Thursday, February 10, 2011

Senyumlah Agar Hidup Lebih Indah dan Bahagia

Senyumlah Agar Hidup Lebih Indah & Bahagia

Senyum, membuat penerimanya lebih kaya, namun ajaibnya tidak akan memiskinkan pemberinya

Senyum, hanya terjadi dalam hitungan detik, namun akan selalu terkenang sepanjang masa

Senyum, Tidak akan ada orang didunia ini yang terlalu kaya sampai sampai dia tidak memerlukannya, dan tidak ada yang terlalu miskin sampai sampai dia tak dapat memberinya

Senyum adalah tempat peristirahatan bagi hati hati yang lelah mencari semangat diri, cahaya bagi kegelapan batin, kesukaan bagi yang bersedih, dan pencerah untuk mengatasi kesulitan

Senyum tulus tidak akan bisa dipinjam, dibeli, apalagi di curi. Karena ketulusan adalah datangnya dari kerelaan dari sebuah kebaikan hati

Senyum, sumber kebahagiaan dimanapun kita berada

Senyum, jembatan penyeberangan yang menghubungkan satu sisi dengan sisi lainnya dan pengikis semua perbedaan yang terkreasi oleh manusia.

Senyum, sesuatu yang terindah bagi siapa saja yang mendapatkannya

Senyum, ekspresi dari hati atas kesenangan atau kegembiraan yang dirasakan pemiliknya, dan yang akan menghangatkan kehidupan sekitarnya.

Senyum, adalah seni dari sebuah kedamaian jiwa manusia

Terkadang orang disekitar kita sudah lelah dengan segala kepenatan mereka dan berat untuk memberikan senyuman. maka tidak ada salahnya kalau kita yang tersenyum kepada mereka

Senyum, Sangat dibutuhkan oleh orang yang tiada lagi mampu memberi. [syahidah]

Tuesday, January 4, 2011

Resah

Ya Alloh im in middle of hardness life in many aspect help me help me help me

Monday, November 29, 2010

BILA CINTA TAK TERBALAS

"Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya."

Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.

Ya drama kehidupan menuju mahligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.

Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bisa mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta - seandainya memang terasa getir - langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.

***

Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa’ (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.

Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.

Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan :Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.

Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.

Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

Wednesday, November 24, 2010

PENCINTA ALLAH S.W.T

CINTA yang tidak pernah berubah hingga ke akhir hayat adalah cita-cita setiap pasangan yang berkasih. Setiap ujian diharungi dengan kesabaran. Begitu juga pembuktian cinta kepada Allah SWT yang menagih keteguhan iman dan pengorbanan hamba-hambaNya.

"Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." Janji ini menjadi penawar di hati seorang hamba, redha menempuhi setiap ujian dalam kehidupan kerana kerinduan bertemu dengan Zat yang Maha Agung di akhirat kelak. Firman Allah SWT: "Katakanlah: Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; kalau itu lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya dan Allah tidak memberikan pimpinan kepada kaum yang jahat." (QS At-Taubah:24)