini berbeda dengan pendapat An-Nawawi yang merojihkan riwayat mengkasroh huruf lam (وَلِعَابِهَا) karena beliau memandang makna lafal kedua hadits tersebut adalah sama.&lt;br /&gt;Ada sebuah hadits yang mendukung makna lafal yang kedua (yaitu لُعاب yang artinya air liur) yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (II/311 no 2386)&lt;br /&gt;أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم كَانَ يُقَبِّلُهَا وَهُوَ صَائِمٌ وَيَمُصُّ لِسَانهَا&lt;br /&gt;Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Aisyah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berpuasa dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisap lidah Aisyah.&lt;br /&gt;Akan tetapi hadits ini dho’if sebagaimana didho’ifkan oleh Abu Dawud sendiri, Ibnu Hajar, dan Syaikh Al-Albani.&lt;br /&gt;Faedah :&lt;br /&gt;Ibnu Hajar berkata, “Jika hadits ini shahih maka dibawakan kepada makna bahwsanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menelan liurnya yang telah tercampur dengan liur Aisyah” (Fathul Bari IV/153)&lt;br /&gt;[61] Istri Jabir ini bernama Sahlah binti Mas’ud bin Aus bin Malik Anshoriah Al-Awsiah sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Sa’ad (Fathul Bari 9/122)&lt;br /&gt;[62] HR Al-Bukhari 5/2053, Muslim 2/1087, Abu Dawud 2/220, An-Nasai di Al-Kubro 3/265, dan Al-Mujtaba 6/61&lt;br /&gt;[63] HR Ahmad 2/514&lt;br /&gt;[64] HR At-Thirmidzi 3/406&lt;br /&gt;[65] Al-Minhaj syarah Shahih Muslim 10/53&lt;br /&gt;[66] Tuhfatul Ahwadzi 4/191&lt;br /&gt;[67] HR Al-Bukhari 5/1953, lihat Umdatul Qori 20/74&lt;br /&gt;[68] Zaadul Ma’aad IV/252&lt;br /&gt;[69] Hadits riwayat lbnu Majah no. 1861 (1/598), dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits No. 623 (2/192)&lt;br /&gt;[70] Sebagaimana dalam riwayat Muslim 2/1019&lt;br /&gt;[71] HR Al-Bukhari 5/1950. Abdullah bin Mas’ud tidak menerima tawaran Utsman karena ia telah tua&lt;br /&gt;[72] Fathul Bari 9/107&lt;br /&gt;[73] Al-Mu’jam Al-Kabiir XIX/149 no 328&lt;br /&gt;[74] Ad-Dho’iifah no 1629, lihat juga Dho’iiful Jami’ no 3990. Alhamdulillah hadits ini lemah, kalau hadits ini shahih tentunya akan menimbulkan banyak permasalahan keluarga antara dua pasang suami istri&lt;br /&gt;yang suka saling menggigit..??!!&lt;br /&gt;[75] Asy-Syarhul Mumti’ XII/16&lt;br /&gt;[76] Al-Minhaj syarah Shahih Muslim 10/53&lt;br /&gt;[77] Kasyful Qina’ 9/5&lt;br /&gt;[78] Fathul Bari 9/135&lt;br /&gt;[79] Nuur ‘alaa Ad-Darb kaset no 567&lt;br /&gt;[80] Asy-Syarhul Mumti’ XII/15&lt;br /&gt;[81] Lihat makna hadits ini dalam Lisaanul ‘Arob XIV/489&lt;br /&gt;[82] At-Talkhis Al-Habiir III/146, Khulashotul Badr Al-Muniir II/179 no 190&lt;br /&gt;[83] Kasyful Qona’ 5/9&lt;br /&gt;[84] Nuur ‘alaa Ad-Darb no 257 side B&lt;br /&gt;[85] Al-Mugni 7/83&lt;br /&gt;[86] Pendapat ini berdasarkan hadits Abu Hurairah, “Wanita itu dinikahi karena empat perkara…”, namun sebagaimana telah kita jelaskan bawha pendapat yang benar adalah pendapat yang dipilih oleh Imam An-Nawawi bahwa hadits ini adalah bukan mendorong seseorang menikah karena empat perkara tersebut, namun hanyalah menjelaskan kenyataan yang terjadi di masyarakat [87] Fathul Bari 9/135&lt;br /&gt;[88] Sebagian orang mungkin memilih wanita yang cantik walaupun agamanya kurang baik atau bahkan tidak baik dengan harapan ia akan mendidiknya, atau ia mengatakan insya Allah, Allah akan memberi petunjuk kepadanya. Namun kenyataannya banyak diantara mereka yang tidak berhasil dalam mendidiknya, hingga akhirnya kebahagiaan yang diharapkan dengan menikah wanita yang cantik hanya ia rasakan sebulan, dua bulan saja. Seorang wanita bagaimanapun canitknya ia jika tidak dihiasi dengan akhlak yang mulia maka kecantikan tersebut tidak akan terlihat indah, sebaliknya seorang wanita yang wajahnya pas-pasan saja namun jika dihiasi dengan akhlak yang mulia maka kebahagiaanpun akan datang dan ia akan nampak begitu cantik sekali dihadapan suaminya karena terhias dengan mahkota akhlak yang mulia. Bahkan yang lebih parah dari itu, banyak pemuda yang shalih akhirnya berubah dikarenakan pengaruh istrinya yang tidak shalihah. Bukannya ia yang mendakwahi istrinya bahkan yang terjadi malah sebaliknya. Oleh karena itu hendaknya seseorang jangan sampai meremehkan sifat keshalihan seorang wanita. Pentingnya sifat ini juga disadari oleh orang-orang yang suka berbuat fasad dan kemaksiatan. Betapa banyak orang yang suka bergaul dengan wanita-wanita jalanan berkata, “Aku ingin mencari wanita yang shalihah”, karena ia menyadari dengan pengalamannya bersama wanita-wanita jalanan bahwa mereka tidak akan mendatangkan kebahagiaan baginya di waktu mendatang dalam waktu yang lama.&lt;br /&gt;[89] HR Muslim 2/1087&lt;br /&gt;[90] Fathul Bari 9/135&lt;br /&gt;[91] HR Muslim 2/1090 dan Ahmad 2/168&lt;br /&gt;[92] HR Ibnu Majah 1/596, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam shahihul jami’ no 2049&lt;br /&gt;[93] HR At-Thirmidzi no 3094, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat juga shahihul jami’ no 5355. Berkata Syaikh As-Sindi, “Kesimpulannya jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah jawaban yang bijaksana untuk mengingatkan bahwasanya cita-cita seorang mukmin hendaknya bergantung kepada akhirat maka hendaknya ia meminta kepada Allah apa-apa yang bermanfaat bagi akhiratnya, dan harta yang ada di dunia ini seluruhnya tidak ada yang selamat dari kejelekan” (Syarh sunan Ibni Majah 2/413)&lt;br /&gt;[94] Berkata As-Sindi, “Hal ini menunjukan bahwa takwa merupakan tujuan seorang mukmin dan memang asalnya tidak ada sesuatupun yang menyamai nilainya” (Syarh Sunan Ibni Majah 2/414)&lt;br /&gt;[95] HR Ibnu Majah 1/596 no 1857 dan di dhoifkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat Ad-Dha’ifah no 3553. Berkata Syaikh As-Sindi, “Pada isnadnya ada perawi yang lemah yang bernama Ali bin Zaid bin Jad’an, demikian juga Utsman bin Abi ‘Atikah yang diperselisihkan kredibilitaasnya oleh para ulama. Dan hadits ini juga diriwayatkan oleh An-Nasai dari hadits Abu Hurairah dan ia (An-Nasai) tidak mengomentarinya. Hadits ini juga memiliki syahid dari hadits Ibnu Umar, Wallahu A’lam.” (Syarh Sunan Ibni Majah 2/414)&lt;br /&gt;[96] Fidhul Qodir 3/549&lt;br /&gt;[97] HR Ahmad 1/168, Al-Bazzar 4/20, Ibnu Hibban dalam shahihnya 9/340, dan Al-Hakim 2/157 no 2640 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam shahihul jami’ no 887&lt;br /&gt;[98] HR AT-Thirmidzi no 1159, Ibnu Majah no 1853 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani (Lihat As-Shahihah no 3366)&lt;br /&gt;[99] Asy-Syarhul Mumti’ XII/14&lt;br /&gt;[100] HR At-Thirmidzi 4/184, An-Nasai di Al-Kubro 3/194, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro 10/318 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani (Misykat Al-Mashobih 2 no 3089, shahih targhib wat Tarhib 2 no 1308, goyatul marom no 210)&lt;br /&gt;[101] Banyak sunnah-sunnah Nabi r yang tidak bisa diterapkan kecuali oleh oang-orang yang menikah, diantaranya adalah Sabda Nabi&lt;br /&gt;مَنْ غسل وَاغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ ثُمَّ غَدَا وَابْتَكَرَ ثُمَّ جَلَسَ قَرِيْبًا مِنَ الإِمَامِ وَأَنْصَتَ وَلَمْ يَلْغُ حَتَّى يَنْصَرِفَ الإِمَامُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوْهَا كَعَمَلِ سَنَةٍ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا&lt;br /&gt;Barangsiapa yang memandikan dan mandi pada hari jum’at kemudian pergi pagi-pagi (ke mesjid) dan bersegera kemudian duduk dekat dengan imam dan konsentrasi mendengarkan, tidak melakukan hal-hal yang sia-sia hingga imam selesai sholat maka baginya pahala puasa dan sholat malam selama setahun untuk setiap langkah kaki yang dilangkahkannya. (HR Ahmad 2/209, Ibnu Hibban 7/19, Ibnu Khuzaimah, An-Nasai di Al-Kubro 1/522, At-Thirmidzi 2/368 3/128 Ad-Darimi 1/437, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).&lt;br /&gt;Sabda Nabi (غسل) diriwayatkan dengan mentasydid huruf sin ((غسَّل)) dan artinya adalah menjima’i istri sehingga menyebabkan istrinya mandi janabah. Dan ini adalah pendapat Abdurrahman bin Al-Aswad dan Hilal bin Yasaf dari kalangan tabi’in dan merupakan pendapat Imam Ahmad dan Al-Qurtubhi- sebagaimana dihikayatkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni (II/73), lihat juga Fathul Baari (II/366). Menurut pendapat ini seseorang yang hendak berangkat ke mesjid untuk melaksanakan sholat jum’at disunnahkan baginya untuk menjima’i istrinya karena hal itu menenangkan hatinya dan lebih menundukan pandangannya tatkala ia berjalan menuju mesjid. Adapun pendapat yang kedua yaitu yang memilih riwayat tanpa mentasydidi huruf siin (غسَل) maksudnya adalah ia mencuci (kepalanya) dan ini adalah pendapat Imam An-Nawawi. (Lihat Al-Fath 2/366 dan Al-Mughni 2/73).&lt;br /&gt;[102] HR At-Thabrani dalam Al-Awshoth 3/21-22. dan hadits ini didhoifkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat Ad-Dho’ifah 3/68 no 1055, demikian juga dalam Dho’if Targhib wat Tarhib no 1208&lt;br /&gt;[103] Tahdzibul Kamal 11/194-195&lt;br /&gt;[104] Fathul Bari 11/192, Umdatul Qori 18/113&lt;br /&gt;[105] Ad-Dur Al-Mantsur 1/561&lt;br /&gt;[106] Bada’iul Fawaaid hal 450&lt;br /&gt;[107] Sebagaimana firman Allah&lt;br /&gt;(قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَن تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْراً فَمِنْ عِندِكَ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ) (القصص : 27 )&lt;br /&gt;Berkatalah dia (Syu’aib):”Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik”. (QS. 28:27)&lt;br /&gt;[108] Sebagaimana sabda Nabi&lt;br /&gt;عن مَعْقِل بن يَسَارٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ “إِنِّي أَصَبْتُ امرأةً ذَاتَ حَسَبٍ وَجَمَالٍ وَإِنَّهَا لاَ تَلِدُ أَفَأَتَزَوَّجُهَا؟”، قَالَ: “لاَ”. ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ، ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ: “تََزَوَجُوْا الوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فإني مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ&lt;br /&gt;Dari Ma’qil bin Yasar berkata, “Datang seorang pria kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Aku menemukan seorang wanita yang cantik dan memiliki martabat tinggi namun ia mandul apakah aku menikahinya?”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jangan !”, kemudian pria itu datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kedua kalinya dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap melarangnya, kemudian ia menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ketiga kalinya maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan umat-umat yang lain”&lt;br /&gt;[109] HR At-Thirmidzi 4/184, An-Nasai di Al-Kubro 3/194, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro 10/318 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani (Misykat Al-Mashobih 2 no 3089, shahih targhib wat Tarhib 2 no 1308, goyatul marom no 210)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin dari http://www.firanda.com/index.php/artikel/26-keluarga/35-kiat-kiat-memilih-kekasih-idaman&lt;br /&gt;http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/12/kiat-kiat-memilih-kekasih-idaman/#more-6193&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-5310746600801743265?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/5310746600801743265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/kiat-kiat-memilih-istri-idaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/5310746600801743265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/5310746600801743265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/10/kiat-kiat-memilih-istri-idaman.html' title='Kiat kiat memilih istri idaman'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-1308729017528823427</id><published>2010-09-20T03:19:00.000-07:00</published><updated>2010-09-20T03:21:22.170-07:00</updated><title type='text'>Percayalah Wanita Baik2 Hanya Untuk Laki-Laki yang Baik</title><content type='html'>Sesungguhnya burung-burung itu akan bertengger bersama burung yang sama bentuknya&lt;br /&gt;Sehingga setiap orang akan mencintai yang semisal dengannya Al-Bukhori rohimahullâh berkata (9/132): Musaddad mengabarkan kepada kami, dia berkata: Yahya mengabarkan kepada kami dari dari ‘Ubaidillah, ia berkata: Sa’id bin Abi Sa’id mengabarkan kepadaku dari bapaknya, dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, kemuliaan nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka nikahilah wanita yang baik agamanya niscaya kamu beruntung.”Hadits tersebut diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim (2/1086).Makna hadits tersebut adalah bahwa dalam memilih wanita sebagai istri, manusia terbagi menjadi empat bagian:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Di antara mereka ada yang menyukai wanita yang memiliki agama dan berharta.&lt;br /&gt;2. Ada yang menyukai wanita yang memiliki nasab mulia.&lt;br /&gt;3. Ada yang menyukai wanita berwajah rupawan.&lt;br /&gt;4. Dan yang menyukai wanita yang baik agamanya.Wanita yang baik agamanya adalah wanita yang bertaqwa. Dia senantiasa melaksanakan perkara-perkara yang telah Alloh Subhânahu wa Ta’âlâ wajibkan dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagaimana perkataan Alloh Subhanahu wa Ta’âlâ:&lt;br /&gt;Sebab itu maka wanita yang sholihah, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka).” (An-Nisaa’: 34)Dia akan menjaga dirinya dan harta suaminya. Dia tidak akan keluar kecuali dengan izin suaminya, dan mengetahui hak-haknya tanpa melampaui batas.Sudah dimaklumi, meskipun dia adalah wanita yang baik agamanya, namun pastilah dia tidak akan mampu menyempurnakan tugas-tugasnya. Karena wanita adalah makhluk yang kurang akal dan agamanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi hal ini tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kesholihannya. Ini perkara yang tidak sepantasnya diabaikan.Sungguh Alloh Subhânahu wa Ta’âlâ telah menyebut-nyebut kenikmatan yang Dia anugerahkan kepada Zakaria hamba-Nya, dengan kalam-Nya Subhânahu wa Ta’“Maka Kami mengabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami memperbaiki istrinya.” (Al-Anbiyaa’: 90)Wanita yang baik agamanya akan mencintai lelaki yang baik agamanya pula&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan wanita yang sebaliknya akan mencintai lelaki yang sebaliknya pula.Dan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana dalam Sunan Abi Dawud (no. 4833) dari hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu:“Seseorang itu sesuai agama temannya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa temannya.”Di dalam Ash-Shohihain disebutkan dari hadits Abu Musa radhiyallâhu ‘anhu, dia berkata: “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jelek itu seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi yang meniup alat peniup api. Penjual minyak wangi akan memberikan minyak wangi kepadamu atau engkau akan membelinya. Sedangkan tukang besi akan membakar bajumu atau engkau akan mencium bau yang busuk darinya.”Jika demikian halnya dengan laki-laki, terlebih lagi wanita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena wanita pada umumnya lebih cepat berubah dan berpindah dari satu keadaan kepada keadaan yang lain. Kita memohon kepada Alloh Subhânahu wa Ta’âlâ ketetapan hati kita. Teman dekat itu akan mempengaruhi temannya. Oleh karena itulah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih teman yang baik.Alloh Subhânahu wa Ta’âlâ berkata&lt;br /&gt;“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.&lt;br /&gt;Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26) Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)&lt;br /&gt;Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.&lt;br /&gt;Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)&lt;br /&gt;Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4]&lt;br /&gt;Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5]&lt;br /&gt;Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6]&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7]&lt;br /&gt;Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8]&lt;br /&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-3256964644591803"; google_alternate_color = "FFFFFF"; google_ad_width = 336; google_ad_height = 280; google_ad_format = "336x280_as"; google_ad_type = "text_image"; google_ad_channel =""; google_color_border = ""; google_color_link = ""; google_color_bg = ""; google_color_text = ""; google_color_url = ""; google_ui_features = "rc:6"; // --&gt; &lt;!-- google_protectAndRun("ads_core.google_render_ad", google_handleError, google_render_ad); // --&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153) Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6) Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7) Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)&lt;br /&gt;Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?&lt;br /&gt;﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-1308729017528823427?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/1308729017528823427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/09/percayalah-wanita-baik2-hanya-untuk.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1308729017528823427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1308729017528823427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/09/percayalah-wanita-baik2-hanya-untuk.html' title='Percayalah Wanita Baik2 Hanya Untuk Laki-Laki yang Baik'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-6144193132043940910</id><published>2010-08-24T20:50:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T20:50:34.826-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bersabar dan bersyukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bulan ramadhan'/><title type='text'>Risalah I'tikaf, bagi yang mau ber-I'tikaf...</title><content type='html'>Segala pujian dan sanjungan hanya bagi Allah Rabb para pendahulu dan seluruh penghuni bumi hingga akhir zaman. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan dan teladan kita Nabi Agung Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam seorang hamba yang diutus Allah sebagai rahmat bagi alam semesta, demikian pula semoga tercurah kepada seluruh keluarga dan para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan risalah singkat ini penulis mengharapkan agar dapat memberi manfaat, secara khusus bagi pribadi penulis dan umumnya kepada kaum muslimin. Mudah-mudahan Allah Subhaanahu wa Ta’ala menjadikan seluruh amalan kita pemberat timbangan kebajikan kelak nanti di akherat, Amin ya Rabbal ‘Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna i’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa i’tikaf punya arti menetapi sesuatu dan menahan diri agar senantiasa tetap berada padanya, baik hal itu berupa kebajikan ataupun keburukan. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman: Al A’raf ayat 138: “Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani Israil berkata: “Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah ilah (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa ilah (berhala)”. Musa menjawab: “Sesung-guhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Ilah)”. (QS. Al-'Araf:138)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut syara’ i’tikaf berarti menetapnya seorang muslim didalam masjid untuk melaksanakan ketaatan dan ibadah kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum i’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama sepakat bahwa i’tikaf hukumnya sunnah, sebab Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam senantiasa melakukannya tiap tahun untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon pahalaNya. Terutama pada hari-hari di bulan Ramadhan dan lebih khusus ketika memasuki sepuluh akhir dari bulan suci itu. Demikian tuntunan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang wajib beri’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dimaklumi bahwa i’tikaf hukumnya sunnah, kecuali jika seseorang bernadzar untuk melakukannya, maka wajib baginya untuk menunaikan nadzar tersebut. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Umar bin Khaththab Radhiallaahu ‘anhu yang diriwayatkan imam Al Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebutkan bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan i’tikaf semenjak beliau sampai di Madinah hingga akhir hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat i’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’tikaf tempatnya di setiap masjid yang di dalamnya dilaksanakan shalat berjama’ah kaum laki-laki, firman Allah Ta’ala: “Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangang Allah, maka janganlah kamu mendekatinya” (Al-Baqarah: 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beri’tikaf pada hari Jum’at disunnahkan untuk beri’tikaf di masjid yang di gunakan untuk shalat Jum’at. Tetapi jika ia beritikaf di masjid yang hanya untuk shalat jama’ah lima waktu saja maka hendaknya ia keluar hanya sekedar untuk shalat jum’at (jika telah tiba waktunya), kemudian kembali lagi ke tempat i’tikafnya semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu i’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’tikaf di sunnahkan kapan saja di sembarang waktu, maka diperbolehkan bagi setiap muslim untuk memilih waktu kapan ia memulai i’tikaf dan kapan mengakhirinya. Namun yang paling utama adalah i’tikaf di bulan suci Ramadhan, khususnya sepuluh hari terakhir. Inilah waktu i’tikaf yang terbaik sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih: “Bahwasanya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam selalu beri’tikaf pada sepuluh akhir bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkannya. Kemudian para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah Radhiallaahu ‘anhua)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnah-sunnah bagi orang yang sedang i’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sunnahkan bagi para mu’takif supaya memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya untuk berdzikir, membaca Al Qur’an, mengerjakan shalat sunnah (terkecuali pada waktu-waktu terlarang), serta memperbanyak tafakur tentang keadaannya yang telah lalu, hari ini dan masa mendatang. Juga banyak-banyak merenungkan tentang hakekat hidup di dunia ini dan kehidupan akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus dihindari mu’takif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sedang i’tikaf dianjurkan untuk menghindari perkara-perkara yang tidak bermanfaat seperti banyak bercanda, mengobrol yang tidak berguna sehingga mengganggu konsentrasi i’tikafnya. Karena i’tikaf bertujuan mendapatkan keutamaan bukan malah menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak di sunnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian orang yang beri’tikaf namun dengan meninggalkan tugas dan kewajibannya. Hal ini tidak dapat di benarkan karena sungguh tidak proporsional seseorang meninggalkan kewajiban untuk sesuatu yang sunnah. Oleh karena itu orang yang i’tikaf hendaknya ia menghentikan i’tikafnya jika memiliki tanggungan atau kewajiban yang harus dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang mebolehkan mu’takif keluar dari masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mu’takif diperbolehkan meninggalkan tempat i’tikafnya jika memang ada hal-hal yang sangat mendesak. Diantaranya; buang hajat yaitu keluar ke WC untuk buang air, atau untuk mandi, keluar untuk makan dan minum jika tidak ada yang mengantarkan makanan kepadanya, dan pergi untuk berobat jika sakit. Demikian pula untuk keperluan syar’i seperti; shalat Jum’at jika tempat ia beri’tikaf tidak digunakan untuk shalat Jum’at, menjadi saksi atas suatu perkara dan juga boleh membantu keluarganya yang sakit jika memang mengharuskan untuk dibantu. Juga keperluan-keperluan semisalnya yang memang termasuk kategori dharuri (harus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan-larangan dalam i’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sedang bei’tikaf tidak diperbolehkan keluar dari masjid hanya untuk keperluan sepele dan tidak penting, artinya tidak bisa dikategorikan sebagai keperluan syar’i. Jika ia memaksa keluar untuk hal-hal yang tidak perlu tersebut maka i’tikafnya batal. Selain itu ia juga dilarang melakukan segala perbuatan haram seperti ghibah (menggunjing), tajassus (mencari-cari kesalahan orang), membaca dan memandang hal-hal yang haram. Pendeknya semua perkara haram diluar i’tikaf maka pada saat i’tikaf lebih ditekankan lagi keharamannya. Mu’takif juga di larang untuk menggauli istrinya, karena hal itu membatalkan i’tikafnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan syarat dalam i’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mu’takif diperbolehkan menentukan syarat sebelum melakukan i’tikaf untuk melakukan sesuatu yang mubah. Misalnya saja ia menetapkan syarat agar makan minum harus dirumahnya, hal ini tidak apa-apa. Lain halnya jika ia pulang dengan tujuan menggauli istrinya, keluar masjid agar bisa santai atau mengurusi dagangannya maka i’tikafnya menjadi batal. Karena semua itu bertentangan dengan makna dan pengertian i’tikaf itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dan Manfaat i’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’tikaf memiliki hikmah yang sangat besar yakni menghidupkan sunnah Rasul n dan menghidupkan hati dengan selalu melaksanakan ketaatan dan ibadah kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan manfaat i’tikaf diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Untuk merenungi masa lalu dan memikirkan hal-hal yang akan dilakukan di hari esok.&lt;br /&gt;* Mendatangkan ketenangan, keten-traman dan cahaya yang menerangi hati yang penuh dosa.&lt;br /&gt;* Mendatangkan berbagai macam kebaikan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala . Amalan-amalan kita akan diangkat dengan rahmat dan kasih sayangNya&lt;br /&gt;* Orang yang beri’tikaf pada sepuluh akhir bulan Ramadhan akan terbebas dari dosa-dosa karena pada hari-hari itu salah satunya bertepatan dengan lailatul qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah memberikan taufik dan inayahNya kepada kita agar dapat menjalankan i’tikaf sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam , terutama di bulan Ramadhan yang mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, segenap keluarga dan shahabatnya, Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disampaikan oleh yang mulia Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al-Jibrin.) Sumber: Buletin Dakwah An Nur edisi Ramadhan 1416 H. (Dept. Ilmiah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abuthalhah - perindusurga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-6144193132043940910?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/6144193132043940910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/08/risalah-itikaf-bagi-yang-mau-ber-itikaf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6144193132043940910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6144193132043940910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/08/risalah-itikaf-bagi-yang-mau-ber-itikaf.html' title='Risalah I&apos;tikaf, bagi yang mau ber-I&apos;tikaf...'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-1538985795048408541</id><published>2010-08-12T00:12:00.000-07:00</published><updated>2010-08-12T00:12:32.433-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='romadhon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bulan ramadhan'/><title type='text'>KIAT-KIAT MENGHIDUPKAN BULAN RAMADHAN</title><content type='html'>Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhandari bulan-bulan lainnya dengan berbagai keutamaan. Maka sepatutnyakita menyambutnya dengan taubat nasuha dan tekad meraih kebaikansebanyak-banyaknya di bulan suci ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kiat-kiatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berpuasa dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa karena keimanan dan semata-mata mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu". (HR. al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a). Menjauhi kemaksiatan, perkataan dan perbuatan sia-sia.Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak menahan diri dariucapan dusta dan perbuatan buruk maka sedikitpun &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Allah tidak sudimenerima puasanya meskipun ia menahan diri dari makan dan minum." (HR. al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b). Berniat puasa pada malamnya, mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka dengan membaca do'a berbuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَهَبَ الظَّمأُ ، وابْتَلَّتِ العُرُوقُ ، وثَبَتَ الأجرُ إِن شاءَ اللهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, Insya Allah". (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Shalat Tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa menunaikan qiyamullail pada bulanRamadhan, karena keimanan dan mengharapkan pahala, niscaya diampunidosanya yang telah lalu." (HR. al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa saja yang shalat Tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk". (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bershadaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah orang yang sangat dermawan; kebaikan dankedermawanan beliau pada bulan ini melebihi angin yang berhembus.Rasulullah SAW bersabda, "Seutama-utama shadaqah adalah shadaqah di bulan Ramadhan". (HR. at-Tirmidzi).Shadaqah ini di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a). Memberi makan.Para Salafus Shalih senantiasa berlomba dalam memberi makan kepada orang lapar dan yang membutuhkan. Nabi SAW bersabda, "Siapasaja di antara orang mukmin yang memberi makan saudaranya sesama mukminyang lapar, niscaya Allah akan memberinya buah-buahan Surga. Siapa sajadi antara orang mukmin yang memberi minum saudaranya sesama mukmin yanghaus, niscaya Allah akan memberinya minuman dari Rahiqul Makhtum". (HR. at-Tirmidzi dengan sanad hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b). Menyediakan makanan berbuka.Nabi n bersabda, "Barangsiapa menyediakan makanan berbuka bagiorang yang berpuasa, niscaya ia akan mendapat pahala seperti orang yangberpuasa tanpa mengurangi ahala orang yang berpuasa itu sedikitpun". (HR. at-Tirmidzi, hasan shahih).Dalam riwayat lain dikatakan, "...mendadi penghapus dosanya dan menjadi pembebas sirinya dari api Neraka..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Banyak membaca Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Jibril memperdengarkan al-Qur'an kepada Rasulullah n padabulan Ramadhan. Utsman bin Affan z mengkhatamkannya pada setiap hariRamadhan. Sebagian Salafus Shalih mengkhatamkan setiap 3 malam sekalidalam shalat Tarawih. Imam asy-Syafi'i dapat mengkhatamkan 60 kali diluar shalat dalam bulan Ramadhan. Rasulullah n, para Shahabat danshalafus Shalih seringkali menangis tatkala membaca atau mendengaral-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tetap duduk di dalam masjid hingga terbit matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa shalat fajar berjama'ah dimasjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbitmatahari lalu shalat dua raka'at (Dhuha), maka seakan-akan ia mendapatpahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna". (HR. at-Tirmidzi, di-shahihkan oleh al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mencari malam Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama pada malam-malam ganjil di akhir Ramadhan dengan memperbanyak do'a:اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai untuk mengampuni, maka ampunilah aku". (HR. at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa shalat di malam Lailatul Qadar karena keimanan danmengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu".(HR. al-Bukhari dan Muslim). "Diampuni juga dosa yang akan datang". (dalam Musnad ahmad dari 'Ubadah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. I'tikaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni menetapi masjid dan berdiam di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah."Bila masuk 10 (hari terakhir bulan Ramadhan) Nabi SAW mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli istrinya),menghidupkan malamnya dengan ibadah dan membangunkan keluarganya". (HR. al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwasanya Nabi n senantiasa ber'itikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau". (HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Umrah di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Umrah di bulan Ramadhan sama seperti ibadah haji". Dalam riwayat lain, "sama seperti menunaikan haji bersamaku". (HR. al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Memperbanyak istighfar, dzikir dan do'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama di saat sahur, berbuka, hari Jum'at, dan sepertiga malam terakhir sepanjang bulan Ramadhan. (Redaksi an-Nur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Sumber: "Kaifa Na'isyu Ramadhan, Syaikh Abdullah ash-Shalih.]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-1538985795048408541?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/1538985795048408541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/08/kiat-kiat-menghidupkan-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1538985795048408541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1538985795048408541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/08/kiat-kiat-menghidupkan-bulan-ramadhan.html' title='KIAT-KIAT MENGHIDUPKAN BULAN RAMADHAN'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-2436767464320144554</id><published>2010-07-19T07:56:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T18:43:24.485-07:00</updated><title type='text'>`Mitos The Promised Land dalam Zionisme (by Black Dzulfiqar)</title><content type='html'>Tanah yang dijanjikan (The Promised Land) adalah isu utama yang digunakan sebagai dalih dalam menggalang gerakan Zionisme dan menegakkan Negara Yahudi (The Jewish State) yang digagas oleh Theodore Herzl. Isu inilah yang kemudian dijadikan alasan untuk mengagresi tanah Palestina, mengusir warganya, dan melakukan pembantaian demi pembantaian hingga detik ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebohongan semacam inilah yang seringkali dijadikan alat oleh Israel untuk mempengaruhi negara-negara di dunia agar mereka mau memaklumi aksi Israel tersebut, sebagaimana kebohongan tragedi holocaust yang penuh manipulasi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebohongan besar tentang "tanah yang dijanjikan" (The Promised Land) ini mereka mulai dengan memanipulasi kisah (Nabi) Ibrahim dalam Injil (Bible). Dari istrinya yang bernama Siti Sarah, Nabi Ibrahim mempunyai anak yang bernama (Nabi) Ishak (Kejadian 21: 3). Kemudian (Nabi) Ishak mempunyai anak, namanya (Nabi) Yakub (Kejadian 25:26). (Nabi) Yakub itu mempunyai julukan Israel (Kejadian 32:28). Adapun anak-anak lelaki (Nabi) Yakub jumlahnya 12 orang yaitu : Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Zebulon, Yusuf, Benyamin, Dan, Naftali, Gad, dan Asyer. Keduabelas anak (Nabi) Yakub ini kemudian berkembang biak semakin banyak dan disebut kaum Bani Israel. Dari 12 anak Bani Israel ini yang paling banyak keturunannya yaitu Yehuda yang kemudian disebut kaum Yahudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim lahir di kota Ur (wilayah Irak). Dari kota Ur, (Nabi) Ibrahim diperintah Allah untuk hijrah ke Kanaan atau Filistin (Kejadian 12:1). Kemudian dari Kanaan, lalu Ibrahim pergi ke Mesir (Kejadian 12:10). Dari Mesir, (Nabi) Ibrahim kembali lagi ke Kanaan (Kejadian 13:12). Kemudian dari Kanaan, (Nabi) Ibrahim dan isterinya yang bernama Hajar serta Ismail putranya (bapaknya bangsa Arab) pergi ke Mekkah atau Bakkah (Saudi Arabia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan” tanah yang dijanjikan” dalam Injil ? Inilah dalilnya : Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram (Nabi Ibrahim) serta berfirman : ”Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat : yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, orang Het, orang Feris, orang Refaim, orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu” (Kejadian 15:18-21). Tanah yang dijanjikan dalam Injil Perjanjian Lama Bab Kejadian Pasal 15 ayat 18-21 tersebut sekarang ini meliputi wilayah negeri Mesir, Arab Saudi, Yordania, Palestina, Syria, dan Irak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Namun di ayat lain hanya menyebutkan Kanaan (Filistin). Ini dalilnya : ”Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, ... Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka” (Kejadian 17:7-8). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan yang timbul tentang masalah ini kemudian adalah : Tanah antara Sungai Mesir sampai Sungai Efrat diwariskan kepada keturunan Ibrahim yang mana? Tanah Kanaan (Filistin) diwariskan kepada keturunan Ibrahim yang mana? Apakah tanah tersebut hanya diwariskan kepada anak keturunan Yehuda (kaum Yahudi) saja? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim adalah bapak sejumlah besar bangsa dan beranak cucu sangat banyak. Dalilnya : ”Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya : ”Dari pihakKu, inilah perjanjianKu dengan engkau : Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja” (Kejadian 17:3-6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Sejarah “tanah yang dijanjikan” itu dalam kacamata Islam adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode tahun 1200 SM – 1100 SM, Nabi Musa as memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di gurun Sinai menuju “tanah yang dijanjikan”, asalkan mereka taat kepada Allah Swt – dikenal dengan cerita Nabi Musa as membelah laut ketika bersama dengan bangsa Israel dikejar-kejar oleh tentara Mesir menyeberangi Laut Merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berkehendak melengkapi rahmat-Nya bagi Bani Israel, oleh karena itu Musa as berkata kepada mereka : “Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Filistin) yang telah ditentukan Allah bagimu.” (QS. al-Maidah: 21). Namun saat mereka diperintah untuk memasuki tanah Filistin (Palestina), mereka membandel dan berkata : “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari sana. Jika mereka telah ke luar dari situ, pasti kami akan memasukinya.” (QS. al-Maidah: 22). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dua orang –dari ribuan orang Bani Israel– yang bersedia bangkit dan berkata : “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. al-Maidah: 23). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mayoritas Bani Israel –yang pengecut itu– berkata pada Musa as : “Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS. al-Maidah: 24). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi Bani Israel mengingkari utusan Allah, yaitu Musa as. Allah SWT ingin agar Bani Israel membebaskan Tanah Suci, agar penduduknya hanya menyembah Dia. Tetapi Bani Israel lebih menyukai hidup enak. Mereka ingin memperoleh segala sesuatu melalui mukjizat. Musa as menjadi sedih, maka ia pun menengadah ke langit dan berkata : “Wahai Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.” (QS. al-Maidah: 25). Karenanya, Allah SWT pun murka kepada Bani Israel, karena telah menyakiti dan tak mematuhi perintah Musa as. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Allah SWT mengazab Bani Israel dalam bentuk keterasingan mereka di alam liar gurun pasir Sinai selama empat puluh tahun. Mereka hidup di tempat-tempat berbeda di gurun pasir tersebut selama masa itu. Dengan demikian, jelaslah bahwa isu “tanah yang dijanjikan” tersebut telah selesai dan berakhir, dikarenakan penolakan dan pengingkaran kaum Yahudi sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemudian, pada periode tahun 1000 SM – 922 SM, Nabi Daud as (anak Nabi Musa as) mengalahkan Goliath (Jalut) dari Filistin. Filistin berhasil direbut dan Daud dijadikan raja. Wilayah kerajaannya membentang dari tepi sungai Nil hingga sungai Efrat di Iraq. Sekarang ini Yahudi tetap memimpikan kembali kebesaran Israel Raya (Eretz Yisrael) seperti yang dipimpin raja Daud. Bendera Israel adalah dua garis biru (sungai Nil dan Eufrat) dan Bintang Daud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Daud as diteruskan oleh anaknya Nabi Sulaiman as. Sepeninggal Sulaiman as (922 SM – 800 SM), Israel dilanda perang saudara yang berlarut-larut, hingga akhirnya kerajaan itu terbelah menjadi dua, yakni bagian Utara bernama Israel beribukota Samaria dan Selatan bernama Yehuda beribukota Yerusalem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah Swt maka kerajaan tersebut dihancurkan oleh Allah Swt melalui penyerangan kerajaan Asyiria (800 SM – 600 SM). “Sesungguhnya Kami telah mengambil kembali perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh.” (QS 5:70). Hal ini juga bisa dibaca di Injil pada Kitab Raja-raja ke-1 14:15 dan Kitab Raja-raja ke-2 17:18. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia (600 SM – 500 SM). Dalam Injil Kitab Raja-raja ke-2 23:27 dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai hak lagi atas Yerusalem. Mereka diusir dari Yerusalem dan dipenjara di Babylonia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode tahun 500 SM – 400 SM, Cyrus dari Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem. Pada periode tahun 330 SM – 322 SM, Israel diduduki Alexander The Great dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel, sehingga nantinya Injil pun ditulis dalam bahasa Yunani dan bukan dalam bahasa Ibrani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode tahun 300 SM – 190 SM, Yunani dikalahkan Romawi. Maka Filistin pun dikuasai imperium Romawi. Pada periode tahun 1 – 100 M, Nabi Isa as/Yesus lahir, kemudian menjadi pemimpin gerakan melawan penguasa Romawi. Namun selain dianggap subversi oleh penguasa Romawi (dengan ancaman hukuman tertinggi yakni dihukum mati di kayu salib), ajaran Yesus sendiri ditolak oleh para Rabbi Yahudi. Setelah Isa tiada, bangsa Yahudi justru memberontak terhadap Romawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode tahun 100 – 300, pemberontakan berulang. Akibatnya Filistin dihancurkan dan dijadikan area bebas Yahudi. Mereka dideportasi keluar Filistin dan terdiaspora ke segala penjuru imperium Romawi. Namun demikian tetap ada sejumlah kecil pemeluk Yahudi yang tetap bertahan di Filistin. Dengan masuknya Islam kemudian, serta dipakainya bahasa Arab di dalam kehidupan sehari-hari, mereka lambat laun terarabisasi atau bahkan masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan historis tersebut semakin dipertegas oleh pernyataan kelompok Yahudi yang tergabung dalam organisasi Neturei Karta, sebuah organisasi yang menentang keras gerakan Zionisme. Mereka menyebut diri mereka sebagai kelompok Yahudi Judaisme, untuk membedakan dengan kelompok Yahudi Zionisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyatakan : “Judaisme merupakan keyakinan yang berazaskan pada wahyu di Sinai. Keyakinan ini meyakini bahwa pengasingan adalah hukuman bagi kaum Yahudi dikarenakan dosa-dosa mereka. Sedangkan Zionisme telah lebih dari seabad menolak wahyu di Sinai. Keyakinan ini menyatakan bahwa pengasingan kaum Yahudi dapat diakhiri melalui agresi militer. Zionisme telah merampas hak warga Palestina. Mengabaikan tuntutan mereka, dan menjadikan mereka target penganiayaan, penyiksaan, dan pembunuhan. Kaum Yahudi Taurat di dunia terkejut dan terlukai dengan dogma irreligius dan kejam ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan ulama dan pendeta Taurat telah mengutuk gerakan tersebut. Mereka tahu bahwa hubungan baik kaum Yahudi dan Muslimin sebelumnya di Tanah Suci (Palestina) telah terlukai oleh gerakan Zionisme. Negara Israel, yang disangsikan itu, berdiri menentang Taurat. Karena itu, Neturei Karta berada di garis depan perang melawan Zionisme selama lebih dari seabad. Kehadiran mereka adalah untuk menolak kebohongan dan kejahatan, yaitu Zionisme, yang sedikit banyak mengatasnamakan orang-orang Yahudi. Berdasarkan keyakinan Yahudi dan hukum Taurat, kaum Yahudi terlarang untuk memiliki negara sendiri, sementara menunggu datangnya sang Messiah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi negeri Israel Raya (Eretz Yisrael) ini menjadi bahan perdebatan yang luas di dunia dan masing-masing pihak menunjukkan argumentasinya. Prof. Roger Garaudy, seorang ilmuwan Perancis, menyatakan bahwa isu “tanah yang dijanjikan” versi Israel tersebut merupakan mitos. Sehingga, yang sebenarnya terjadi adalah “tanah yang ditaklukkan” (the conquered land), bukan “tanah yang dijanjikan” (the promised land). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, isu “tanah yang dijanjikan” yang digunakan oleh Israel sebagai dalih pendudukan atas Palestina sebenarnya bukan merupakan ajaran Taurat, bukan pula ajaran Injil, melainkan ajaran Zionisme. Dan memang kenyataannya kaum Zionis tidak berpedoman pada Taurat. Mereka lebih berpegang pada kitab suci lain yang bernama Talmud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Zionisme sendiri terjadi pada tahun, 1897, ketika Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada “tanah yang bersejarah bagi mereka”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengaskan kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1916, Perjanjian rahasia Sykes – Picot oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-baginya di antara mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, Inggris mendapat kontrol atas Palestina. Di PD I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1917, Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1938, Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka mereka perlu “penyelesaian terakhir” (endivsung). Ratusan ribu keturunan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri (terutama ke AS). Sebenarnya ada etnis lain serta kaum intelektual yang berbeda politik dengan Nazi yang bernasib sama, namun setelah PD II Yahudi lebih berhasil menjual “cerita”-nya karena menguasai banyak surat kabar atau kantor-kantor berita di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1944, Partai buruh Inggris yang sedang berkuasa secara terbuka memaparkan politik “membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk ke Palestina, jika mereka ingin jadi mayoritas. Masuknya mereka akan mendorong keluarnya pribumi Arab dari sana.” Kondisi Palestina pun memanas, terutama ketika pada tahun 1947 PBB merekomendasikan pemecahan Palestina menjadi dua negara : Arab dan Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 14 Mei 1948, Sehari sebelum habisnya perwalian Inggris di Palestina, para pemukim Yahudi memproklamirkan kemerdekaan negara Israel. Mereka melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih lemah, hingga jutaan dari mereka terpaksa mengungsi ke Libanon, Yordania, Syria, Mesir dan lain-lain. Palestina Refugees menjadi tema dunia. Namun mereka menolak eksistensi Palestina dan menganggap mereka telah memajukan areal yang semula kosong dan terbelakang. Timbullah perang antara Israel dan negara-negara Arab tetangganya. Namun karena para pemimpin Arab sebenarnya ada di bawah pengaruh Inggris – lihat Imperialisme Perancis dan Inggris di tanah Arab sejak tahun 1798 – maka Israel mudah merebut daerah Arab Palestina yang telah ditetapkan PBB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-2436767464320144554?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/2436767464320144554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/07/mitos-promised-land-dalam-zionisme-by.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/2436767464320144554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/2436767464320144554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/07/mitos-promised-land-dalam-zionisme-by.html' title='`Mitos The Promised Land dalam Zionisme (by Black Dzulfiqar)'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-6090290666223091983</id><published>2010-07-05T07:28:00.000-07:00</published><updated>2010-07-05T07:28:06.733-07:00</updated><title type='text'>BUAT YANG MAU NIKAH....JANGAN PADA KHAWATIR YAAAAA !!!</title><content type='html'>Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. &lt;br /&gt;Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26) &lt;br /&gt;Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) &lt;1&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnyapada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. &lt;2&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia &lt;3&gt;, pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. &lt;4&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. &lt;5&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). &lt;6&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). &lt;7&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). &lt;8&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-6090290666223091983?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://en.wikipedia.org/wiki/Valmet_M76' title='BUAT YANG MAU NIKAH....JANGAN PADA KHAWATIR YAAAAA !!!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/6090290666223091983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/07/buat-yang-mau-nikahjangan-pada-khawatir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6090290666223091983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6090290666223091983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/07/buat-yang-mau-nikahjangan-pada-khawatir.html' title='BUAT YANG MAU NIKAH....JANGAN PADA KHAWATIR YAAAAA !!!'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-3374451328513770626</id><published>2010-06-20T06:43:00.002-07:00</published><updated>2010-06-20T06:47:57.097-07:00</updated><title type='text'>Meningkatkan Nilai Ibadah "Tingkatkan Keikhlasan &amp; Perbaiki Niat"</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;Meningkatkan Nilai Ibadah "Tingkatkan Keikhlasan &amp;amp; Perbaiki Niat"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bismillah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Alhamdulillah, Wahai saudaraku yang mencintai Sunnah. Sebagaimana yang ana sampaikan di Postingan al-awal fii Syawal, bahwa terkadang kita memang dihadapkan dengan berbagai macam amalan yang rasanya ingin semuanya kita kerjakan sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah Azza Wa jalla serta meneladani Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Namun ya… itulah, terkadang kesempatan , waktu dan fisik yang tidak memungkinkan kita untuk menuntaskan segala amal sholeh tersebut. Maka dalam kondisi yang demikian ini saudaraku, kita perlu mengetahui beberapa kaedah dalam beramal sholeh, agar apa saudaraku? Agar memudahkan bagi kita dalam memilih amalan yang memang lebih baik, berkualitas dan lebih dicintai oleh Allah Azza Wa jalla serta mengundang pahala yang lebih besar dibandingkan amalan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Nah berikut ini ”Wallahu a’lam” ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi peningkatan kualitas amalan ibadah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Yang pertama –tama yakni TINGKATKAN KEIKHLASAN DAN PERBAIKI NIAT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jadi Saudaraku yang mencintai Sunnah. Ikhlas dalam amalan merupakan tonggak asasi dalam setiap amalan sholeh. Selain itu ,kita juga harus terus meningkatkan unsure Mutaba’ah (mengikuti) Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam dalam beribadah. Dua hal inilah wahai saudaraku sekalian...yang merupakan syarat diterimanya amalan seseorang. Di dalam Surah Al-Kahfi ayat 110 Allah Azza Wa jalla berfirman : “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Al-Hafidz Ibnu Katsir (semoga Allah Merahmatinya) : di dalam tafsirnya menyatakan bahwa orang yang mengharapkan pahala dan ganjaran-Nya hendaknya ia mengerjakan amalan yang sholeh yaitu amalan yang bertepatan dengan petunjuk syariat. Dan janganlah ia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya yaitu amalan yang ditujukan untuk mendapatkan wajah Allah semata, tidak ada sekutu baginya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jadi Saudaraku Dua hal ini (ikhlas dan ittiba’) adalah dua syarat diterimanya amalan. Dimana amalan musti murni karena Allah , kemudian cocok dengan aturan dan tuntunan serta contoh dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Selanjutnya, di dalam Fathul Baariy (syarah Shohih al-Bukhari) dan di dalam Shohih Muslim diriwayatkan, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “ JIka salah seorang dari kalian telah memperindah Islamnya, maka setiap kebaikan yang diamalkannya akan dicatat baginya dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus lipat. Dan setiap kejelekan yang ia kerjakan semisalnya.” Terhadap hadits ini, di dalam jami’ul Ulumi Wal Hikam, Ibnu Rajab Rahimahullahu Ta’ala Anhu menjelaskan bahwa “Pelipatgandaan kebaikan dengan sepuluh kali lipat pasti terjadi. Sedangkan tambahan yang lebih dari itu tergantung pada kebaikan nilai Islam seseorang, dan keikhlasan niatnya serta urgensi dan keutamaan amalan tersebut. Wallahu Allam Bishowab…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-3374451328513770626?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/3374451328513770626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/meningkatkan-nilai-ibadah-tingkatkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/3374451328513770626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/3374451328513770626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/meningkatkan-nilai-ibadah-tingkatkan.html' title='Meningkatkan Nilai Ibadah &quot;Tingkatkan Keikhlasan &amp; Perbaiki Niat&quot;'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-4913580203848141187</id><published>2010-06-19T02:52:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T02:52:40.907-07:00</updated><title type='text'>KEnapa Facebook tidak menampilkan gambar-gambar bergerak??</title><content type='html'>Facebook seperti yang kita tahu tidak menampilkan langsung lagu/suara/musik langsung di halamannya&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kenapa hal ini dilakukan mereka??&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;karena hal itu adalah hal yang ndeso tidak berseni dan mengganggu dan membuat halaman menjadi load lambat&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-4913580203848141187?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/seandainya-bukan-karena-perempuan-dan.html#more' title='KEnapa Facebook tidak menampilkan gambar-gambar bergerak??'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/4913580203848141187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/kenapa-facebook-tidak-menampilkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4913580203848141187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4913580203848141187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/kenapa-facebook-tidak-menampilkan.html' title='KEnapa Facebook tidak menampilkan gambar-gambar bergerak??'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-1529274209281271625</id><published>2010-06-19T02:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T02:21:15.031-07:00</updated><title type='text'>Seandainya Bukan Karena Perempuan dan Ghanimah...*** (pelajaran dari kisah para mujahid di daratan eropa *V*)</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; clear: both; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; clear: none; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;Semangat jihad yang belum pernah dalam sejarah penaklukan. Kecuali saat itu. Hampir seluruh daratan Eropa menjadi miliki umat Islam. Karena kecermalangan para pemimpinnya, dan ketangguhan para mujahid, yang berperang dengan pasukan Eropa. Mereka memenangkannya. Spanyol dan Perancis telah takluk. Perjuangan mereka terus memasuki daratan Eropa, hingga menjelang Jerman.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;b&gt;Ruhul jihad yang membara di setiap dada para mujahid. Mereka hanya mendambakan upah dari Rabbnya. Surga. Di pelupuk mata para mujahid itu terbayang indahnya janji Allah Azza Wa Jalla, yang sangat menyenangkan. Mereka berlomba mendapatkannya. Siang malam para mujahid berperang melawan orang-orang kafir, tanpa henti-henti. Mereka berlomba menyosong datangya kematian, yang akan membawanya kepada kemuliaan di sisi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, daratan Eropa dikenal dengan ‘Balad Syuhada’ (tanah bagi para syuhada), karena banyaknya para mujahid yang syahid di daratan itu. Para mujahid yang gagah dan berani, serta ikhlas, mereka mendambakan janji dari Rabbnya, terus maju, memasuki jantung Eropa, itulah sekelumit kisah para Tabi'in, yang ditulis oleh Abdurrahman Rafat Basya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat jihad yang belum pernah dalam sejarah penaklukan. Kecuali saat itu. Hampir seluruh daratan Eropa menjadi miliki umat Islam. Karena kecermalangan para pemimpinnya, dan ketangguhan para mujahid, yang berperang dengan pasukan Eropa. Mereka memenangkannya. Spanyol dan Perancis telah takluk. Perjuangan mereka terus memasuki daratan Eropa, hingga menjelang Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan pasukan Islam, saat Bani Umayyah dipimpin oleh Umar bin Abdul Aziz. Usai pemakaman pamannya Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, dan Umar usai pula membersihkan tangannya dari tanah-tanah, Khalifah yang baru itu, mengganti sejumlah gubernur. Diantara pejabat baru yang dilantik itu, As-Samah bin Malik al-Khaulani yang bertanggung jawab atas seluruh Andalusia, yang sekarang adalah Spanyol, dan beberapa wilayah Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Samah bin Malik al-Khaulani bercita-cita menggambungkan daratan Andalusia (Spanyol) dengan Perancis. Maka, langkah pertama yang dilakukannya menaklukan Norbone, yang dekat dengan Spanyol. Pasukan Islam yang dipimpin Al-Khaulani itu menyisir pegunungan Pyrenees menuju kota Norbonne. Kota ini menjadi kunci untuk memasuki kota-kota Perancis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya pasukan Islam sebelum menaklukan kota itu, memberikan pilihan kepada penduduk, mereka memeluk Islam atau membayar jizyah. Tetapi mereka menolak untuk memeluk Islam dan membayar jizyah. Karena mereka menolak, perang tak dapat dielakkannya, dan kota itu dikepung selama empat pekan, dan akhirnya menyerah, sesudah terjadi pertempuran yang sangat dahsyat yang belum pernah terjadi di sepanjang sejarah Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran berikutnya adalah Toulouse, yang menjadi ibukota Octania. Pasukan Islam yang sudah berada di dekat wilayah itu, masuk dengan menggunakan senjata yang belum pernah mereke kenal, dan hampir kota jatuh ke tangan muslimin, tetapi terjadi peristiwa yang menghambat kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala itu, Raja Octania yang mengunjungi para raja-raja di seluruh Eropa, mengajak mereka bergabung menghadapi pasukan Islam, yang dipimpin Al-Khaulani, yang sudah berada diambang pintu, dan mengancam Octania. Berkumpullah pasukan Salib yang berjumlah sangat besar. Untuk mengambarkan itu, sampai seorang sejarawan mengatakan, betapa gemuruh pasukan Salib itu, hingga debu-debu yang mengepul menutupi kota Rhone, siang yang terang oleh matahari itu, menjadi gelap akibat debu, dari kaki-kaki pasukan Raja Octania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang yang tak terelakkan. Gemuruh perang begitu dahsyat. Dua pasukan bertemu, dan As-Samah bin Malik Al-Khaulani selalu berada di garis depan. Pada pertempuran yang sangat dahsyat itu, As-Samah terkena panah, dan robohnya panglima tertinggi yang perkasa itu, dan menemui syahidnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat terdengar panglimanya As-Samah gugur, pauskan Islam menjadi kocar-kacir, di saat itu pula, tampil, seorang generasi tabi’in, yang ada, mengambil alih kepeimpian dari As-Samah, yang tangguh dan disegani bernama Abdurrahman al-Ghafiqi. Dengan lahirnya panglima perang yang baru itu, berhasil di selamatkan pasukan Islam, yang mengalami kepanikan itu. Mereka yang tercerai-berai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman Al-Ghafiqi itu mempunyai cita-cita yang sama dengan tokh-tokoh Islam lainnya, seperti Musa bin Nushair hingga As-Samah bin Malik Al-Khaulani, yang ingin menaklukkan Spanyol, Perancis, Italia, Jerman, hingga Konstantinopel. Dan, Abdurrahman yakin akan dapat mewujudkan impiannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu senja Abdurrahman Al-Ghafiqi mengundang seorang dzimmi keturunan Perancis yang terikat dengan perjanjian. Lalu, Abdurrahman bertanya, “Mengapa raja kalian, Carll tidak turun untuk membantu raja-raja lainnya yang berperang dengan kami?”, tanya Al-Ghafiqi. “Wahai gubernur, anda telah menepati janji kami. Anda berhak kami percayai”, ucap seorang dzimmi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa bin Nushair telah berhasil menaklukkan Spanyol. Kemudian ingin melanjutkan perluasan wilayahnya sampai menjangkau Perancis, melewati Pyerennes. Perjuangan itu berlanjut, yang akan menentukan masa depan Islam di daratan Eropa.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Sebuah dialog raja-raja kecil dengan Maha Raja, yang mempunyai pengaruh di daratan Eropa, dan dia berkata, “Masalah ini sudah saya pikirkan secara mendalam dan saya mengira untuk saat ini tidak perlu menghadapi mereka secara langsung.Mereka orang-orang yang bermental baja. Mereka kaum yang memiliki aqidah yang kokoh, sehingga tak menghiraukan jumlah dan senjata. Mereka mempunyai iman dan kejujuran yangjauh lebih berharga dibandingkan senjata, pakaian perang atau kuda. Karena itu, lebih baik kita membiarkan mereka, kaum muslimin terus menumpuk harta dan ghanimah, lalu membangun rumah dan gedung –gedung serta melipatgandakan jumlah budak laki-laki dan perempuan dan lihatlah, mereka akan berebut kekuasaan. Pada saat itu itu kita bisa menaklukan mereka dengan mudah tanpa banyak pengorbanan”, ucap Maha Raja itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar dialog itu, Abdurrahman Al-Ghafiqi sangat terkejut. Betapa, beliau sudah mengelilingi kota-kota dan desa-desa di wilayah Andalusia, dan mendidik mereka dengan iman, tetapi Maha Raja itu, masih dapat mengatakan akan mengalahkannya, hanya akibat umat Islam terlena oleh banyaknya ghanimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sejarah menyatakan, dan inilahnya pahitnya kehidupan, yang tak dapat ditolak oleh siapapun, perjalanan kehidupan kaum muslimin selalu ada orang-orang yang terlena oleh kehidupan dunia. Ini terjadi yang tidak dapat dipungkiri. Seandainya bukan harta dan kehidupan duniawi, daratan Eropa sudah menjadi negeri-negeri muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhianatan itu, pertama terjadi oleh Utsman bin Abi Nus’ah, amir penjaga perbatasan yang dipercaya oleh panglima perang Abdurrahman Al-Ghafiqi. Padahal, ia dipercaya untuk memimpin pasukan inti diperbatasan untuk menghadapi musuh. Tetapi, pilihan Abdurrahman itu keliru, dan orang yang dipercaya itu, berkhianat, dan karena ambisinya itu, dan lalu menculik puteri Raja Octania, yang bernama Minnin. Minnin terkenal sangat jelita, berdarah bangsawan, masih belia, dan seba g ai penghuni istana. Puteri Minnin inilah yang membuat Utsman bin Abi Nus’ah tergila-gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman bin Abi Nus’ah yang dipercaya oleh Abdurrahman Al-Ghafiqi , akibat sudah tergila-gila dengan kecantikan puteri Minnin, kemudian ia membuat perjanjian perdamaian dengan Raja Octania. Dan, Utsman memberi jaminan keamanan kepada Raja Octania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, ketika datang perntah untuk menyerbu wilayah Octania, maka Utsman bin Abi Nus’ah menjad bimbang untuk melaksanakannya. Kabar yang sampai ke telinga Abdurrahman Al-Ghafiqi menjadi sangat marah, akibat pengkhiatan yang dilakukan oleh Utsman. “Perjanjian yang anda lakukan yang anda lakukan tidak sah, maka tidak ada keharusan prajurit Islam mentaatinya”, ujar Abdurrahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, panglima perang Islam, itu mengirimkan pasukan untuk menangkap pengkhianat Utsman bin Abi Nus’ah. Pasukan yang diutus itu berhasil menaklukan dengan pertempuran diatas gunung, dan Utsman bin Nus’ah dengan berbagai tusukan pedang. Sedangkan Minnin, puteri Raja Octania itu tertangkap, kemudian di kirim ke Damaskus. Saat melihat puteri Minnin itu, Abdurrahman Al-Ghafiqi memalingkan wajahnya, karena puteri itu terlalu cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang terus berkecamuk memperebutkan wilayah Perancis, yang luas, dan pasukan berhasil menguasai kota-kota penting. Raja Octania yang lolos itu, kembali berperang dengan jumlah pasukan yang lebih besar. Kemenangan oleh pasukan Islam, memasuki wilayah Perancis, seperti Lyon, Boerdeaux, yang merupakan pintu masuk yang sangat penting mengausai Perancis, dan hanya seratus mil lagi masuk kota Paris. Dunia Eropa sangat tersentak melihat Perancis selatan telah dikuasai pasukan Islam yang dipimpin Abdurrahman al-Ghafiqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghanimah begitu melimpah. Bangunan tenda-tenda yang besar- besar sudah tidak dapat menampung lagi ghanimah dari haisl peperangan itu. Tetapi, panglima perang Abdurrahman Al-Ghafiqi terus bertempur dengan gagah berani, menyapu pasukan Salib, yang ingin mencoba mengahalanginya. Dan, akhirnya kota Tours, kota Perancis yang sangat indah, penuh dengan bangunan tua yang sangat indah dan menyimpan berbagai benda yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, saat bulan Sya’ban 104 Hijriyah Abdurrahman Al-Ghafiqi bersama paskan yang perkasa memasuki kota Poiters. Mereka disambut oleh pasukan besar Eroa yang dipimpin oleh Karel Martel. Perang yang amat dahsyat antara kedua belah pihak, yang kemudian dikenal dengan : Balad Syuhada’. Karena banyaknya para syuhada yang gugur dimedan perang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat inilah pasukan Islam mulai terpecah konsentrasinya, apalagi Karl Martel menyiasati dengan melalui belakang menyerang tempat-tempat penyimpanan ghonimah, tenda-tenda yang ada di tempat padang yang sangat luas itu dibakar oleh pasukan Karel Martel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat getir, ketika itu pasukan Islam dalam puncak kejayaannya, punggung-punggung pasukan Islam sudah terlalu berat dengan beban ghanimah, yang memberatkan gerak langkah mereka. Mereka tergoda dengan ghanimah, yang menyebabkan melupakan tujuan mereka yang ingin mendapatkan kejajaan Islam, dan kemuliaan di sisi-Nya. Di saat itu pula, tiba-tiba panglima perang Abdurrahman Al-Ghafiqi tewas terkena panah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah menandakan akhir dari satu episode perjuangan yang penuh dengan kemenangan, akhirnya harus kandas, karena godaan duniawi. Andai kata mereka tidak te rgoda oleh duniawi, mungkin sekarang seluruh daratan Eropa sudah menjadi milik kaum muslimin, sehingga pemeluknya bebas melaksanakan syariah-Nya. Tapi, Allah memberikan ujian kepada kaum muslimin, dan gagal, menghadapi ujian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). [QS. Ali Imran (3) : 14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-1529274209281271625?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/1529274209281271625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/seandainya-bukan-karena-perempuan-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1529274209281271625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1529274209281271625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/seandainya-bukan-karena-perempuan-dan.html' title='Seandainya Bukan Karena Perempuan dan Ghanimah...*** (pelajaran dari kisah para mujahid di daratan eropa *V*)'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-8464807626163149298</id><published>2010-06-18T08:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T23:33:32.510-07:00</updated><title type='text'>PERINGATAN DARI 3 DOSA BESAR</title><content type='html'>Pada suatu hari, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk bermajelis bersama para shahabatnya dan memberikan pelajaran kepada mereka. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perhatikanlah (wahai para shahabat), maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?” Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya tiga kali. Kemudian para shahabat mengatakan: “Tentu wahai Rasulullah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun menerangkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ أَوْ قَوْلُ الزُّوْرِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Dosa-dosa yang paling besar itu adalah) syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan persaksian palsu (perkataan dusta).” (HR. Al Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepenggal kisah bagaimana Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membimbing dan mengajarkan ilmu agama ini kepada para shahabatnya. Beliau adalah seorang yang sangat bersemangat dalam mengajarkan segala permasalahan agama ini kepada umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengajarkan kebaikan agar umatnya melakukan kebaikan tersebut. Dan beliau juga menerangkan beberapa bentuk kejelekan agar umatnya menjauhi kejelekan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dalam hadits tersebut, secara khusus Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan sekaligus memperingatkan beberapa bentuk perbuatan dosa yang paling besar. Betapa pentingnya peringatan tersebut sampai-sampai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya tiga kali. Perbuatan-perbuatan itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syirik kepada Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;Para pembaca yang dimuliakan Allah ‘Azza wa Jalla, Allah ‘Azza wa Jalla adalah Dzat yang Maha Tunggal, Dialah satu-satunya yang menciptakan alam semesta ini, Dialah satu-satunya Dzat yang memberi rizki kepada seluruh makhluk-Nya, dan Dialah satu-satunya yang mengatur alam semesta ini. Maka dari itulah, Allah ‘Azza wa Jalla adalah satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi, ditujukan kepada-Nya segala macam permintaan dan do’a, dimintai rizki, dimintai pertolongan dan perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah tidak pantas jika seorang hamba beribadah kepada selain Allah ‘Azza wa Jalla, memohon dan meminta kepada makhluk dengan permintaan yang tidak mungkin bisa dipenuhi kecuali oleh Allah ‘Azza wa Jalla saja, seperti rizki, keselamatan, atau menyandarkan nasib hidupnya kepada selain Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;Maka sangatlah tepat ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memposisikan syirik ini sebagai dosa yang paling besar, karena seorang yang berbuat syirik berarti dia telah berbuat lancang dan melampaui batas terhadap Penciptanya. Menjadikan tandingan / sekutu bagi Allah ‘Azza wa Jalla, padahal Allah ‘Azza wa Jalla adalah Maha Tunggal dan tidak ada sekutu baginya. Sungguh ini adalah kezhaliman yang sangat besar sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla firmankan (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kesyirikan merupakan kezhaliman yang besar.” (Luqman: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa zhalimnya ketika seorang muslim menyembelih hewan untuk kemudian dipersembahkan kepada makhluk yang diyakini memiliki kekuatan sehingga dia akan terhindar dari bencana, padahal Allah ‘Azza wa Jalla lah satu-satunya Dzat yang mampu untuk mendatangkan bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan betapa zhalimnya ketika seorang muslim meminta-minta keselamatan dan rizki yang lancar kepada orang-orang shalih yang sudah meninggal di samping kuburannya, padahal Allah ‘Azza wa Jalla sajalah yang mampu untuk memberikan keselamatan dan rizki kepada makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah ketika shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu  bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ ؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?”&lt;br /&gt;Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ.&lt;br /&gt;“Engkau menjadikan tandingan bagi Allah (menyekutukan Allah) padahal Allah lah yang telah menciptakanmu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika syirik telah diposisikan sebagai dosa yang paling besar, maka tentunya adzab dan bencana yang akan ditimpakan kepada pelakunya pun juga sangat besar. Allah ‘Azza wa Jalla mengancam untuk tidak akan mengampuni pelaku kesyirikan selama dia belum bertaubat ketika meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa yang di bawah kesyirikan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (An Nisa’: 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan ibadah seseorang yang dikerjakan dengan susah payah dan kesungguhan yang besar akan hilang nilainya dan sia-sialah apa yang dia amalkan tadi dengan sebab kesyirikan yang dia lakukan. Yang demikian itu karena Allah ‘Azza wa Jalla akan menghapus nilai amalan seseorang manakala dia telah berbuat lancang dengan menyekutukan Allah ‘Azza wa Jalla dalam ibadah. Allah ‘Azza wa Jalla menegaskan dalam ayat-Nya (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: jika kamu mempersekutukan (berbuat syirik) kepada Allah, niscaya akan terhapuslah amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az Zumar: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya, sungguh malang nasib seorang yang berbuat syirik karena tempat tinggal terakhirnya adalah di An Nar (neraka) dan dia kekal di dalamnya karena Allah ‘Azza wa Jalla telah mengharamkan baginya untuk masuk ke dalam Al Jannah sebagaimana yang Allah ‘Azza wa Jalla firmankan (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Al Jannah, dan tempatnya adalah An Nar, tidaklah ada bagi orang-orang yang zhalim itu seorang penolongpun.” (Al Ma’idah: 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagaimana juga yang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُوْ مِنْ دُوْنِ اللهِ نِدٌّا دَخَلَ النَّارَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan dia berdo’a (beribadah) kepada selain Allah (sebagai) tandingan / sekutu (bagi Allah), maka dia akan masuk ke dalam An Nar. (HR. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Durhaka kepada kedua orang tua&lt;br /&gt;Durhaka kepada kedua orang tua diposisikan sebagai dosa besar setelah syirik. Yang demikian itu karena perintah untuk berbuat baik kepada orang tua sering diiringkan dan diletakkan setelah perintah untuk beribadah dan mengesakan ibadahnya tersebut kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Ini menunjukkan besarnya hak orang tua untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (artinya):&lt;br /&gt;“Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua …” (An Nisa’: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durhaka kepada kedua orang tua apapun bentuknya merupakan perbuatan yang diharamkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ تَعَالَى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوْقَ اْلأُمَّهَاتِ …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan atas kalian durhaka kepada para ibu (yakni orang tua), …” (Muttafaqun ‘Alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kedua orang tua sudah lanjut usia dan lemah, mestinya mereka mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang sungguh-sungguh dari anak-anaknya. Tetapi apa yang terjadi di masyarakat kita justru sebaliknya, mereka menitipkan orang tuanya di panti jompo atau yang semisalnya. Sungguh ini merupakan salah satu bentuk kedurhakaan anak kepada orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang dirahmati Allah ‘Azza wa Jalla, masih banyak lagi contoh sikap durhaka anak kepada orang tuanya. Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kita berusaha mengamalkan perintah Allah ‘Azza wa Jalla untuk berbuat baik kepada orang tua kita dan menunaikan hak-hak mereka sebagaimana yang dituntunkan oleh syari’at Islam yang mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Persaksian palsu atau perkataan dusta&lt;br /&gt;Larangan untuk berkata dusta ini telah Allah ‘Azza wa Jalla firmankan dalam ayat-Nya yang mulia (artinya):&lt;br /&gt;“… maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.” (Al Hajj: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda perhatikan ayat tersebut, Allah ‘Azza wa Jalla mengiringkan larangan berkata dusta dengan perintah untuk menjauhi perbuatan syirik dan meninggalkan berhala-berhala yang disembah selain Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa perbuatan syirik merupakan perkara besar yang diperingatkan dalam agama ini, maka perkataan dusta juga demikian, karena tidaklah dua perkara disebutkan dalam satu rangkaian kalimat melainkan di sana terkandung substansi permasalahan yang tidak jauh berbeda, dan dalam pembahasan kali ini adalah keduanya sama-sama perbuatan terlarang yang menyebabkan pelakunya terjatuh ke dalam perbuatan dosa besar. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita membaca Al Qur’an, kita akan mendapati di ayat yang ke 63 dan seterusnya dari surat Al Furqan, di situ disebutkan beberapa ciri hamba-hamba Allah ‘Azza wa Jalla yang mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya. Dan di antara ciri dan sifat mereka adalah tidak memberikan persaksian palsu sebagaimana disebutkan dalam ayat yang ke 72 (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu.” (Al Furqan: 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang mulia, mengapa dusta yang kelihatannya perkara sepele dan diremehkan oleh sebagian manusia itu, ternyata merupakan salah satu bentuk dosa yang paling besar di antara dosa-dosa besar yang dilarang dalam agama? Mari kita perhatikan pemaparan berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata dusta tergolong dosa besar karena pangkal dari kejelekan dan kerusakan yang dilakukan manusia itu bernuara pada perbuatan ini, karena dusta merupakan amalan yang bisa mengantarkan kepada kejelekan sebagaimana sabda Nabi ‘Azza wa Jalla:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُحُوْرِ وَإِنَّ الْفُحُوْرَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّاباً.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya dusta itu bisa mengantarkan kepada kejelekan, dan kejelekan itu bisa mengantarkan kepada An Nar, dan senantiasa seseorang itu berbuat dusata sampai dia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang berdusta berarti dia telah melanggar salah satu prinsip penting dalam Islam, karena di antara misi yang diemban Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengajarkan Islam adalah menjunjung tinggi sikap kejujuran. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Sufyan ketika ditanya oleh Heraklius (kaisar Romawi ketika itu) tentang pokok-pokok ajaran yang dibawa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اعْبُدُوا اللهَ وَحْدَهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَاتْرُكُوا مَا يَقُوْلُ آبَاءُكُمْ وَيَأْمُرُنَا بِالصَّلاَةِ وَالصِّدْقِ وَالْعَفَافِ وَالصِّلَةِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beribadahlah kepada Allah satu-satunya dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, tinggalkan ajaran-ajaran nenek moyangmu (yang tidak baik, pen), beliau juga memerintahkan kepada kami untuk shalat, jujur, menjaga diri dari perbuatan yang haram, dan menyambung tali silaturrahim.” (Muttafaqun ‘Alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca, balasan apa yang pantas untuk dirasakan kepada orang yang suka berdusta? Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bermimpi (dan tentunya mimpi beliau adalah benar), di mana dalam mimpi tersebut beliau melihat manusia disiksa dengan siksaan yang beragam sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan. Dan di antara yang beliau lihat adalah sebagaimana yang dituturkan dalam sabdanya (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian kami mendapatkan seseorang yang terlentang, sedangkan di dekatnya ada seorang yang berdiri dengan memegang semacam gergaji dari besi, kemudian ia membelah salah satu sisi mukanya yaitu dari mulut sampai ke tengkuknya, dari hidung sampai ke tengkuknya, dari mata sampai ke tengkuknya, kemudian pada sisi muka yang lain dengan perlakuan yang sama dengan sisi muka yang pertama tadi. Apabila telah selesai, maka muka itu utuh kembali dan apabila sudah utuh maka diperlakukan lagi seperti sebelumnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak tahu apa yang menyebabkan orang tadi disiksa dengan siksaan yang seperti itu. Kemudian dikatakanlah kepada beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَمَّا الرَّجُلُ الّذِي أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُشَرْشَرُ شِدْقُهُ إِلَى قَفَاهُ، وَمَنْخِرُهُ إِلَى قَفَاهُ، وَعَيْنُهُ إِلَى قَفَاهُ، فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَغْدُو مِنْ بَيْتِهِ فَيَكْذِبُ الْكَذْبَةَ تَبْلُغُ اْلآفَاقَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan adapun seorang yang engkau datangi dan dibelah salah satu sisi mukanya yaitu dari mulut sampai ke tengkuknya, dari hidung sampai ke tengkuknya, dari mata sampai ke tengkuknya, itu adalah seorang yang suka membuat berita bohong sampai berita itu tersebar ke mana-mana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tersebut merupakan potongan hadits yang panjang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah ‘Azza wa Jalla menjauhkan kita dan kaum muslimin semuanya dari perbuatan tercela ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjauhi dosa besar, penghapus dosa kecil&lt;br /&gt;Di antara bentuk kasih sayang Allah ‘Azza wa Jalla kepada hamba-Nya adalah dijadikannya amalan kebaikan itu sebagai penghapus dari amalan kejelekan. Setiap amalan shalih yang dikakukan oleh seorang muslim, maka amalannya tadi akan menghapus dosa dan kesalahan yang dia lakukan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (Hud: 114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan iringilah kejelekan itu dengan kebaikan, niscaya (kebaikan tadi) akan menghapuskannya.” (HR. At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara bentuk kebaikan pada diri seorang hamba adalah dia menjauhi perbuatan-perbuatan yang tergolong dosa besar. Lihatlah wahai pembaca, sebatas dia menjauhi dan tidak melakukan dosa besar, sudah terhitung baginya kebaikan yang akan menghapus dosa kecil yang pernah dia lakukan. Inilah bukti rahmah dan kasih sayang Allah ‘Azza wa Jalla yang telah berfirman dalam kitab-Nya (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang megerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Al Jannah).” (An Nisa’: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalla yang telah berfirman dalam kitab-Nya (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang megerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Al Jannah).” (An Nisa’: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.assalafy.org/mahad/?p=283#more-283&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-8464807626163149298?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/8464807626163149298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/peringatan-dari-3-dosa-besar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8464807626163149298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8464807626163149298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/peringatan-dari-3-dosa-besar.html' title='PERINGATAN DARI 3 DOSA BESAR'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-4069653816982356645</id><published>2010-06-18T08:21:00.001-07:00</published><updated>2010-06-18T23:35:52.496-07:00</updated><title type='text'>Wanita Yang Mendapat Pujian Dan Wanita Yang Dilakanat Allah</title><content type='html'>Sejarah telah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Yang Beriman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : &lt;br /&gt;“Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.” (HR. Ahmad) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Khadijah binti Khuwailid &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath thahirah (wanita yang suci). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadinya yang tenang membuatnya tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan mengikuti kebanyakan pendapat penduduk negerinya yang menganggap Muhammad sebagai orang yang telah merusak tatanan dan tradisi luhur bangsanya. Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan sebuah rumah baginya di surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata: &lt;br /&gt;Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Al-Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut-nyebut kebaikannya walaupun Khadijah telah wafat. Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah meng-gantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau? Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fatimah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap agamanya, istri dari laki-laki ahli surga yaitu Ali bin Abi Thalib. &lt;br /&gt;Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama suami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Maryam binti Imran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Asiyah binti Muzahim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir’aun laknatullah ‘alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya. Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Fir’aun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata: &lt;br /&gt;“Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang durhaka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Istri Nabi Nuh &lt;br /&gt;2. Istri Nabi Luth &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka merupakan figur dua orang istri dari para kekasih Allah yang tidak sempat merasakan manisnya iman. Hatinya lebih condong kepada apa yang diikuti oleh orang banyak daripada kebenaran yang dibawa oleh suaminya. Mereka justru membela kepentingan kaumnya karena tidak ingin dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintai dan menghormati dirinya. Maka kesenangan sesaat ini Allah gantikan dengan kebinasaan yang didapat bersama kaumnya. Istri Nabi Nuh ikut tenggelam oleh banjir besar bersama kaumnya yang menyekutukan Allah dengan menyembah patung-patung orang shalih, sedangkan istri Nabi Luth ditelan bumi karena adzab Allah atas kaumnya yang melakukan liwath (homoseksual). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua cerita ini telah Allah rangkum dalam sebuah firmanNya yang indah dalam surat At-Tahrim ayat 10-12, yang artinya: “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah: dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka). Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam Surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dhalim. Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehor-matannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kisah para wanita ini bisa menjadi pelajaran bagi para wanita zaman ini untuk berkaca diri, kira-kira saya termasuk golongan yang mana? Apakah golongan yang dicintai Allah atau yang dimurkaiNya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi wanita yang belum berumah tangga, saat ini merupakan kesempatan besar baginya untuk memperbanyak amalan shalih dan mendekatkan diri pada Allah, bukannya justru menghabiskan masa mudanya dengan hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat. Dan bagi mereka yang sudah berumah tangga, selain menjaga keistiqomahannya dalam berIslam dia juga diberi beban tambahan oleh Allah untuk membantu suami menjalankan agamanya. Istri yang demikian meru-pakan harta yang paling berharga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah mereka, kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa dalam keadaan bagaimanapun, hendaknya ketundukan kepada syariat Allah dan RasulNya harus tetap di atas segala-galanya. Asalkan berada di atas kebenaran, kita tidak perlu takut dibenci oleh masyrakat, sahabat, maupun orang yang paling istimewa di hati kita. Justru kewajiban kita adalah menunjukkan yang benar kepada mereka. Dengan begitu kita akan mendapatkan cinta sejati .. cinta Allah Rabbul ‘alamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita selalu diberi keistiqomahan untuk menapaki dan mengamalkan syariat yang haq (benar) walaupun kita seorang diri. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’: &lt;br /&gt;1. Ahkamun Nisa’, Ibnul Jauzi. &lt;br /&gt;2. Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani. &lt;br /&gt;3. Tuhfatul Ahwadzi, Al Mubarakfuri. &lt;br /&gt;4. Wanita-wanita Shalihat Dalam Lintas Sejarah Islam, Muhyidin Abdul Hamid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-4069653816982356645?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/4069653816982356645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/wanita-yang-mendapat-pujian-dan-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4069653816982356645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4069653816982356645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/wanita-yang-mendapat-pujian-dan-wanita.html' title='Wanita Yang Mendapat Pujian Dan Wanita Yang Dilakanat Allah'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-8447314475940623738</id><published>2010-06-18T08:11:00.001-07:00</published><updated>2010-06-18T23:36:37.732-07:00</updated><title type='text'>PERKATAAN ULAMA SALAF DALAM MENCELA BID'AH</title><content type='html'>1. Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَلْإِقْتِصَادُ فِي السُّنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الْإِجْتِهَادِ فِي الْبِدْعَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sederhana dalam melakukan sunnah lebih baik daripada bersungguh-ungguh dalam melaksanakan bid’ah”. (Riwayat Ad-Darimi)&lt;br /&gt;dan beliau juga berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اِتَّبِعُوْا وَلاَ تَبْتَدِعُوْا فَقَدْ كُفِيْتُمْ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ittiba’lah kalian dan jangan kalian berbuat bid’ah karena sesungguhnya kalian telah dicukupi, dan setiap bid’ah adalah kesesatan”. (Riwayat Ad-Darimi no. 211 dan dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam ta’liq beliau terhadap Kitabul Ilmi karya Ibnul Qoyyim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap bid’ah adalah sesat walaupun manusia menganggapnya baik”. (Riwayat Al-Lalika`i dalam Syarh Ushul I’tiqod Ahlissunnah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِيَّاكُمْ وَمَا يُبْتَدَعُ, فَإِنَّ مَا ابْتُدِعَ ضَلاَلَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka waspadalah kalian dari sesuatu yang diada-adakan, karena sesungguhnya apa-apa yang diada-adakan adalah kesesatan”. (Riwayat Abu Daud no. 4611)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma pernah berkata kepada Utsman bin Hadhir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَلَيْكَ بِتَقْوَى اللهِ وَالْإِسْتِقَامَةِ, وَاتَّبِعْ وَلاَ تَبْتَدِعْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wajib atasmu untuk bertaqwa kepada Allah dan beristiqomah, ittiba’lah dan jangan berbuat bid’ah”. (Riwayat Ad-Darimi no. 141)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;5.Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنِ اسْتَحْسَنَ فَقَدْ شَرَعَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang menganggap baik (suatu bid’ah) maka berarti dia telah membuat syari’at”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Imam Ahmad rahimahullah berkata dalam kitab beliau Ushulus Sunnah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُصُوْلُ السُّنَّةِ عِنْدَنَا اَلتَّمَسُّكُ بِمَا كَانَ عَلَيْهِ أَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وعلى آله وسلم وَالْإِقْتِدَاءُ بِهِمْ وَتَرْكُ الْبِدَعَ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pokok sunnah di sisi kami adalah berpegang teguh dengan apa-apa yang para shahabat Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam berada di atasnya, meneladani mereka serta meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sahl bin ‘Abdillah At-Tasturi rahimahullah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا أَحْدَثَ أًحَدٌ فِي الْعِلْمِ شَيْئًا إِلاَّ سُئِلَ عَنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, فَإِنْ وَافَقَ السُّنَّةَ سَلِمَ وَإِلاَّ فَلاَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seseorang memunculkan suatu ilmu (yang baru) sedikitpun kecuali dia akan ditanya tentangnya pada hari Kiamat ; bila ilmunya sesuai dengan sunnah maka dia akan selamat dan bila tidak maka tidak”. (Lihat Fathul Bari: 13/290)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Umar bin Abdil Aziz rahimahullah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَمَّا بَعْدُ, أُوْصِيْكَ بِتَقْوَى اللهِ وَالْإِقْتِصَادْ فِي أَمْرِهِ, وَاتِّبَاعِ سُنَّةَ نَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ, وَتَرْكِ مَا أَحْدَثَ الْمُحْدِثُوْنَ بَعْدَ مَا جَرَتْ بِهِ سُنَّتُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Amma ba’du, saya wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan bersikap sederhana dalam setiap perkaraNya, ikutilah sunnah NabiNya Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam dan tinggalkanlah apa-apa yang dimunculkan oleh orang-orang yang mengada-adakan setelah tetapnya sunnah beliau Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam”. (Riwayat Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Abu Utsman An-Naisaburi rahimahullah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ أَمَّرَ السُّنَّةَ عَلَى نَفْسِهِ قَوْلاً وَفِعْلاً نَطَقَ بِالْحِكْمَةِ, وَمَنْ أَمَّرَ الْهَوَى عَلَى نَفْسِهِ قَوْلاً وَفِعْلاً نَطَقَ بِالْبِدْعَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang menguasakan sunnah atas dirinya baik dalam perkataan maupun perbuatan maka dia akan berbicara dengan hikmah, dan barang siapa yang menguasakan hawa nafsu atas dirinya baik dalam perkataan maupun perbuatan maka dia akan berbicara dengan bid’ah”. (Riwayat Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah : 10/244)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Read more: http://www.abuayaz.co.cc/2010/06/perkataan-ulama-salaf-dalam-mencela.html#more#ixzz0rDYgE1rv&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-8447314475940623738?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/8447314475940623738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/perkataan-ulama-salaf-dalam-mencela.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8447314475940623738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8447314475940623738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/perkataan-ulama-salaf-dalam-mencela.html' title='PERKATAAN ULAMA SALAF DALAM MENCELA BID&apos;AH'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-2865745277669708561</id><published>2010-06-18T08:10:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T08:10:05.861-07:00</updated><title type='text'>JIHAD YANG TAK KITA INGINKAN</title><content type='html'>JIHAD YANG TAK KITA INGINKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Syaikh Abu Basheer At-thurthusiy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kami tidak menghendaki jihad yang timbul akibat kebosanan, tidak sabar atas kenyataan maka dia mencari kematian untuk beristirahat lari dari kebosanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kami tidak menghendaki jihad karena hawa nafsu sesaat supaya dikatakan si fulan telah berjihad di sini dan disini, namun apabila nafsu itu lenyap, selesailah semua amal jihad itu tak bersisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Kami tidak menghendaki jihad karena ketergesa-gesaan, memanen buah sebelum waktunya matang. Barangsiapa tergesa-gesa dalam suatu amalan sebelum waktunya, diharamkan memperolehnya. Perkara jihad sesuatu yang agung tidak ada yang dapat teguh padanya kecuali seseorang yang sabar menanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kami tidak menghendaki jihad karena alasan melarikan diri dari situasi sulit yang sedang dihadadapinya atau lari dari tugas mengemban suatu amanat ummat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kami tidak menghendaki jihad yang tidak menimbang maslahat dan mafasid (kerusakan), yang tidak menimbang mana prioritas dan mana yang harus diakhirkan. Tidak peduli pada perkara-perkara syari dan pemikiran matang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kami tidak menghendaki jihad yang pasukannya menuju medan perang sebelum melalui batasan minimum i’dad (persiapan), lalu mudahlah dikalahkan oleh musuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kami tidak menghendaki jihad demi kemaslahatan thaghut lalim. Apabila mereka mengijinkan beragkatlah pasukan itu dan jika mereka tak mengijinkan mereka pun mematuhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kami tidak menginginkan jihad yang anggotanya terdiri dari para thaghut dan thaghut, maka berloyalitas pada thaghut dan bermusuhan dengan thaghut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kami tidak menghendaki jihad untuk melengserkan kekuasaan thaghut agar digantikan dengan taghut lain, kekufuran dengan kekufuran bentuk lain, sistem negara yang rusak dengan sistem negara yang rusak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kami tidak menghendaki jihad hanya untuk meraih puncak cita-cita tertinggi mati syahid lalu tidak peduli dengan kelangsungan perjuangan selanjutnya, tidak peduli pada fase-fase pembangunan pondasi dan bangunan Islam serta peraihan tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kami tidak menghendaki jihad yang buahnya dipetik oleh thaghut zalim, seakan-akan kita dijadikan tameng dan kematian sedang mereka dengan konspirasi yang mereka susun memetik buahnya. Tujuan serta planing mereka tercapai sedang taktik mujahidin hancur lebur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-2865745277669708561?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/note.php?note_id=118994574785546' title='JIHAD YANG TAK KITA INGINKAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/2865745277669708561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/jihad-yang-tak-kita-inginkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/2865745277669708561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/2865745277669708561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/jihad-yang-tak-kita-inginkan.html' title='JIHAD YANG TAK KITA INGINKAN'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-8620007140264091429</id><published>2010-06-18T08:00:00.001-07:00</published><updated>2010-06-18T08:00:30.370-07:00</updated><title type='text'>29 cara menolong jihad</title><content type='html'>20 Cara Mendukung Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Syaikh Anwar al-Awlaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Awlaki, jihad menjadi isu mendesak saat ini karena musuh-musuh Islam bukanlah sebuah bangsa atau negara tapi sebuah sistem kaum kafir yang sudah meng-global. Kaum kafir itu seperti masa-masa lalu, melakukan konspirasi untuk menghancurkan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da’i yang bermukim di AS Syaikh Anwar al-Awlaki mengajak kaum Muslimin memberikan dukungan terhadap jihad yang dilakukan pejuang-pejuang Muslim melawan tentara-tentara kafir. Ia memberikan 44 cara bagi kaum Muslimin ingin berjihad, selain pergi ke medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Awlaki mengatakan, jihad adalah perbuatan yang mulia dalam Islam dan merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan umat Islam. Dalam situasi seperti sekarang ini, kata da’i keturunan Yaman itu, ketika negeri-negeri Muslim dijajah oleh kaum kafir, ketika penjara-penjara milik tirani dipenuhi oleh kaum Muslimin yang menjadi tawanan perang, ketika aturan-aturan Allah sudah diabaikan di dunia ini dan ketika Islam diserang untuk dicerabut akar-akarnya, jihad menjadi kewajiban bagi kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Awlaki menambahkan, dalam situasi seperti di Gaza sekarang ini, anak-anak boleh berjihad meski orang tua mereka menolak, para istri boleh berjihad meski suami mereka keberatan dan mereka yang berhutang boleh berjihad meski pihak yang memberikan hutangnya tidak setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Awlaki, jihad menjadi isu mendesak saat ini karena musuh-musuh Islam bukanlah sebuah bangsa atau negara tapi sebuah sistem kaum kafir yang sudah meng-global. Kaum kafir itu seperti masa-masa lalu, melakukan konspirasi untuk menghancurkan kaum Muslimin. Lalu, apakah kita sedang menuju ke perang besar antara kaum Muslimin dan Romawi-Al Malhamah-seperti yang pernah disampaikan Rasulullah saw?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu ditekankan sekali lagi adalah, jihad pada hari ini adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu. Oleh sebab itu, setiap Muslim yang ingin mematuhi perintah Allah, adalah kewajiban kita untuk menemukan cara-cara untuk berjihad dan mendukung jihad. Berikut adalah 44 cara mendukung jihad di jalan Allah menurut Syaikh al-Awlaki yang akan kami sajikan dalam tiga bagian tulisan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meluruskan Niat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Muslim yang ingin menjadi seorang mujahidin harus meluruskan niatnya, apa tujuannya berjihad. Rasulullah swt berkata, “Siapa saja diantara kamu yang mati dan tidak berjuang atau tidak berniat untuk berjuang, maka ia mati dalam keadaan munafik,” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tanda apakah seseorang itu niat seseorang untuk berjihad itu murni atau tidak, adalah persiapan yang dilakukan orang yang bersangkutan. Allah swt berfirman, “Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu … (QS 9;46) dan syarat-syarat untuk Jihad al-Dafi’ (jihad untuk mempertahankan diri) menurut para ulama seperti Abu Qudamah, sedikitnya ada lima syarat antara lain, harus beragama Islam, sudah akil balig, memiliki kemampuan finansial, berbadan sehat dan tidak cacat tubuh. Jika seseorang yang ingin berjihad tidak memiliki kemampuan finansial atau tidak bisa mencari orang yang membiayainya, atau menderita penyakit, atau menderita cacat tubuh, maka orang yang bersangkutan tidak memenuhi syarat untuk berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Allah swt berfirman tentang orang-orang yang tidak mampu pergi berjihad pada saat perang Tabu, “Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan lalu kamu berkata, ‘aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu’ sedang mata mereka bercucuran airmata karena kesedihan lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berdoa pada Allah agar memberikan mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda,”Siapa saja diantara kamu yang berdoa pada Allah agar diberi mati syahid, Allah akan memberikan pahala mati syahid bahkan jika orang itu wafat di atas tempat tidurnya,” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah senang dengan hambanya yang berdoa agar mati dalam keadaan syahid, karena itu menunjukkan bahwa kita rela mengorbankan hidup kita untuk Allah swt. Tapi berhati-hatilah, jangan sampai doa itu hanya manis di dbibir saja. Seseorang yang benar-benar mengucapkan syahadat akan memenuhi panggilan jihad kapanpun ia mendengar panggilan itu dan benar-benar akan mencari kematian di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan mengapa musuh-musuh Allah sukses mengalahkan sekelompok umat Islam dan mengambilalih tanah mereka, itu karena sekelompok umat Islam itu kehilangan cinta menjadi seorang yang gugur syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda,”Bangsa-bangsa akan menyerang kalian seperti sekelompok manusia yang sedang makan dalam satu piring.” Kemudian sahabat berkata, “Apakah itu karena jumlah kita yang sedikit?”. Rasulullah menjawab,”Bukan, jumlah kalian banyak. Tapi kalian seperti buih di laut, dan Allah akan menyingkirkan rasa takut dari dalam dada musuh-musuhmu terhadapmu dan Allah akan menempatkan dalam hatimu ‘wahan’. Sahabat bertanya lagi, “Apa itu wahan, ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Wahan adalah rasa cinta pad dunia dan takut mati” (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya mati syahid, kata Syaikh Awlaki, harus dipupuk kembali karena musuh-musuh Allah tidak takut dengan apapun, kecuali takut dengan kecintaan kita pada mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berjihadlah dengan Hartamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad harta menekankan pentingnya kita mengorbankan harta benda kita, karena jihad itu sendiri membutuhkan dana yang besar. Dengan kata lain, tidak ada uang, tidak ada jihad dan jihad membutuhkan modal yang besar. Itulah sebabnya, al-Qurtubi dalam tafsirnya mengatakan, memberikan uang untuk sedekah pahalnya 10 kali lipat. Tapi memberikan uang untuk berjihad pahalanya 700 kali kali lipat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Perumpaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki (QS 2;261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam yang tinggal di Barat, yang paling penting bagi mereka menurut Syaikh Awlaki, adalah berjihad dengan harta-harta mereka karena dalam banyak kasus, para mujahidin lebih membutuhkan banyak dana dan bukan sumberdaya manusia. Dalam hal ini Syaikh Awlaki mengutip ucapan Syaikh Abdullah Azzam yang mengatakan,”manusia membutuhkan jihad dan jihad membutuhkan dana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menggalang Dana untuk Para Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menafkahkan harta kita untuk para mujahidin, kaum Muslimin disarankan juga mengajak umat untuk menggalang dana guna membiayai perjuangan para mujahidin. Rasulullah bersabda,”Mereka yang mengajak saudara-saudaranya berbuat baik, akan menerima pahala sama dengan sebanyak orang yang melakukan perbuatan baik itu.” Dengan menggalan dana untuk para mujahidin, kaum Muslimin sekaligus menjalankan sunnah Rasulullah yang senantiasa beliau lakukan sebelum pergi berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mendanai seorang Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda,”Siapa saja yang mendanai seorang pejuang untuk berjuang di jalan Allah, sudah melakukan jihad.” (Majma’ al Zawa’id). Mendanai termasuk membiayai seluruh keperluan si mujahid, termasuk membayar ongkos perjalanannya. Ini memberikan peluang bagi orang-orang berharta dan orang-orang miski untuk sama-sama mendapatkan pahala jihad. Si kaya memberikan dana, si miskin pergi ke medan juang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengurus Keluarga Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurus keluarga Mujahid bisa dilakukan misalnya dengan melindungi keluarga mereka, memenuhi kebutuhannya dan memberikan bantuan finansial serta menjaga kehormatan mereka. Rasulullah saw bersabda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Siapa saja dari kalian yang mengurus keluarga dan harta seorang mujahid akan menerima pahala setengah dari pahala berjihad (HR Muslim) -Kewajiban melindungi kehormatan para istri mujahid bagi orang-orang di sekitarnya, seperti kewajiban menjaga kehormatan ibu-ibu mereka. Jika seseorang yang tidak pergi berjihad berjanji untuk melindungi seorang istri mujahid tapi mengkhianati janji itu, pada hari Kiamat si mujahid akan diberitahu bahwa orang itu telah berkhianat maka si mujahid bisa mengambil semua pahala kebaikan orang yang berkhianat tadi. (HR Muslim) -Siapa saja yang tidak pergi berjihat, tidak mendanai seorang mujahid, atau mengurus keluarga seorang mujahid, akan mengalami bencana sebelum ia meninggal (Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang merasa takut akan keamanan keluarganya, setan akan memanfaatkannya dan mencegah orang bersangkutan pergi berjihad. Bahkan jika orang bersangkutan melawan godaan setan dan pergi berjihad, setan bisa menggodanya kembali dan melemahkan orang tersebut dengan membisikkan rayuan tentang orang-orang yang dicintainya yang ia tinggalkan. Oleh sebab itu, menjaga dan mengurus keluarga para mujahidin akan membantu meningkatkan moral para mujahidin dan oleh sebab itu Islam memberikan perhatian yang besar tentang kewajiban mengurus keluarga dan harta para mujahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengurus Keluarga Mujahidin yang Gugur Syahid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang gugur syahid telah berjuang untuk Islam dan umat Islam. Mereka mengorbankan jiwa dan raga untuk saya dan untuk Anda. Itulah sebabnya keluarga para mujahidin gugur harus dilayani dan dihormati. Ketika Ja’far bin Abu Talib gugur dalam perang Mut’ah, Rasulullah saw berkata pada isteri-isterinya,”Siapkan makanan untuk keluarga Ja’far karena mereka telah menunaikan urusan mereka”, kemudia Rasulullah datang ke rumah Ja’far. (HR Abu Dawud dan al-Tarmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan, ketika Rasulullah saw menerima kabar bahwa Ja’far gugur syahid, Rasulullah datang ke rumah Ja’far dan menyuruh isteri Ja’far agar memanggil anak-anaknya. Ketika anak-anak itu datang ke hadapan Rasulullah, Rasulullah saw memeluk dan mencium anak-anak Ja’far sambil meneteskan air mata. Asma, isteri Ja’far bertanya pada Rasulullah “apakah terjadi sesuatu?” Rasulullah berkata,” Ya, Ja’far gugur hari ini.” Asma berkata, ketika ia mendengar berita itu, ia menangis dan menjerit-jerit. Rasulullah pergi meninggalkannya dan meminta isteri-isterinya agar jangan lupa menyiapkan makanan untuk keluarga Ja’far karena keluarga Ja’far kesusahan karena urusan-urusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak para mujahid yang gugur membutuhkan para lelaki untuk menjaga dan mengurus mereka. Para istri mujahid yang gugur harus diberi kesempatan untuk menikah lagi, jika memang menginginkannya.Hal ini kata Awlaki, membutuhkan perubahan pada dua kebiasaan di kalangan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, umat Islam harus mengubah pandangan negatifnya terhadap kaum perempuan yang bercerai dan janda. Stigma negatif terhadap kaum perempuan yang bercerai atau menjadi janda harus dihapus dari komunitas Muslim. Kedua, bersikap lebih toleran dengan isu poligami. Karena ini menjadi kebutuhan, apalagi di saat terjadi peperangan. Pada masa sahabat Rasulullah, tidak ada perempuan yang dibiarkan tanpa suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Mengurus keluarga para tawanan perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurus keluarga para tawanan perang, pahalanya sama dengan mengurus keluarga para mujahid. Hal ini sangat penting menjadi norma yang kembali dihidupkan agar para mujahid yang ingin berjuang di jalan Allah tidak khawatir jika mereka gugur atau ditawan, karena keluarga mereka akan ada yang mengurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bayarkan zakat Anda untuk para Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Quran Surat ke-9 ayat 60, adalah delapan katagori orang yang berhak menerima zakat. Salah satunya disebutkan untuk mereka yang dijalan Allah. Yang dimaksud dengan “yang di jalan Allah” adalah para mujahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi dalam al Minhaj tentang zakat mengatakan bahwa para pejuang di jalan Allah berhak menerima apa yang mereka perlukan untuk membayar biaya pengeluaran mereka dan biaya kebutuhan keluarganya mulai dari si mujahid berangkat sampai kembali pulang, bahkan jika ia tidak pulang untuk jangka waktu lama. Oleh sebab itu, Syaikh Awlaki menganjurkan umat Muslim untuk membayarkan zakat-zakat mereka pada para mujahidin dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Memberikan bantuan medis pada mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mujahidin membutuhkan bantuan dokter, rumah-rumah sakit, klinik dan tentu saja obat-obatan. Saat ini banyak tenaga dokter Muslim, tapi pada saat yang sama kita sering mendengar banyak mujahidin yang mengalami luka, yang sebenarnya tidak berat meninggal dunia karena ketiadaan bantuan medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Muslim yang belajar kedokteran dan mengklaim mereka melakukan itu karena Allah dan untuk kepentingan umat tapi tidak mau memberikan bantuan medis pada mujahidin, kemana mereka? Para pekerja medis Muslim punya tanggung jawab yang besar dan tidak bisa dihindari bahwa jihad membutuhkan kontribusi dari para pekerja medis ini. Jika mereka mau memberikan kontribusinya, pahala yang akan mereka terima bisa lebih besar dari para pejuang itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Memberikan dukungan moral dan semangat bagi para mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa-doa yang dikumandangkan para imam, fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh para ulama untuk mendukung perjuangan mereka dan doa yang dipanjatkan umat Islam akan memberikan semangat dan meningkatkan moral para mujahidin untuk terus berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Membela para Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda,” Siapa saja yang menjaga kehormatan saudaranya, Allah akan melindungi wajah mereka dari api neraka pada hari Kiamat.” (al-Tarmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga berkata, “Barang siapa berkhianat pada seorang Muslim dengan melanggar kehormatan dan harga dirinya, maka akan dipermalukan. Allah tidak menolong ketika pengkhianat itu membutuhkan pertolongan. Dan barang siapa melindungi seorang Muslim yang kehormatan dan harga dirinya dilanggar, Allah akan menoling itu ketika ia membutuhkan pertolongan.” (Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya Islam mewajibkan umatnya untuk membela mereka yang telah melindungi kita dan agama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Melawan Kebohongan Media Massa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, banyak pandangan kaum Muslimin yang dipengaruhi oleh infomasi dari media-media Barat.Media-media Barat banyak yang berusaha menampikkan kejahatan-kejahatan yang dilakukan negara-negara Barat, apalagi jika kejahatan yang dilakukan itu sudah berlebihan. Sikap media Barat berbeda sekali jika pelakunya adalah orang Islam, mereka memberitakannya secara berlebihan bahkan seringkali tidak obyektif dan tidak sesuai fakta yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, adalah kewajiban bagi setiap Muslim untuk mengingatkan saudara-saudaranya agar meningkatkan kesadaran mereka tentang masalah ini. Umat Islam harus kritis dan hati-hati dengan pemberitaan media massa Barat. Umat Islam jangan mempercayai sumbers-sumber dari Barat sampai kebenarannya sudah dipastikan oleh tokoh Muslim yang memang bisa dipercaya. Jangan percaya apa yang dikatakan media massa Barat, bahkan informasi cuaca yang mereka sajikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung Jihad, Syaikh Anwar al-Awlaki mengingatkan kaum Muslimin untuk waspada terhadap orang-orang munafik yang bisa membahayakan kaum Muslimin. Menurut Syaikh al-Awlaki, kelompok-kelompok munafik ini masih banyak di sekeliling kita dan ia mengingatkan bagaimana cara Rasulullah memerangi orang-orang munafik itu, yaitu dengan membongkar dan mengungkap kebohongan-kebohongan mereka.Bagian ke-2 dari tiga tulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Hati-Hati dengan Kelompok Munafik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung Jihad, Syaikh Anwar al-Awlaki mengingatkan kaum Muslimin untuk waspada terhadap orang-orang munafik yang bisa membahayakan kaum Muslimin. Menurut Syaikh al-Awlaki, kelompok-kelompok munafik ini masih banyak di sekeliling kita dan ia mengingatkan bagaimana cara Rasulullah memerangi orang-orang munafik itu, yaitu dengan membongkar dan mengungkap kebohongan-kebohongan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika peperangan dengan kaum kafir adalah peperangan dengan pedang. Peperangan dengan dengan kaum munafik adalah peperangan dengan kata-kata. Karena kaum munafik bersembunyi dibalik agama untuk menyebarkan isu-isu beracun mereka dan cara untuk melawan mereka adalah dengan mengungkapkan kebenaran dan mengungkap kebohongan-kebohongan orang munafik itu dengan senjata al-Quran dan Sunnah,” tulis al-Awlaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang munafik bisa tampil dengan sosok yang karismatik atau mengesankan orang lain, tapi sebenarnya itu semua hanya kepalsuan belaka.Seperti firman Allah dalam QS 63;4 yang isinya “Dan apabila kami melihat mereka, tubuh-tubuh mereka akan memjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar, mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan pada mereka . Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa kaum munafik itu? Mereka bisa datang dari para ulama dan orang-orang yang menganut ideologi menyimpang. Kelompok seperti ini harus diungkap, siapa sebenarnya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Menularkan Semangat Jihad pada Orang Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menularkan semangat jihad pada orang lain merupakan salah satu bentuk ibadah dan setiap kaum Muslimin diminta untuk melakukan perbuatan terpuji ini seperti firman Allah swt dalam QS 8;65 “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang …” dan QS 4;84 “Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para Mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang kafir-kafir itu. Allah sangat besar kekuatan dan amat keras siksaannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Melindungi Mujahidin dan Menjaga Rahasia Mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslim harus membiasakan dirinya untuk bisa menjaga rahasia, menjaga lidah untuk melindungi saudara-saudara Muslim kita. Syaikh al-Awlaki mencontohkan sikap sahabat Rasulullah yang menolak permintaan istrinya agar menceritakan rahasia yang dikatakan Rasullullah pada sahabat itu. Umat Islam, tulis Awlaki, harus membiasakan diri hanya berkata yang perlu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja yang berkaitan dengan jihada atau perang gerilya adalah kerja yang penuh rahasia. Musuh-musuh Islam selalu berusaha untuk merekrut kalangan orang Islam sendiri untuk melakukan infiltrasi. Musuh-musuh Islam itu akan mengatakan bahwa mereka ingin melindungi umat Islam, dan jika perlu mengikutsertakan para ulama agar membenarkan tindakan musuh-musuh Islam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, salah satu kewajiban kaum Muslimin adalah melindungi para Mujahidin. Seorang Muslim yang memata-matai Muslim lainnya tidak lebih dari perbuatan orang kafir. Allah berfirman,” …Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Mendoakan Para Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan meremehkan doa. Doakanlah para mujahidin dalam sujud-sujud kita. Dan doa yang penting kita panjatkan untuk perjuangan para mujahidin dalam setiap salat adalah doa qunut. Kaum Muslimin harus mengingatkan para imam salatnya ketika para mujahidin sedang berjuang di kancah peperangan, karena itu adalah sunnah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hikayat, dalam sebuah peperangan, seorang pemimpin pasukan Muslim memerintahkan tentaranya untuk melihat apa yang dilakukan Muhammad bin Wasi’ (salah seorang Muslim yang taat pada masa itu). Para tentara itu kembali dan mengatakan bahwa mereka melihat Muhammad bin Wasi’ mengangkat tangannya dan berdoa. Pimpinan pasukan Muslim itu lalu berkata, “Doa pada Allah lebih disukai dari pada ribuan tentara !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Memantau dan Menyerbarkan Berita tentang Jihad Para Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus mengikuti informasi-informasi tentang perjuangan para Mujahidin sangat penting bagi kaum Muslimin; -Agar semangat jihad tetap menyala di hati kaum Muslimin -Memperkuat rasa solidaritas pada sesama umat Islam -Mendorong kaum Muslimin untuk ikut berjihad ketika kita melihat tindakan para mujahidin yang pemberani-pemberani itu dan mendorong kaum Muslimin untuk rela mati syahid. -Kaum Muslimin akan melihat kebesaran Allah, bagaimana Allah melindungi hamba-hambanya dan memberi mereka kemenangan. -Mendorong kaum Muslim untuk banyak membaca sejarah atau buku-buku Fiqih tentang Jihad. Sehingga memahami bagaimana para muhajidin mempraktekkan jihad berdasarkan petunjuk-petunjuk fiqih. -Pemberitaan tentang jihad adalah pemberitaan tentang kebaikan melawan kejahatan, yang sudah ada sejak masa Nabi Adam dan akan terus ada sampai akhir dunia. Ketika kaum Muslimin mengikuti informasi tentang perjuangan jihad para mujahidin, mereka akan menjadi lebih dekat dengan al-Quran dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Menara Gading dan tidak peduli dengan berita-berita tentang jihad para mujahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Syaikh Awlaki mengingatkan agar kaum Muslimin mengikuti informasi tentang perjuangan para mujahidin dari sumbers-sumber yang asli. Karena jika kita menyebarkan informasi yang tidak benar, kita sama saja dengan kaum munafik. Allah berfirman dalam alquran surat 4;83 “Dan apabila datang kepada mereka tentang berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya pada rasul dan ulim amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil amri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Menyebarluaskan tulisan-tulisan para Mujahidin dan Para Ulamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh al-Awlaki menyayangkan sebagian kaum Muslimin yang menganggap para mujahidin kurang mendapat dukungan dari para ulama, tidak memiliki strategi yang jelas dalam perjuangannya dan tindakan mereka dianggap sebagai tindakan yang spontan dan reaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Awlaki menilai semua anggapan itu tidak benar karena banyak ulama dan cendikiawan yang sekarang mendukung jihad. Ia mengakui, banyak tulisan-tulisan para ulama dan cendikiawan Muslim yang berusaha memelintir aturan-aturan berjihad dalam syariah Islam. Tapi banyak juga para ulama yang memberikan penjelasan yang benar tentang jihad, yang menegaskan bahwa para mujahidin hanya takut pada Allah dalam jihadnya dan tidak akan melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan orang lain, jika hal itu dibenci Allah. Para ulama itu kata Syaikh Awlaki, merujuk tulisan-tulisan mereka pada Quran dan Hadits, merujuk pada pendapat ulama seperti Ibn Hajar, al-Nawawi, al-Qurtubi, Ibn Kathir, Ibn Taymiyyah dan empat imam. Adalah kewajiban umat Islam untuk menyebarkan pengetahuan itu misalnya lewat buku-buku, pamflet, blog, email dan cara-cara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Mengeluarkan Fatwa Mendukung Perjuangan Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ulama yang berani berkata apa adanya demi kebenaran. Kaum Muslim harus mendukung para ulama itu dan menyebarkan fatwa-fatwa yang mereka keluarkan. Banyak kaum Muslimin yang menyetujui cara-cara yang dilakukan para mujahidin tapi mereka tidak berani melakukannya sampai ada ulama yang membenarkan metodologi para mujahidin itu. Para generasi muda Muslim membutuhkan tuntunan para ulama yang jujur dan berani berkata benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Menyediakan Informasi pada para ulama dan Imam dengan berita-berita tentang perjuangan para mujahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dilakukan, karena ulama atau cendikiawan bukan berarti mereka tahu segalanya. Para imam dan ulama harus disediakan material dan informasi-informasi yang bagus.Mereka juga harus dibekali pengetahuan dan informasi tentang perjuangan para mujahidin. Ummat harus sering-sering mengingatkan atau berdiskusi tentang isu-isu terbaru perjuangan para mujahidin dan hindari pertanyaan-pertanyaan kontroversial yang terkesan mengkonfrontasi mereka. Berikan saran pada para imam agar membahas isu-isu terbaru perjuangan para mujahidin dalam khutbah-khutbah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Menjaga Kekuatan Fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkata, “Allah swt lebih mencintau kaum yang beriman lagi kuat daripada kaum yang beriman tapi lemah …” (HR Muslim). Kesehatan dan kekuatan fisik adalah bagian dari persiapan berjihad. Karena menjadi seorang mujahidin harus mampu berjalan selama berjam-jam, menempuh jarak yang sangat jauh, mendaki gunung dan bukit dan mampu berlari dengan cepat, bahkan sambil membawa perlengkapan yang berat. Di medan jihad, mereka yang fisiknya lemah hanya akan menjadi beban bagi mujahidin lainnya karena hanya akan memperlambat gerakan para mujahidin. Oleh sebab itu, Syaikh al-Awlaki menyarankan agar kaum Muslimin membiasakan diri melatih tubuhnya dengan berolah raga serta menjaga kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Latihan Senjata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan menggunakan senjata adalah bagian yang sangat penting untuk persiapan jihad. Allah berfirman,”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya,” (QS. 8;60) Karena pentingnya latihan menggunakan senjata, maka, jika latihan semacam itu tidak mungkin dilakukan di negara masing-masing, maka kaum Muslimin bisa menyediakan dana dan waktu untuk belajar ke negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Latihan Memberikan Pertolongan Medis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak situasi, para mujahidin tidak punya akses ke rumah sakit. Dalam situasi seperti ini, para mujahidin harus bisa memberikan pertolongan pertama dan ini membutuhkan pengetahuan dan latihan yang sesuai dengan kondisi dan situasi di tempat berjihad. Salah satunya bisa dilakukan dengan melakukan kordinasi dengan saudara-saudara mereka sesama Muslim yang memiliki ketrampilan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Mempelajari Fiqih Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mempelajari ilmu fiqih tentang jihad, kaum Muslimin juga harus mengetahui fatwa-fatwa ulama yang terkait dengan isu-isu yang dihadapi para mujahidin sekarang ini, misalnya tentang aturan-aturan jihad, masalah korban dan kerusakan fisik yang ditimbulkan, hubungan dengan aparat keamanan pemerintahan non Muslim, pemerintahan negeri-negeri Muslim sekarang ini, serta nilai-nilai jihad itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Melindungi dan Mendukung Para Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para mujahidin dalam bahaya, kaum Muslimin berkewajiban melindungi mereka. Mungkin tindakan ini akan membahayakan, tapi itulah pengorbanan yang bisa kita lakukan untuk Allah swt. Syaikh al-Awlaki mencontohkan Taliban yang melindungi para mujahidin dari negara-negara asing, walaupun untuk itu mereka harus kehilangan kekuasaannya. Menurut Awlaki, itu bukan kekalahan tapi sebuah kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman,”Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (pada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia. (QS 8;74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Membangun Akidah Walaa’ dan Baraa’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mujahidin harus memiliki pemahaman yang kuat tentang ketaqwaan dan kesetiaan pada Allah swt. Kaum Muslimin harus memahami bahwa Allah swt tidak akan memberikan kita kemenagan jika kita masih memiliki rasa cinta dalam hati kita pada musuh-musuh Allah. Allah tidak memberikan kemenangan pada rasul-rasul dan pengikutnya, sampai ketaqwaan dan kesetiaan mereka pada Allah benar-benar lengkap, sampai mereka benar-benar menjauhkan diri dari orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Memenuhi kewajiban terhadap para tawanan perang Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama mengatakan bahwa kaum Muslimin punya kewajiban untuk membebaskan saudara-saudara seiman mereka yang menjadi tawanan perang, meski mereka harus mengeluarkan dana yang besar. Saat ini, banyak mujahidin yang terlupakan dan mereka terkurung dalam sel-sel penjara di seluruh dunia. Umat Islam harus terus disadarkan tentang keberadaan mereka, mendoakan dan mengupayakan pembebasan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Menjadi mujahidin lewat internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin bisa menjadi “mujahidin internet” dengan cara menggunakan media dunia maya untuk menyebarluaskan seruan jihad dan berita-berita tentang perjuangan para mujahidin. Bisa dengan cara membukan forum diskusi, email, membuat situs internet, menulis artikel tentang mujahidin dan perjuangannya, dan lain-lain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-8620007140264091429?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/faris.anwar#!/profile.php?id=100000516662922&amp;ref=ts' title='29 cara menolong jihad'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/8620007140264091429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/29-cara-menolong-jihad_18.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8620007140264091429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8620007140264091429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/29-cara-menolong-jihad_18.html' title='29 cara menolong jihad'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-1285936734047218819</id><published>2010-06-16T21:02:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T21:02:31.682-07:00</updated><title type='text'>DA'WAH MENGAJAK KEPADA AQIDAH YANG SHAHIH MEMBUTUHKAN USAHA YANG SUNGGUH-SUNGGUH D DAN BERKELANJUTAN</title><content type='html'>DA'WAH MENGAJAK KEPADA AQIDAH YANG SHAHIH MEMBUTUHKAN&lt;br /&gt;USAHA YANG SUNGGUH-SUNGGUH D DAN BERKELANJUTAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da'wah mengajak kepada tauhid dan menetapkan tauhid di dalam hati manusia mengharuskan kita tidak membiarkan melewati ayat-ayat tanpa perincian sebagai mana pada masa-masa awal. Demikian itu karena, yang pertama mereka memahami ungkapan-ungkapan bahasa Arab dengan mudah, dan yang kedua karena ketika itu tidak ada penyimpangan dalam hal aqidah yang muncul dari ilmu filsafat dan ilmu kalam yang bertentangan dengan aqidah yang lurus. Kondisi kita pada saat ini berbeda dengan kondisi kaum muslimin pada masa-masa awal. Maka tidak boleh kita menganggap bahwa da'wah mengajak kepada aqidah yang benar pada masa ini adalah mudah seperti keadaan masa-masa awal. Dan saya ingin mendekatkan hal ini dengan satu contoh yang dalam contoh ini dua orang tidak saling berselisih, Insya Allah, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kemudahan yang dikenal ketika itu adalah bahwa para sahabat mendengar hadits dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam secara langsung, kemudian para tabi'in mendengar hadits dari para sahabat secara langsung ... demikianlah kami mendapati pada tiga generasi yang dipersaksikan memiliki kebaikan. Dan kami bertanya : Apakah ketika itu di sana terdapat suatu ilmu yang disebut dengan ilmu hadits ? Jawabannya "tidak". Dan apakah ketika itu disana terdapat ilmu yang disebut ilmu Jarh wa ta'dil ? Jawabannya "tidak". Adapun sekarang, seseorang penuntut ilmu mesti memiliki kedua ilmu ini, kedua ilmu ini termasuk fardhu kifayah. Hal itu agar seorang 'alim pada saat ini mampu mengetahui suatu hadits apakah shahih atau dhaif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka urusannya tidaklah dianggap mudah sebagaimana urusan ini mudah bagi para sahabat, karena para sahabat mengambil hadits dari sahabat lainnya yang mereka itu telah dijamin dengan persaksian Allah Azza wa Jalla atas mereka ... hingga masa akhir. Maka apa-apa yang ketika itu mudah, tidaklah mudah pada masa saat ini dari sisi kejernihan ilmu dan kepercayaan sumber pengambilan ilmu. Oleh karena itu, harus ada perhatian yang serius terhadap masalah ini sebagaimana mestinya berupa apa-apa yang sesuai dengan problem-problem yang mengitari kita sebagai kaum muslimin sekarang ini dimana problem ini tidak dimiliki oleh kaum muslimin generasi awal dari sisi kekotoran aqidah yang menyebabkan (terjadinya) problema-problema dan menimbulkan syubhat-syubhat dari ahli-hali bid'ah yang menyimpang dari aqidah yang shahih dan manhaj yang benar dengan nama yang bermacam-macam, diantaranya adalah seruan untuk mengikuti Al-Qur'an dan As-Sunnah menurut pemikiran mereka, sebagaimana diakui oleh orang-orang yang menisbahkan (diri) kepada ilmu kalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada baiknya di sini kami menyebutkan sebagian apa-apa yang terdapat dalam hadits shahih tentang hal ini, diantaranya adalah bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau menyebutkan tentang ghuraba' (orang-orang yang asing) pada sebagian hadist-hadits tersebut, beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : 'Bagi satu orang di antara mereka lima puluh pahala' Mereka (para sahabat) berkata (50 pahala) dari kami atau dari mereka ya, Rasulullah ? Beliau menjawab : 'Dari kalian' ".[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini termasuk dari hasil keterasingan yang sangat bagi Islam pada saat ini dimana keterasingan seperti itu tidak terjadi pada masa-masa generasi awal. Tidak diragukan lagi, bahwa keterasingan pada masa generasi awal adalah keterasingan antara kesyirikan yang jelas dan tauhid yang bersih dari segala noda, antara kekufuran yang nyata dari iman yang benar. Adapun sekarang ni problem yang terjadi adalah di antara kaum muslimin itu sendiri, kebanyakan dari mereka tauhidnya dipenuhi dengan noda syirik, dia memperuntukkan ibadah-ibadah kepada selain Allah dan dia mengaku beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan ini harus mendapat perhatian yang pertama. Dan yang kedua, tidak sepatutnya sebagian orang berkata : "Sesungguhnya kita harus berpindah kepada tahap yang lain selain tahap tauhid, yaitu kepada politik !!" Karena da'wah pertama dalam Islam adalah da'wah yang hak (yaitu da'wah mengajak kepada kebenaran) maka tidak sepatutnya kita berkata : "Kami adalah orang Arab dan Al-Qur'an turun dengan bahasa kami" Padahal perlu diingat bahwa orang Arab pada saat ini berbeda dengan orang arab 'ajam yang memahami bahasa mereka sendiri. Hal ini menyebabkan jauhnya mereka dari kitab Rabb mereka dan sunnah Nabi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taruhlah bahwa kita ini orang Arab dan telah memahami Islam dengan pemahaman yang benar, tetapi tidak mengharuskan kita untuk berpolitik dan menggerakkan manusia dengan gerakan-gerakan politik serta menyibukkan mereka dengan politik, tetapi kewajiban mereka sekarang ini adalah memahami Islam dalam hal aqidah, ibadah, muamalah, dan akhlak !! Saya tidak yakin bahwa sekarang ini terdapat suatu bangsa yang terdiri dari jutaan orang telah memahami Islam dengan pemahaman Islam yang benar dalam hal aqidah, ibadah, dan akhlak, dan mereka telah terdidik atas hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku At-Tauhid Awwalan Ya Du'atal Islam, edisi Indonesia TAUHID, Priorias Pertama dan Utama, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal 36-40, terbitan Darul Haq, penerjemah Fariq Gasim Anuz]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. [Hadits Shahih : Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Mu'jam Al-Kabir (10/225) No. 10394, dari hadits Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu. Dan hadits ini memiliki syahid dari hadits 'Uqbah bin Ghazwan salah seorang sahabat Radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar sebagaimana dalam Al-Zaqaid (7.282). Dan hadits ini pun memiliki syahid yang lain dari hadits Abu Tsa'labah Al-Khusyani Radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Abu Daud (4341). Dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (494)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-1285936734047218819?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/jafarshodiq.elghozy#!/notes.php?subj=100000714333103' title='DA&apos;WAH MENGAJAK KEPADA AQIDAH YANG SHAHIH MEMBUTUHKAN USAHA YANG SUNGGUH-SUNGGUH D DAN BERKELANJUTAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/1285936734047218819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/dawah-mengajak-kepada-aqidah-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1285936734047218819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/1285936734047218819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/dawah-mengajak-kepada-aqidah-yang.html' title='DA&apos;WAH MENGAJAK KEPADA AQIDAH YANG SHAHIH MEMBUTUHKAN USAHA YANG SUNGGUH-SUNGGUH D DAN BERKELANJUTAN'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-2767429039325256752</id><published>2010-06-16T20:58:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T20:58:11.785-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Adabmu terhadap PenciptaMu</title><content type='html'>Pelajaran Pertama:&lt;br /&gt;Bagaimanakah adab mu terhadapa Alloh Ta'ala?...&lt;br /&gt;As Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab.: Akhlaq yg baik di dalam muamalah terhadap Alloh Ta'ala terhimpun 3 perkara:&lt;br /&gt;1. Membenarkan apa yang di khabarkan Alloh Ta'ala&lt;br /&gt;- yakni tidak ada keraguan di dalam membenarkan khabar dari alloh T'ala dan Rosul-Nya karena Alloh Ta'ala adalah sumber daripada ilmu dan Dia adalah sebenar-benar-nya perkataan, sebagaimana yang dia Firmankan: &lt;br /&gt;{ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا }. " dan Perkataan siapa lagi kah yang lebih benra dari pada Alloh..."&lt;br /&gt;contoh: pengkhabaran tentang yaumul qiyamah , Nabi sholalloh 'alaihis salam pernah mengkhabarkan: &lt;br /&gt;(أن الشمس تدنو من الخلائق يوم القيامة بقدر ميل) " Matahari akan di dekatkan kepda seluruh makhluk di hari kiamat dengan jarak 1 mil" sama saja baik mil dalam ukuran ataupun jarak..ketika itu antara matahari dengan kepala manusia jaraknya sangatlah dekat, sedangkan panas matahari tersebut tidak membakar mereka sungguh kalau lah saat ini matahari itu di dekatkan maka bumi ini akan hangus terbakar, lantas ada seseorang yg mengatakan:" bagaiman bisa matahari itu di dekat kan dengan jarak sedemikian deketnya di hari kiamat, sedangkan manusia tidak terbakar dengannya?...maka tidak patut adab bagi seorang mukmin terhadap Alloh Ta'ala dan rosul-Nya dengan melontarkan perkataan tersebut, akan tetapi hendaknya ia menerima apa adanya dan membenarkan pengkhabaran tersebut, dan tidak ada keraguan atau rasa sempit di dalam dadanya, dan meyakini seluruh apa saja yg di khabarkan rosululloh adalah hak.&lt;br /&gt;kita tidak lah mungkin dapat mengukur atau membayangkan keadaan-keadaan di akherat dengan keadaan-keadaan di dunia, sungguh di antaranya ada perbedaan yang amat besar, oleh demikian itu sepatutnya bagi seorang mukmin menerima khobar seperti itu dengan lapang dada dan tentram hatinya serta meluaskan pemahamannya dan beradab baik kepada Alloh dan rosul-Nya dengan berbuat amal sholih sebagai bekal baginya untuk berjumpa dengan-Nya.. Alloh Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;قال تعالى : { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا} &lt;br /&gt;2. Menerapkan syari'at Alloh Ta'ala dan menegakan-Nya....&lt;br /&gt;Adab terhadap Alloh Ta'ala di dalam bermualah dengan hukum-hukum-Nya hendaknya seorang manusia menerima dan menerapkannya dalam hidup serta menegakannya, dan tidak ada penolakan sedikitpun dari hukum-hukum Alloh Ta'ala, apabila ia menolak dari-Nya maka ini adalah perbuatan atau adab yang bejad sama saja baik ia menolaknya dengan ingkar, sombong utk mengamlkannya ataupun meremehkan mengamalkannya, semua itu adalah menafikan adab yg baik terhadap Alloh Ta'ala.&lt;br /&gt;contoh:&lt;br /&gt;- Sholat, tidak di ragukan lagi bahwa sebagian orang merasa berat dengannya, yakni orang-orang munafik sebagaimana yg di sabdakan Nabi sholalloh alaihi was salam:&lt;br /&gt;(أثقل الصلاة على المنافقين صلاة العشاء وصلاة الفجر) " Seberat2nya sholat bagi orang munafik adalah sholat Isya dan sholat fajr(shubuh)"..namun bagi seorang mukmin sholat adalah Penyejuk hati, dan Perehat jiwanya, maka di antar adab yang baik terhadap Alloh Ta'ala adalah bila anda mendirikan sholat sedangkan hati anda merasa tenang dengannya dan menjadikan penyejuk hati bagi anda...&lt;br /&gt;contoh lainnya:&lt;br /&gt;- Shoum , tidak di ragukan pula shoum amalan yg menjadikan seseorang berpayah-payah, karena seseorang harus meninggalkan makan, minum, bersetubuh, akan tetapi bagi seorang mukmin beradab baik terhadap alloh ta'ala ia menerima beban tersebut dengan lapang dada, ridlo terhadap-Nya meskipun ia berpayah-payah di dalam melaksanakannya..dan di antara adab yg bejad kepada Alloh Ta'ala adalah merasa resah dan membenci dalam melaksanakan shoum karena meninggalkan makan, minuma dll.&lt;br /&gt;3. Ridlo terhadap taqdir Alloh ta'ala&lt;br /&gt;Meridloi seluruh apa yang telah Alloh taqdirkan kepada anda...dengan lapang dada terhadapnya...berserah diri dan sabar ketika di timpa musibah, sungguh Alloh Ta'la memuji seorang hamba yg bersabar di kala musibah melandanya, juga ia bersyukur ketika nikmat melandanya...&lt;br /&gt;inilah ke 3 perkara adab terhadap Alloh Ta'ala.......semoga kita di berikan taufiq tuk dapat menerapkannya selalu di dalam diri yang penuh dengan kelemahan dari segala sisi... Allohu musta'an..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-2767429039325256752?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/imamk1#!/notes/abu-hilyah-al-atsary/bagaimanakah-adab-mu-terhadap-pencipta-mu/403805614549' title='Bagaimana Adabmu terhadap PenciptaMu'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/2767429039325256752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/bagaimana-adabmu-terhadap-penciptamu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/2767429039325256752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/2767429039325256752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/bagaimana-adabmu-terhadap-penciptamu.html' title='Bagaimana Adabmu terhadap PenciptaMu'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-8971585049800087156</id><published>2010-06-13T09:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T09:33:55.073-07:00</updated><title type='text'>DUA SYARAT DITERIMANYA AMAL IBADAH</title><content type='html'>Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, sehingga Dia-lah yang patut diibadahi. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hinga akhir zaman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Agar ibadah diterima di sisi Allah, haruslah terpenuhi dua syarat, yaitu:&lt;br /&gt;Ikhlas karena Allah.&lt;br /&gt;Mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (ittiba’).&lt;br /&gt;Jika salah satu syarat saja yang terpenuhi, maka amalan ibadah menjadi tertolak. Berikut kami sampaikan bukti-buktinya dari Al Qur’an, As Sunnah, dan Perkataan Sahabat.&lt;br /&gt;Dalil Al Qur’an&lt;br /&gt;Dalil dari dua syarat di atas disebutkan sekaligus dalam firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".” (QS. Al Kahfi: 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”, maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen). Dan “janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”, maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya. Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[1]&lt;br /&gt;Al Fudhail bin ‘Iyadh tatkala menjelaskan mengenai firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2), beliau mengatakan, “yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Al Fudhail berkata,  “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima. Amalan barulah diterima jika terdapat syarat ikhlas dan showab. Amalan dikatakan ikhlas apabila dikerjakan semata-mata karena Allah. Amalan dikatakan showab apabila mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari Al Hadits&lt;br /&gt;Dua syarat diterimanya amalan ditunjukkan dalam dua hadits. Hadits pertama dari ‘Umar bin Al Khottob, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena  Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah pada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrah karena dunia yang ia cari-cari atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya berarti pada apa yang ia tuju (yaitu dunia dan wanita, pen)”.[3]&lt;br /&gt;Hadits kedua dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Muslim disebutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.”[5]&lt;br /&gt;Dalam Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hadits ini adalah hadits yang sangat agung mengenai pokok Islam. Hadits ini merupakan timbangan amalan zhohir (lahir). Sebagaimana hadits ‘innamal a’malu bin niyat’ [sesungguhnya amal tergantung dari niatnya] merupakan timbangan amalan batin. Apabila suatu amalan diniatkan bukan untuk mengharap wajah Allah, pelakunya tidak akan mendapatkan ganjaran. Begitu pula setiap amalan yang bukan ajaran Allah dan Rasul-Nya, maka amalan tersebut tertolak. Segala sesuatu yang diada-adakan dalam agama yang tidak ada izin dari Allah dan Rasul-Nya, maka perkara tersebut bukanlah agama sama sekali.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kitab yang sama, Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Suatu amalan tidak akan sempurna (tidak akan diterima, pen) kecuali terpenuhi dua hal:&lt;br /&gt;Amalan tersebut secara lahiriyah (zhohir) mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini terdapat dalam hadits ‘Aisyah ‘Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.’&lt;br /&gt;Amalan tersebut secara batininiyah diniatkan ikhlas mengharapkan wajah Allah. Hal ini terdapat dalam hadits ‘Umar ‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat’.”[7]&lt;br /&gt;Perkataan Sahabat&lt;br /&gt;Para sahabat pun memiliki pemahaman bahwa ibadah semata-mata bukan hanya dengan niat ikhlas, namun juga harus ada tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagai dalilnya, kami akan bawakan dua atsar dari sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Perkataan ‘Abdullah bin ‘Umar.&lt;br /&gt;Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً&lt;br /&gt;“Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia menganggapnya baik.”[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Kisah ‘Abdullah bin Mas’ud.&lt;br /&gt;Terdapat kisah yang telah masyhur dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu ketika beliau melewati suatu masjid yang di dalamnya terdapat orang-orang yang sedang duduk membentuk lingkaran. Mereka bertakbir, bertahlil, bertasbih dengan cara yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Ibnu Mas’ud mengingkari mereka dengan mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَعُدُّوا سَيِّئَاتِكُمْ فَأَنَا ضَامِنٌ أَنْ لاَ يَضِيعَ مِنْ حَسَنَاتِكُمْ شَىْءٌ ، وَيْحَكُمْ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ مَا أَسْرَعَ هَلَكَتَكُمْ ، هَؤُلاَءِ صَحَابَةُ نَبِيِّكُمْ -صلى الله عليه وسلم- مُتَوَافِرُونَ وَهَذِهِ ثِيَابُهُ لَمْ تَبْلَ وَآنِيَتُهُ لَمْ تُكْسَرْ ، وَالَّذِى نَفْسِى فِى يَدِهِ إِنَّكُمْ لَعَلَى مِلَّةٍ هِىَ أَهْدَى مِنْ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ ، أَوْ مُفْتَتِحِى بَابِ ضَلاَلَةٍ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hitunglah dosa-dosa kalian. Aku adalah penjamin bahwa sedikit pun dari amalan kebaikan kalian tidak akan hilang. Celakalah kalian, wahai umat Muhammad! Begitu cepat kebinasaan kalian! Mereka sahabat nabi kalian masih ada. Pakaian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga belum rusak. Bejananya pun belum pecah. Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, apakah kalian berada dalam agama yang lebih baik dari agamanya Muhammad? Ataukah kalian ingin membuka pintu kesesatan (bid’ah)?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالُوا : وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ. قَالَ : وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab, ”Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud berkata, “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya.”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah kedua sahabat ini -yaitu Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud- meyakini bahwa niat baik semata-mata tidak cukup. Namun ibadah bisa diterima di sisi Allah juga harus mencocoki teladan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa ibadah baik itu shalat, puasa, dan dzikir semuanya haruslah memenuhi dua syarat diterimanya ibadah yaitu ikhlas dan mencocoki petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga tidaklah tepat perkataan sebagian orang ketika dikritik mengenai ibadah atau amalan yang ia lakukan, lantas ia mengatakan, “Menurut saya, segala sesuatu itu kembali pada niatnya masing-masing”. Ingatlah, tidak cukup seseorang melakukan ibadah dengan dasar karena niat baik, tetapi dia juga harus melakukan ibadah dengan mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga kaedah yang benar “Niat baik semata belum cukup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab Munculnya Amalan Tanpa Tuntunan&lt;br /&gt;Pertama: Tidak memahami dalil dengan benar.&lt;br /&gt;Kedua: Tidak mengetahui tujuan syari’at.&lt;br /&gt;Ketiga: Menganggap suatu amalan baik dengan akal semata.&lt;br /&gt;Keempat: Mengikuti hawa nafsu semata ketika beramal.&lt;br /&gt;Kelima: Berbicara tentang agama tanpa ilmu dan dalil.&lt;br /&gt;Keenam: Tidak mengetahui manakah hadits shahih dan dho’if (lemah), mana yang bisa diterima dan tidak.&lt;br /&gt;Ketujuh: Mengikuti ayat-ayat dan hadits yang masih samar.&lt;br /&gt;Kedelapan: Memutuskan hukum dari suatu amalan dengan cara yang keliru, tanpa petunjuk dari syari’at.&lt;br /&gt;Kesembilan: Bersikap ghuluw (ekstrim) terhadap person tertentu. Jadi apapun yang dikatakan panutannya (selain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), ia pun ikuti walaupun itu keliru dan menyelisih dalil.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah di antara sebab munculnya berbagai macam amalan tanpa tuntunan (baca: bid’ah) di sekitar kita.&lt;br /&gt;Demikian pembahasan kami mengenai dua syarat diterimanya ibadah. Insya Allah, untuk pembahasan-pembahasan berikutnya di rubrik "Jalan Kebenaran", kita akan memahami lebih jauh tentang bid'ah. Semoga Allah memudahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;br /&gt;Diselesaikan 20 Shofar 1431 H di Panggang-Gunung Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 9/205, Muassasah Qurthubah.&lt;br /&gt;[2] Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rojab Al Hambali, Darul Muayyid, cetakan pertama, 1424 H.&lt;br /&gt;[3] HR. Bukhari no. 6689 dan Muslim no. 1907.&lt;br /&gt;[4] HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718.&lt;br /&gt;[5] HR. Muslim no. 1718.&lt;br /&gt;[6] Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 77.&lt;br /&gt;[7] Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 20.&lt;br /&gt;[8] Diriwayatkan oleh Ibnu Battoh dalam Al Ibanah ‘an Ushulid Diyanah, 2/212/2 dan Al Lalika’i dalam As Sunnah (1/21/1) secara mauquf (sampai pada sahabat) dengan sanad yang shahih. Lihat Ahkamul Janaiz wa Bida’uha, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, hal. 285, Maktabah Al Ma’arif, cetakan pertama, tahun 1412 H.&lt;br /&gt;[9] HR. Ad Darimi no. 204 (1/79). Dikatakan oleh Husain Salim Asad bahwa sanad hadits ini jayyid. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah (5/11) mengatakan bahwa hadits ini shahih.&lt;br /&gt;[10] Disarikan dari Al Bida’ Al Hauliyah, ‘Abdullah bin ‘Abdil ‘Aziz bin Ahmad At Tuwaijiri, hal. 37-68, Darul Fadhilah, cetakan pertama, 1421 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Read more: http://www.abuayaz.co.cc/2010/06/dua-syarat-diterimanya-amal-ibadah.html#more#ixzz0qkf6psIC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-8971585049800087156?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.abuayaz.co.cc/2010/06/dua-syarat-diterimanya-amal-ibadah.html#more' title='DUA SYARAT DITERIMANYA AMAL IBADAH'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/8971585049800087156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/dua-syarat-diterimanya-amal-ibadah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8971585049800087156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8971585049800087156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/dua-syarat-diterimanya-amal-ibadah.html' title='DUA SYARAT DITERIMANYA AMAL IBADAH'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-3373749914038754647</id><published>2010-06-13T09:11:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T09:11:11.507-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Qiyamullail</title><content type='html'>Keutamaan Qiyamullail (Shalat Malam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا&lt;br /&gt;“Lambung-lambung mereka jauh dari pembaringan, karena mereka berdoa kepada Rabb mereka dalam keadaan takut dan berharap kepada-Nya.” (QS. As-Sajadah: 16)&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;كَانُوا قَلِيلاً مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ. وَبِالأَسْحَارِهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ&lt;br /&gt;“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohon ampunan di waktu sahur (menjelang fajar).” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ&lt;br /&gt;“Seutama-utama puasa setelah ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)&lt;br /&gt;Dari Abu Said Al Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu anhuma mereka berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;مَنْ اسْتَيْقَظَ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam lelaki-lelaki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.” (HR. Abu Daud no. 1309, Ibnu Majah no. 1335, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah: 1/390)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ. فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ&lt;br /&gt;“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu mempunyai malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan, jika dia berwudhu maka lepaslah tali yang lainnya, dan jika dia mendirikan shalat maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek dan menjadi malas beraktifitas”. (HR. Al-Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu dia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah akan memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim no. 757)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan ringkas:&lt;br /&gt;Di antara keutamaan qiyamullail berdasarkan dalil-dalil di atas adalah:&lt;br /&gt;a.    Mendapatkan pujian yang banyak dalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;b.    Hatinya akan terjaga dari kerusakan dan penyakit hati. Karena terlalu banyak tidur bisa menyebabkan rusaknya hati, karenanya dengan qiyamullail dia bisa mengurangi tidurnya.&lt;br /&gt;c.    Dia merupakan shalat sunnah yang paling utama.&lt;br /&gt;d.    Orang yang mengerjakannya secara berkesinambungan akan digolongkan ke dalam golongan orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;e.    Dia akan lepas dari gangguan setan di malam harinya.&lt;br /&gt;f.    Qiyamullail merupakan sebab baiknya jiwa, lapangnya dada, dan semangatnya anggota tubuh.&lt;br /&gt;g.    Orang yang mengerjakannya berkesempatan mendapatkan 1/3 malam terakhir yang merupakan waktu dimana doa akan dikabulkan. Dan sebaik-baik doa saat itu adalah permohonan ampun akan semua dosa-dosa, sebagaimana yang diisyaratkan dalam surah Adz-Dzariyat di atas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-3373749914038754647?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://al-atsariyyah.com/?p=2092' title='Keutamaan Qiyamullail'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/3373749914038754647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/keutamaan-qiyamullail.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/3373749914038754647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/3373749914038754647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/keutamaan-qiyamullail.html' title='Keutamaan Qiyamullail'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-5217464692570119999</id><published>2010-06-13T09:10:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T23:47:01.173-07:00</updated><title type='text'>Kaifiat Qiyamullail (Shalat Lail)/Keutamaan Shalat Malam</title><content type='html'>Kaifiat Qiyamullail (Shalat Lail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:&lt;br /&gt;مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا.&lt;br /&gt;فَقَالَتْ عَائِشَةُ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ؟ فَقَالَ: يَا عَائِشَةُ إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلَا يَنَامُ قَلْبِي&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat (lail) baik di dalam bulan ramadhan maupun di luar ramadhan tidak pernah lebih dari 11 rakaat. Beliau memulai dengan mengerjakan 4 rakaat, kamu tidak usah menanyakan bagaimana baik dan panjangnya shalat beliau. Setelah itu beliau kembali mengerjakan 4 rakaat, kamu tidak usah menanyakan bagaimana baik dan panjangnya shalat beliau. Kemudian beliau shalat tiga rakaat.”&lt;br /&gt;Aisyah berkata: Lalu aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah anda tidur sebelum witir?” Beliau menjawab, “Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku memang tidur namun hatiku tidak.” (HR. Al-Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)&lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:&lt;br /&gt;أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُومُ مِنْ اللَّيْلِ حَتَّى تَتَفَطَّرَ قَدَمَاهُ&lt;br /&gt;“Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat malam hingga kedua kaki beliau pecah-pecah.” (HR. Al-Bukhari no. 4460 dan Muslim no. 2820)&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا&lt;br /&gt;“Sesungguhnya puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud, sedangkan shalat yang paling disukai Allah adalah juga shalat Daud alaihissalam. Beliau tidur hingga pertengahan malam, kemudian bangun (untuk shalat lail) selama sepertiga malam, lalu kembali tidur pada seperenamnya (sisa malam). Dan beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR. Al-Bukhari no. 1131)&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang shalat malam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى&lt;br /&gt;“Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu shubuh, hendaklah dia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.” (HR. Al-Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:&lt;br /&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ لِيُصَلِّيَ افْتَتَحَ صَلَاتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ&lt;br /&gt;“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun di malam hari untuk menunaikan shalat malam, biasanya beliau memulai shalatnya dengan dua rakaat ringan.” (HR. Muslim no. 767)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan ringkas:&lt;br /&gt;Qiyamullail termasuk shalat sunnah yang disyariatkan dalam Islam, bahkan dia merupakan shalat sunnah yang paling utama. Qiyamullail adalah penamaan untuk semua shalat sunnah yang dikerjakan di malam hari setelah shalat isya hingga subuh. Karenanya, yang termasuk qiyamullail (shalat lail) adalah: Shalat witir, shalat tahajjud, dan shalat tarawih. Shalat witir adalah shalat lail yang berakaat ganjil, shalat tahajjud adalah shalat lail setelah tidur, dan shalat tarawih adalah shalat lain di bulan ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu shalat lail&lt;br /&gt;Awal waktu shalat lail adalah setelah shalat isya dan akhir waktunya adalah setelah terbit fajar kedua. Ini berdasarkan hadits Aisyah radhiallahu anha dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengerjakan shalat sebelas rakaat pada waktu antara selesai shalat isya sampai subuh.” (HR. Muslim no. 736) Juga berdasarkan hadits Ibnu Umar di atas. Karenanya Ibnu Nashr berkata dalam Mukhtashar Qiyam Al-Lail hal. 119, “Yang disepakati oleh para ulama adalah: Antara shalat isya hingga terbitnya fajar (shadiq/kedua) adalah waktu untuk mengerjakan witir.”&lt;br /&gt;Karenanya jika ada orang yang shalat maghrib-isya dengan jama’ taqdim, maka dia sudah boleh mengerjakan shalat lail walaupun waktu isya belum masuk. Sebaliknya, walaupun sudah jam 10 malam tapi jika dia belum shalat isya, maka dia belum diperbolehkan shalat lail.&lt;br /&gt;Hanya saja waktu yang paling ideal adalah dikerjakan selepas pertengahan malam, sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Amr di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah rakaatnya&lt;br /&gt;Rakaat yang dibicarakan di sini, khusus rakaat shalat lail yang genap. Adapun jumlah rakaat shalat lail yang ganjil (witir), maka telah berlalu pada artikel ‘Shalat Witir’. Shalat lail minimal 2 rakaat dan paling banyak tidak terbatas. Ini berdasarkan hadits Ibnu Umar di atas. Hanya saja, walaupun dibolehkan mengerjakan shalat lail tanpa ada batasan rakaat (selama itu genap), akan tetapi sunnahnya dia hanya mengerjakan 8 rakaat (plus witir 3 rakaat) berdasarkan hadits Aisyah yang pertama di atas. Disunnahkan juga untuk mengerjakan 2 rakaat ringan sebelum shalat lail -berdasarkan hadits Aisyah yang terakhir di atas-, sehingga total rakaatnya adalah 13 rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaifiat pelaksanaannya&lt;br /&gt;Kaifiat pelaksanaan shalat witir telah kami jelaskan sebelumnya. Adapun shalat lail yang jumlahnya genap, maka dikerjakan 2 rakaat-2 rakaat berdasarkan hadits Ibnu Umar di atas. Hanya saja, terkhusus pada shalat lail 8 rakaat, sebagian ulama ada yang membolehkan mengerjakannya 4 rakaat-4 rakaat, berdasarkan hadits Aisyah yang pertama di atas.&lt;br /&gt;Adapun bacaannya, maka disunnahkan untuk membaca surah-surah yang panjang. Di antara dalilnya adalah:&lt;br /&gt;a.    Nabi shallallahu alaihi wasallam membuka shalat lail dengan 2 rakaat ringan. Ini menunjukkan shalat lail beliau adalah shalat yang berat karena bacaannya yang panjang.&lt;br /&gt;b.    Nabi shallallahu alaihi wasallam juga shalat lail hingga kedua kaki beliau pecah-pecah. Ini dikarenakan lamanya beliau berdiri akibat membaca surah yang panjang.&lt;br /&gt;c.    Ucapan Aisyah radhiallahu anha, “Kamu tidak usah menanyakan bagaimana baik dan panjangnya shalat beliau.” Ini menunjukkan shalat beliau sangat panjang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-5217464692570119999?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/5217464692570119999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/kaifiat-qiyamullail-shalat-lail.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/5217464692570119999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/5217464692570119999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/kaifiat-qiyamullail-shalat-lail.html' title='Kaifiat Qiyamullail (Shalat Lail)/Keutamaan Shalat Malam'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-8235584051430204240</id><published>2010-06-13T00:00:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T00:01:02.625-07:00</updated><title type='text'>Renungan buat Muslimat ( Sebuah realita dalam jihad )</title><content type='html'>Sebuah realita dalam jihad &lt;br /&gt;Oleh: DR. Abu Mujahid &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Athiyah Nasiibah ra, dia berkata: Rosululloh SAW membai'at kami untuk tidak meratap. (HR. Al Bukhori dan Muslim) di dalam shohihnya III/141, dan Muslim no. 639. &lt;br /&gt;Saya kira umat ini telah mandul untuk melahirkan seorang sosok seperti Khonsa' dan Haulah binti Azwar, akan tetapi saya melihat para wanita abad dua puluh ini ada orang-orang yang ingin menjadi seperti para pahlawan wanita ini. Saya lihat seperti Ummu Muhammad istri Asy Syahid Abdulloh Azzam, dalam satu hari dia kehilangan tiga orang yang termasuk manusia-manusia paling mulia, suaminya dan kedua buah hatinya (Muhammad dan Ibrohim) dan dia mengira bahwa hal itu adalah di jalan Alloh. &lt;br /&gt;Demi Alloh, yang tidak ada ilah selain Alloh, sungguh aku sangat bingung apa yang harus kita lakukan untuk berbela sungkawa kepadanya ketika dia masuk untuk bertemu dengan mereka untuk melihat mereka untuk mengucapkan perpisahan yang terakhir. Saya katakan: "Bagaimana mungkin seorang perempuan seperti dia dalam kondisi seperti ini masih ingin melihat mereka? Akan tetapi dia yakin bahwa Alloh SWT menurunkan kesabaran sesuai dengan ujian yang dia hadapi. Diriku merasa kecil jika membayangkan kondisinya ketika dia melihat mereka. &lt;br /&gt;Ummu Muhammad berkata: "Ketika kami sampai dirumah Syaikh maka segera saya ingin bertemu untuk melihat mereka yang terakhir kalinya, aku dapati tiga orang dalam keadaan tertutup, kemudian aku dapati anakku yang pertengahan Khudzaifah berdiri di depanku. Maka aku yakin bahwa orang itu adalah suamiku, dan anakku yang paling besar Muhammad (21 tahun) serta anakku yang ketiga (16 tahun), maka aku masuk ke dalamnya dan aku ucapkan perpisahan terakhir kemudian aku kembali ke rumahku, dan aku telah berjanji kepada Alloh untuk tidak menangisi mereka, karena suamiku sebelum kesyahidannya dia pernah bertanya kepadaku: "Apa yang akan engkau lakukan jika Alloh memberikan rezeki kesyahidan kepadaku?" Lalu aku menjawab: "Aku akan bersabar dan tabah insyaAlloh". Dan sungguh benar-benar aku telah memenuhi janjiku kepadanya, dan aku memohon kepada Alloh untuk memberikan kepadaku kesabaran dan keteguhan hingga mati. (Disadur dari pertemuan di majalah Al Mujtama' edisi 849, 2 January 1990 M. &lt;br /&gt;Sesungguhnya itu adalah pendidikan Islam secara praktek dari beberapa kejadian-kejadian yang membuat umat ini sebagai sumber yang tidak akan habis airnya untuk mengeluarkan bagi kita orang seperti wanita mujahidah dan sholihah ini, supaya menjadi pelita dan panutan bagi seluruh wanita di dunia ini pada zaman sekarang ini. &lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa istri mujahid ini masih akan terus menjadi contoh yang paling baik bagi para wanita umat ini. Dan dia berada di barisan wanita yang terdepan di medan jihad. Dialah pendiri Al Lajnah An Nisa'iyah Al Arobiyyah (Yayasan Wanita Arab) yang memiliki andil yang sangat besar di dalam berkhidmat untuk jihad. Dibidang pengajaran dan kesehatan serta kesejahteraan keluarga para syuhada' dan anak yatim. &lt;br /&gt;Sesungguhnya bagi para wanita di dalam Islam memiliki peran yang sangat penting dan jelas di medan jihad. Telah disebutkan di dalam hadits shohih dari Nabi SAW, yang diriwayatkan oleh Al Bukhori dari Rubai' binti Muawwidz ra dia berkata: "Kami berperang bersama Nabi SAW, kami memberi minum para prajurit dan membantu mereka, mengembalikan yang terluka dan yang terbunuh ke Madinah". &lt;br /&gt;DR. Abdulloh Azzam berkata tentang hukum keikut sertaan wanita di dalam berjihad: "Peran wanita di dalam jihad adalah perkara yang telah disebutkan di dalam syareat, akan tetapi wajib menjaga syarat-syarat yang disyareatkan: seperti adanya mahrom, tidak bercampur dengan laki-laki, aman dari fitnah, dan ketika dalam keadaan terpaksa yang tidak mampu dilakukan oleh laki-laki. Bisa juga para wanita berada di barisan belakang untuk melakukan kegiatan memasak, mengobati yang sakit dan semisalnya dari kegiatan-kegiatan wanita. &lt;br /&gt;Sedangkan membuka pintu di dalam masalah ini adalah kerusakan yang besar. "Dan jika aku pernah lupa maka aku tidak lupa peran wanita muslimah Afghon di dalam pelaksanaan jihad Afghonistan. Berapa banyak sikap wanita Afghoni di utara Afghonistan dapat membangkitkan semangatku, di desa Khoniz, berkata Syahid Umat Islam ini Abdulloh Azzam: "Kami ketika berada di jalan antara Bazarik dan Rokho kami melewati desa yang namanya Khoniz kemudian Ahmad Mas'ud menunjuk desa tersebut dan berkata: "Di desa ini ada seorang wanita dan anak-anaknya membantu kami pada tahun 1982 M, dan di desa itu tidak ada yang lain selain dia, anaknya seorang mujahid yang berjihad bersama kami, dan kami sangat takjub dengan keberanian wanita tersebut. Jika kami melihat bom itu semakin deras maka kami bersembunyi, namun dia tidak bersembunyi, padahal pada tahun itu peperangan sangat sengit sekali, dan kekuatan itu sangat dekat dengan kami. &lt;br /&gt;Wanita tersebut yang membuat roti buat kami, dia memasak makanan kemudian memberikannya kepada kami dan anaknya. Pada suatu hari langit menghujani kami dengan awannya yang sangat panas, dan tank-tank menyalakkan kobaran apinya, dan kami pada waktu itu berada di sebuah kamar, lalu kami berusaha untuk berpencar, ternyata perempuan tersebut berdiri di depan pintu dan berkata: "Janganlah kalian keluar! Karena api ada dimana-mana nanti akan mengenai kalian". Dan anak perempuannya ikut membantunya membuat roti dan memasak, tiba-tiba dia terkena serpihan bom dan membunuhnya, maka kemudian dia menutupi anaknya dengan kain penutup lalu perempuan tersebut melanjutkan memasaknya. Kemudian suaminya juga menemui kesyahidan dan tidak ada yang tersisa lagi selain anaknya yang mujahid, lalu anaknya tersebut juga mendapatkan karunia kesyahidan. &lt;br /&gt;Maka seluruh kaum mujahidin bersedih hati dengan hilangnya anak tersebut, lalu kami datang untuk bertakziyah kepadanya. Lalu wanita itu mengatakan: "Sungguh kesediahnku karena tidak dapat memberikan bantuan makanan kalian itu lebih aku rasakan daripada kesedihanku karena kehilangan anak kesayangan hatiku, oleh karena itu sesungguhnya mulai hari ini aku akan terus memasak makanan untuk kalian, dan aku akan membuat roti untuk kalian, aku tinggalkan dan kalian datang untuk membawanya sendiri". Mas'ud berkata: "Aku kehilangan wanita itu, mungkin dia berhijroh ke Kabul. Dan demi jiwaku jika aku mengetahui tempatnya pasti aku akan membalas atas bantuannya kepada kami". &lt;br /&gt;Aku berdiri dihadapan keadaan ini dengan pengagungan dan kekaguman! Maka kukatakan Subhanalloh! wanita ini telah mengembalikan perjalanan para shohabiyat yang seperti wanita itu dari seorang wanita kalangan bani Abdud Daar ketika sampai kepadanya kabar kesyahidan suaminya dan saudaranya serta bapaknya, lalu dia berkata: "Apa yang terjadi dengan Rosululloh SAW?" Mereka berkata: "Dia baik-baik saja". Wanita tersebut berkata: "Setiap musibah selain pada dirimu wahai Rosululloh SAW adalah kecil" artinya "remeh dan sepele". &lt;br /&gt;Mana sikap sebagian wanita kaum muslimin di negara-negara Arab? Kalian melihat salah seorang diantara mereka yang takut dari kalajengking dan tikus jika masuk ke dalam rumahnya? &lt;br /&gt;Pernah terjadi suatu kejadian di salah satu kota di Arab bahwa ada seorang perempuan yang suaminya bekerja sebagai guru di sebuah sekolahan Tsanawiyah dan tiba-tiba dia ditelpon oleh istrinya dan bilang cepat-cepatlah pulang karena ada sesuatu yang sangat penting!! Maka suaminya pulang dengan cepat sambil terengah-engah, ternyata istrinya bilang bahwa ada tikus di kamar ini!!. &lt;br /&gt;Sesunggunya wanita seperti ini tidak dapat diandalkan untuk memberikan kemampuannya untuk kaum muslimin di medan-medan perang, apalagi untuk mendidik singa-singa dikandangnya untuk menjadi tentara Alloh, Robbul Alamin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-8235584051430204240?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/8235584051430204240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/facebook-aisyah-aini-renungan-buat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8235584051430204240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/8235584051430204240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/facebook-aisyah-aini-renungan-buat.html' title='Renungan buat Muslimat ( Sebuah realita dalam jihad )'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-2045586074220315403</id><published>2010-06-12T23:05:00.001-07:00</published><updated>2010-06-12T23:05:59.313-07:00</updated><title type='text'>pesan</title><content type='html'>sholat tahajjudd dulu............ biar hati ini tentram,,,,,,,,,,,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-2045586074220315403?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/faris.anwar#!/profile.php?id=100000569682414&amp;ref=ts' title='pesan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/2045586074220315403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/pesan_12.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/2045586074220315403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/2045586074220315403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/pesan_12.html' title='pesan'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-2747965931841378191</id><published>2010-06-12T23:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T23:05:16.423-07:00</updated><title type='text'>psan singkat</title><content type='html'>Ayo podo sholat dhuhur berjamaah,,,,,, Kersane angsal ganjaran kataah,,,, Menawi repot dibagi2,,,,,,, Godane syetan ojo mbuk turuti,,,,,,,,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-2747965931841378191?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/faris.anwar#!/profile.php?id=100000569682414&amp;ref=ts' title='psan singkat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/2747965931841378191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/psan-singkat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/2747965931841378191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/2747965931841378191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/psan-singkat.html' title='psan singkat'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-6409922910179389956</id><published>2010-06-12T23:04:00.001-07:00</published><updated>2010-06-12T23:04:33.098-07:00</updated><title type='text'>pesan singkat lagi</title><content type='html'>Mari kita laksanakan sholat ashar dlu saudara quw yg muslim,,,,,,,,,,,,,, biarpun bejat pi jngn tinggalkan sholat,,,,,, Apalagi juma't,,,,,,,,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-6409922910179389956?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/faris.anwar#!/profile.php?id=100000569682414&amp;ref=ts' title='pesan singkat lagi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/6409922910179389956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/pesan-singkat-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6409922910179389956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/6409922910179389956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/pesan-singkat-lagi.html' title='pesan singkat lagi'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-5916973944911879509</id><published>2010-06-12T23:04:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T23:04:11.292-07:00</updated><title type='text'>pesan singkat</title><content type='html'>Haya 'ala sholaah 2x............. Adzan sholat isya dah terdengar di telinga kita,,,,,,,,,,,,,, Mari kita laksanakan kewajiban kita,,,,,,,, Semoga amal perbuatan kita dari terbit fajar sampe terbenamnya matahari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-5916973944911879509?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/faris.anwar#!/profile.php?id=100000569682414&amp;ref=ts' title='pesan singkat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/5916973944911879509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/pesan-singkat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/5916973944911879509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/5916973944911879509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/pesan-singkat.html' title='pesan singkat'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-4267373415065699282</id><published>2010-06-12T23:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T23:01:26.618-07:00</updated><title type='text'>pesan</title><content type='html'>Sauadara quw yg muslim,,,, Biarpun BEJAT n KEPARAT,,,,,harus te2p SHOLAT,,,,,, Adzan dah berkumandang,,,,,mari laksanakan kwjiban kita,,,,,, Sholat berJAMAAH,,,kersane angsal ganjaran KATAH.....AMIN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1951002632103176078-4267373415065699282?l=tajung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/faris.anwar#!/profile.php?id=100000569682414&amp;ref=ts' title='pesan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tajung.blogspot.com/feeds/4267373415065699282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/pesan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4267373415065699282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1951002632103176078/posts/default/4267373415065699282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tajung.blogspot.com/2010/06/pesan.html' title='pesan'/><author><name>karya nyata yang bisa ku persembahkan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18038103031446223144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1951002632103176078.post-2787491444639916031</id><published>2010-06-12T21:42:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T21:42:07.956-07:00</updated><title type='text'>Tuntunan Bertaubat kepada Allah</title><content type='html'>Kewajiban beristighfar itu makin kuat bagi orang yang sedang jatuh dalam kemaksiatan dan dosa. Karena siapa yang bisa menghindarkan dirinya sama sekali dari perbuatan dosa? Di sini istighfar berfungsi sebagai perangkat untuk menghilangkan kekurangannya, dan yang dapat mencucinya dari kotoran dosa.&lt;br /&gt;Allah SWT menyebut sifat-sifat kaum muttaqin dalam al Quran sebagai orang yang:&lt;br /&gt;"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain dari pada Allah? - Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui" [QS. Ali Imran: 135].&lt;br /&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. an-Nisa: 110.].&lt;br /&gt;Allah SWT memuji nabi-nabi-Nya dalam Al Qur'an dengan tindakan mereka yang melakukan istighfar itu. Mereka adalah manusia yang paling bersegera dalam melakukan istighfar dan yang paling senang melakukannya.&lt;br /&gt;Dalam kisah Adam, nenek moyang manusia, beliau beristighfar ketika beliau dibujuk oleh syaitan hingga beliau dan istrinya memakan pohon yang dilarang itu. Maka beliau segera meminta istighfar dan kembali kepada-Nya:&lt;br /&gt;"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." [QS. al A'raf: 23.].&lt;br /&gt;Nabi Nuh a.s, pemimpin para rasul itu meminta istighfar bagi dirinya, kedua orang ketuanya, dan bagi semua orang yang berhak atasnya, juga bagi kaum mu' minin dan mu'minat:&lt;br /&gt;"Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan." [QS. Nuh: 28].&lt;br /&gt;Dan Nabi Ibrahim a.s. berdo'a:&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." [QS. Ibrahim: 41]. &lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat adn hanya kepada Engkaulah kami kembali, " Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." [QS. al Mumtahanah: 4-5.].&lt;br /&gt;Nabi Musa a.s. yang secara tidak sengaja membunuh seorang manusia, sebelum beliau mendapatkan kerasulannya, segera meminta ampunan kepada Rabbnya atas kesalahannya itu.&lt;br /&gt;"Musa mendo'a: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. al Qashash: 16.].&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, beliau berdoa:&lt;br /&gt;"Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya." [QS. al A'raaf: 155].&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam kisah Nabi Daud a.s:&lt;br /&gt;"Dan Daud mengetahui bahwa kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat" [QS. Shaad: 24].&lt;br /&gt;Dalam kisah Nabi Sulaiman a.s. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;"Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku." [QS. Shaad: 35].&lt;br /&gt;Dan Nabi Muhammad Saw juga diperintahkan untuk bertaubat dalam banyak ayat, seperti dalam firman Allah SWT dalam al Qur'an Makki ini:&lt;br /&gt;"Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi." [QS. Ghaafir: 55].&lt;br /&gt;Dalam al Qur'an Madani Allah SWT memerintahkan beliau untuk beristighfar kepada-Nya, dalam firman Alla
