Sunday, June 20, 2010
Meningkatkan Nilai Ibadah "Tingkatkan Keikhlasan & Perbaiki Niat"
Saturday, June 19, 2010
KEnapa Facebook tidak menampilkan gambar-gambar bergerak??
Facebook seperti yang kita tahu tidak menampilkan langsung lagu/suara/musik langsung di halamannya
Seandainya Bukan Karena Perempuan dan Ghanimah...*** (pelajaran dari kisah para mujahid di daratan eropa *V*)
Ruhul jihad yang membara di setiap dada para mujahid. Mereka hanya mendambakan upah dari Rabbnya. Surga. Di pelupuk mata para mujahid itu terbayang indahnya janji Allah Azza Wa Jalla, yang sangat menyenangkan. Mereka berlomba mendapatkannya. Siang malam para mujahid berperang melawan orang-orang kafir, tanpa henti-henti. Mereka berlomba menyosong datangya kematian, yang akan membawanya kepada kemuliaan di sisi-Nya.
Akhirnya, daratan Eropa dikenal dengan ‘Balad Syuhada’ (tanah bagi para syuhada), karena banyaknya para mujahid yang syahid di daratan itu. Para mujahid yang gagah dan berani, serta ikhlas, mereka mendambakan janji dari Rabbnya, terus maju, memasuki jantung Eropa, itulah sekelumit kisah para Tabi'in, yang ditulis oleh Abdurrahman Rafat Basya.
Semangat jihad yang belum pernah dalam sejarah penaklukan. Kecuali saat itu. Hampir seluruh daratan Eropa menjadi miliki umat Islam. Karena kecermalangan para pemimpinnya, dan ketangguhan para mujahid, yang berperang dengan pasukan Eropa. Mereka memenangkannya. Spanyol dan Perancis telah takluk. Perjuangan mereka terus memasuki daratan Eropa, hingga menjelang Jerman.
Kemenangan pasukan Islam, saat Bani Umayyah dipimpin oleh Umar bin Abdul Aziz. Usai pemakaman pamannya Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, dan Umar usai pula membersihkan tangannya dari tanah-tanah, Khalifah yang baru itu, mengganti sejumlah gubernur. Diantara pejabat baru yang dilantik itu, As-Samah bin Malik al-Khaulani yang bertanggung jawab atas seluruh Andalusia, yang sekarang adalah Spanyol, dan beberapa wilayah Perancis.
As-Samah bin Malik al-Khaulani bercita-cita menggambungkan daratan Andalusia (Spanyol) dengan Perancis. Maka, langkah pertama yang dilakukannya menaklukan Norbone, yang dekat dengan Spanyol. Pasukan Islam yang dipimpin Al-Khaulani itu menyisir pegunungan Pyrenees menuju kota Norbonne. Kota ini menjadi kunci untuk memasuki kota-kota Perancis lainnya.
Seperti biasanya pasukan Islam sebelum menaklukan kota itu, memberikan pilihan kepada penduduk, mereka memeluk Islam atau membayar jizyah. Tetapi mereka menolak untuk memeluk Islam dan membayar jizyah. Karena mereka menolak, perang tak dapat dielakkannya, dan kota itu dikepung selama empat pekan, dan akhirnya menyerah, sesudah terjadi pertempuran yang sangat dahsyat yang belum pernah terjadi di sepanjang sejarah Eropa.
Sasaran berikutnya adalah Toulouse, yang menjadi ibukota Octania. Pasukan Islam yang sudah berada di dekat wilayah itu, masuk dengan menggunakan senjata yang belum pernah mereke kenal, dan hampir kota jatuh ke tangan muslimin, tetapi terjadi peristiwa yang menghambat kemenangan.
Tatkala itu, Raja Octania yang mengunjungi para raja-raja di seluruh Eropa, mengajak mereka bergabung menghadapi pasukan Islam, yang dipimpin Al-Khaulani, yang sudah berada diambang pintu, dan mengancam Octania. Berkumpullah pasukan Salib yang berjumlah sangat besar. Untuk mengambarkan itu, sampai seorang sejarawan mengatakan, betapa gemuruh pasukan Salib itu, hingga debu-debu yang mengepul menutupi kota Rhone, siang yang terang oleh matahari itu, menjadi gelap akibat debu, dari kaki-kaki pasukan Raja Octania.
Perang yang tak terelakkan. Gemuruh perang begitu dahsyat. Dua pasukan bertemu, dan As-Samah bin Malik Al-Khaulani selalu berada di garis depan. Pada pertempuran yang sangat dahsyat itu, As-Samah terkena panah, dan robohnya panglima tertinggi yang perkasa itu, dan menemui syahidnya.
Saat terdengar panglimanya As-Samah gugur, pauskan Islam menjadi kocar-kacir, di saat itu pula, tampil, seorang generasi tabi’in, yang ada, mengambil alih kepeimpian dari As-Samah, yang tangguh dan disegani bernama Abdurrahman al-Ghafiqi. Dengan lahirnya panglima perang yang baru itu, berhasil di selamatkan pasukan Islam, yang mengalami kepanikan itu. Mereka yang tercerai-berai.
Abdurrahman Al-Ghafiqi itu mempunyai cita-cita yang sama dengan tokh-tokoh Islam lainnya, seperti Musa bin Nushair hingga As-Samah bin Malik Al-Khaulani, yang ingin menaklukkan Spanyol, Perancis, Italia, Jerman, hingga Konstantinopel. Dan, Abdurrahman yakin akan dapat mewujudkan impiannya itu.
Suatu senja Abdurrahman Al-Ghafiqi mengundang seorang dzimmi keturunan Perancis yang terikat dengan perjanjian. Lalu, Abdurrahman bertanya, “Mengapa raja kalian, Carll tidak turun untuk membantu raja-raja lainnya yang berperang dengan kami?”, tanya Al-Ghafiqi. “Wahai gubernur, anda telah menepati janji kami. Anda berhak kami percayai”, ucap seorang dzimmi itu.
Musa bin Nushair telah berhasil menaklukkan Spanyol. Kemudian ingin melanjutkan perluasan wilayahnya sampai menjangkau Perancis, melewati Pyerennes. Perjuangan itu berlanjut, yang akan menentukan masa depan Islam di daratan Eropa.
Friday, June 18, 2010
PERINGATAN DARI 3 DOSA BESAR
Pada suatu hari, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk bermajelis bersama para shahabatnya dan memberikan pelajaran kepada mereka. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian mengatakan:
أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ؟
“Perhatikanlah (wahai para shahabat), maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?” Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya tiga kali. Kemudian para shahabat mengatakan: “Tentu wahai Rasulullah.”
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun menerangkan:
الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ أَوْ قَوْلُ الزُّوْرِ.
“(Dosa-dosa yang paling besar itu adalah) syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan persaksian palsu (perkataan dusta).” (HR. Al Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu )
Itulah sepenggal kisah bagaimana Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membimbing dan mengajarkan ilmu agama ini kepada para shahabatnya. Beliau adalah seorang yang sangat bersemangat dalam mengajarkan segala permasalahan agama ini kepada umatnya.
Beliau mengajarkan kebaikan agar umatnya melakukan kebaikan tersebut. Dan beliau juga menerangkan beberapa bentuk kejelekan agar umatnya menjauhi kejelekan tersebut.